Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Jobdesk Site Safety Officer yang Wajib Dipahami di Dunia Konstruksi

5 Jobdesk Site Safety Officer yang Wajib Dipahami di Dunia Konstruksi
ilustrasi seorang Safety Officer (pexels.com/pexels.com/)
Intinya Sih
  • Industri konstruksi memiliki risiko tinggi, sehingga peran Site Safety Officer penting untuk memastikan seluruh aktivitas proyek sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
  • Tugas utama mereka mencakup identifikasi bahaya, pengawasan penerapan prosedur K3, investigasi kecelakaan, serta memberikan pelatihan keselamatan bagi pekerja di lapangan.
  • Site Safety Officer juga berkoordinasi dengan manajemen dan tim proyek agar kebijakan keselamatan berjalan efektif, mendukung budaya kerja aman dan produktif di setiap tahap konstruksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Industri konstruksi dikenal sebagai salah satu sektor dengan tingkat risiko kerja yang tinggi. Aktivitas seperti pekerjaan di ketinggian, pengoperasian alat berat, hingga pekerjaan kelistrikan membuat potensi bahaya selalu ada di setiap sudut proyek. Oleh karena itu, penerapan sistem keselamatan kerja bukan hanya formalitas, tetapi kebutuhan mutlak.

Di sinilah peran Site Safety Officer menjadi sangat krusial. Mereka bertanggung jawab memastikan seluruh aktivitas proyek berjalan sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Untuk memahami pentingnya posisi ini, berikut lima jobdesk Site Safety Officer yang wajib dipahami di dunia konstruksi.

1. Mengidentifikasi dan menganalisis potensi bahaya (hazard identification)

ilustrasi melakukan analisis risiko bahaya
ilustrasi melakukan analisis risiko bahaya (pexels.com/Kindel Media)

Salah satu jobdesk utama Site Safety Officer adalah melakukan identifikasi potensi bahaya di area proyek. Dalam dunia konstruksi, risiko bisa datang dari berbagai sumber, mulai dari pekerjaan di ketinggian, penggunaan alat berat, instalasi listrik sementara, hingga material yang mudah terbakar. Site Safety Officer harus melakukan inspeksi rutin, safety patrol, serta memastikan setiap sudut proyek telah dianalisis risikonya.

Proses ini biasanya melibatkan pembuatan dokumen seperti Job Safety Analysis (JSA) atau Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC). Dengan identifikasi yang tepat, potensi kecelakaan dapat dicegah sebelum benar-benar terjadi. Inilah fondasi utama dalam membangun budaya kerja yang aman dan terkontrol.

2. Mengawasi penerapan prosedur K3 di lapangan

ilustrasi mengawasi penerapan K3
ilustrasi mengawasi penerapan K3 (pexels.com/Kindel Media)

Site Safety Officer bertanggung jawab memastikan seluruh pekerja mematuhi prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Mulai dari penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm, sepatu safety, rompi reflektif, hingga harness saat bekerja di ketinggian, semuanya harus diawasi secara konsisten.

Selain itu, mereka juga mengawasi pelaksanaan toolbox meeting sebelum pekerjaan dimulai. Dalam sesi ini, potensi bahaya harian dibahas dan pekerja diingatkan kembali tentang prosedur keselamatan. Pengawasan yang tegas namun edukatif akan membantu menciptakan kedisiplinan tanpa menimbulkan ketegangan di lapangan.

3. Melakukan investigasi kecelakaan dan near miss

ilustrasi melakukan investigasi
ilustrasi melakukan investigasi (pexels.com/Kindel Media)

Jika terjadi kecelakaan kerja atau insiden nyaris celaka (near miss), Site Safety Officer wajib melakukan investigasi secara menyeluruh. Tujuannya bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk menemukan akar penyebab masalah agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Hasil investigasi biasanya dituangkan dalam laporan resmi yang berisi kronologi kejadian, faktor penyebab, serta rekomendasi perbaikan. Tindakan korektif dan preventif kemudian diterapkan untuk meningkatkan standar keselamatan. Pendekatan ini sangat penting dalam sistem manajemen keselamatan modern yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

4. Memberikan pelatihan dan edukasi keselamatan kerja

ilustrasi memberikan pelatihan
ilustrasi memberikan pelatihan (pexels.com/Balotra News)

Edukasi adalah kunci dalam membangun budaya keselamatan. Site Safety Officer memiliki tugas memberikan pelatihan terkait penggunaan APD, prosedur tanggap darurat, pemadaman kebakaran, hingga teknik kerja aman di ketinggian atau ruang terbatas.

Pelatihan ini tidak hanya dilakukan saat awal proyek, tetapi juga secara berkala. Simulasi keadaan darurat seperti fire drill dan evacuation drill membantu pekerja memahami langkah yang harus dilakukan saat situasi krisis benar-benar terjadi. Dengan bekal pelatihan yang baik, respons pekerja menjadi lebih cepat dan terkoordinasi.

5. Berkoordinasi dengan manajemen dan tim proyek

ilustrasi melakukan koordinasi
ilustrasi melakukan koordinasi (pexels.com/ Pavel Danilyuk)

Site Safety Officer tidak bekerja sendiri. Mereka harus berkoordinasi dengan project manager, supervisor, kontraktor, hingga subkontraktor untuk memastikan standar keselamatan diterapkan secara menyeluruh. Komunikasi yang efektif sangat dibutuhkan agar kebijakan K3 dapat berjalan selaras dengan target proyek.

Selain itu, Site Safety Officer juga menyusun laporan keselamatan secara berkala kepada manajemen. Data ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan sistem keselamatan di proyek selanjutnya. Peran koordinatif ini menjadikan Site Safety Officer sebagai penghubung strategis antara aspek teknis proyek dan perlindungan tenaga kerja.

Di dunia konstruksi yang penuh risiko, peran Site Safety Officer bukan sekadar formalitas. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga keselamatan pekerja dan memastikan proyek berjalan tanpa insiden fatal. Dengan memahami lima jobdesk utama ini, perusahaan dapat membangun sistem kerja yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More