Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jangan Duduk Terus! 5 Gerakan Ini Bikin Kariermu makin Melesat
ilustrasi bekerja (pexels.com/edmonddantes)
  • Terlalu lama duduk saat bekerja bisa menurunkan fokus dan produktivitas, sementara bergerak ringan seperti berjalan atau berpindah tempat membantu otak tetap segar dan kinerja meningkat.
  • Kebiasaan aktif di kantor, seperti berpindah lokasi kerja atau berinteraksi dengan rekan lain, dapat memicu ide baru, memperluas jaringan profesional, dan menunjukkan sikap proaktif serta adaptif.
  • Penelitian menunjukkan aktivitas fisik singkat meningkatkan fungsi kognitif; karena itu, istirahat teratur dan kebiasaan bergerak bersama rekan kerja bisa menjaga kesehatan otak sekaligus mendukung perkembangan karier.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang mengira duduk lama di meja kerja adalah tanda dedikasi tinggi. Semakin lama kamu terlihat sibuk di depan komputer, semakin dianggap produktif. Padahal kenyataannya belum tentu seperti itu, lho. Terlalu lama duduk justru bisa membuat tubuh lelah dan otak kehilangan fokus.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa bergerak di sela-sela pekerjaan bisa membantu otak bekerja lebih optimal. Aktivitas sederhana seperti berjalan sebentar atau berpindah tempat kerja ternyata punya manfaat besar bagi kinerja. Bukan cuma untuk kesehatan tubuh, tapi juga untuk performa kerja sehari-hari. Produktivitas bisa meningkat ketika tubuh gak terus-menerus diam di satu tempat.

Kalau kamu ingin tetap fokus, kreatif, dan punya peluang karier yang lebih baik, mulai biasakan bergerak saat bekerja. Tenang saja, gerakan yang dimaksud gak selalu olahraga berat, kok. Aktivitas kecil pun sudah cukup memberi dampak positif. Supaya lebih jelas, berikut beberapa cara sederhana agar tubuh tetap aktif selama jam kerja.

1. Pilih tempat kerja yang berbeda

ilustrasi suasana kantor (pexels.com/fauxels)

Banyak orang merasa semua pekerjaan harus diselesaikan di meja kerja. Padahal berpindah tempat sesekali bisa memberi suasana baru bagi pikiranmu. Misalnya, bekerja sebentar di area lounge kantor, kafe kantor, atau tempat duduk dekat jendela. Perubahan lingkungan seperti ini dapat membantu otak melihat masalah dari perspektif yang berbeda.

Berpindah tempat juga membuat tubuh ikut bergerak. Aliran darah menjadi lebih lancar sehingga energi terasa kembali. Penelitian dari Oregon Health and Science University, sebuah universitas riset kesehatan di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa aktivitas fisik singkat dapat meningkatkan kemampuan memori dan pembelajaran. Artinya, langkah sederhana seperti berjalan menuju area kerja lain bisa membantu otakmu bekerja lebih tajam.

2. Berani mengambil inisiatif untuk bergerak

ilustrasi kantor open space (freepik.com/yanalya)

Di beberapa kantor, ada budaya tak tertulis bahwa karyawan harus selalu terlihat di meja kerja. Situasi seperti ini kadang membuat orang ragu untuk bergerak atau bekerja di tempat lain. Padahal mengambil inisiatif justru bisa menunjukkan sikap proaktif.

Coba mulai dengan hal kecil, misalnya bekerja di area berbeda atau berjalan sebentar saat mencari ide. Langkah sederhana ini bisa memicu perubahan positif di lingkungan kerja. Orang lain mungkin akan ikut melakukan hal yang sama setelah melihat manfaatnya.

Sikap berani mencoba cara baru sering kali juga menjadi tanda kepemimpinan. Atasan biasanya memperhatikan karyawan yang mampu mengambil langkah berbeda untuk meningkatkan kinerjanya. Inisiatif kecil seperti ini bisa memberi kesan bahwa kamu adalah pribadi yang adaptif dan kreatif.

3. Pasang alarm untuk istirahat sejenak

ilustrasi alarm (pexels.com/Castorly Stock)

Ketika sedang fokus pada pekerjaan, waktu sering terasa berjalan sangat cepat. Tiba-tiba kamu sudah duduk berjam-jam tanpa bergerak. Kebiasaan ini sebenarnya kurang baik bagi tubuh maupun otak.

Coba pasang alarm setiap satu jam sekali sebagai pengingat untuk berdiri. Kamu bisa melakukan peregangan ringan, berjalan ke dispenser, atau sekadar menggerakkan tubuh. Istirahat singkat seperti ini memberi kesempatan bagi otak untuk menyegarkan diri.

Penelitian dari University of California Los Angeles (UCLA), menemukan bahwa terlalu lama duduk berkaitan dengan penipisan area otak yang berperan dalam pembentukan memori. Itu sebabnya bergerak secara berkala penting untuk menjaga fungsi kognitif tetap optimal. Kebiasaan sederhana seperti berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan dapat membantu menjaga kesehatan otak sekaligus meningkatkan konsentrasi saat bekerja.

4. Berinteraksi dengan lebih banyak orang

ilustrasi rekan kerja (pexels.com/Mikhail Nilov)

Bergerak di sekitar kantor membuatmu lebih sering bertemu orang dari divisi lain. Pertemuan gak sengaja di pantry, koridor, atau area kerja bersama bisa membuka kesempatan ngobrol singkat. Percakapan santai seperti ini kadang justru menghasilkan ide menarik.

Bertukar perspektif dengan orang yang berbeda latar belakang bisa memperluas cara berpikirmu, lho. Ide baru sering muncul dari diskusi ringan yang gak direncanakan. Hal ini juga dapat membantumu membangun hubungan profesional di luar tim kerja utama.

Selain itu, jaringan pertemanan di kantor juga penting bagi perkembangan karier. Semakin banyak orang mengenalmu, semakin besar peluang kolaborasi di masa depan. Aktivitas sederhana seperti berjalan ke area lain bisa membuka pintu kesempatan baru.

5. Ajak rekan kerja bergerak bersama

ilustrasi bekerja dengan tim (pexels.com/Mikhail Nilov)

Bergerak sendirian kadang terasa kurang konsisten. Solusinya, ajak beberapa rekan kerja untuk membuat kebiasaan baru. Misalnya berjalan santai bersama saat istirahat atau melakukan walking meeting ringan.

Kebiasaan bergerak bersama juga bisa mempererat hubungan dengan rekan kerja. Suasana menjadi lebih santai dibandingkan duduk formal di ruang rapat. Banyak ide kreatif justru muncul saat diskusi sambil berjalan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports menunjukkan bahwa aktivitas fisik seperti berjalan memiliki hubungan dengan peningkatan fungsi kognitif. Aktivitas tersebut membantu memperkuat koneksi di dalam otak sehingga proses berpikir menjadi lebih efisien. Artinya, berjalan sambil berdiskusi bukan hanya menyehatkan tubuh, tapi juga membantu otak berpikir lebih jernih. Kondisi ini membuatmu lebih gampang menemukan ide baru atau solusi ketika sedang membahas pekerjaan bersama rekan kerja.

Bekerja keras gak selalu berarti duduk lama di depan meja. Tubuh manusia memang dirancang untuk bergerak. Ketika kamu memberi kesempatan bagi tubuh untuk aktif, otak juga ikut bekerja lebih optimal.

Gerakan sederhana seperti berjalan, berpindah tempat kerja, atau melakukan peregangan bisa membantu menjaga fokus dan kreativitas. Selain meningkatkan kesehatan, kebiasaan ini juga membuka peluang bertemu orang baru dan menemukan ide segar.

Mulai sekarang, jangan ragu untuk sesekali meninggalkan kursi kerja. Sedikit gerakan di sela pekerjaan bisa memberi energi baru bagi tubuh dan pikiran. Siapa tahu, kebiasaan kecil itu justru menjadi salah satu kunci yang membantu kariermu melesat lebih cepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team