ilustrasi orang memotret matahari terbit (pexels.com/Luc Marshall)
Semenjanjikan apa karier sebagai astrophotographer? Eits, jangan salah. Beberapa tahun terakhir, popularitas astrofotografi meningkat loh seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap astronomi. Lingkungan kerja mereka pun luas. Sebagai astrophotographer, kamu bisa bekerja di observatorium, planetarium, lembaga penelitian, badan antariksa, perusahaan media, atau sektor pariwisata.
Perusahaan media seperti majalah, situs web, buku, maupun film dokumenter memerlukan gambar astronomi berkualitas tinggi. Nah, kamu bisa menyajikan visual untuk artikel, sampul, atau video mereka. Selain itu, kamu juga bisa menjual karyamu melalui platform gambar stok.
Bagaimana dengan gajinya? Nominal gaji setiap profesi tentu menyesuaikan, termasuk astrophotographer. Dilansir laman Jobzmall, secara global, seorang astrophotographer pemula bisa memperoleh penghasilan antara $25.000 hingga $50.000 per tahun (setara dengan Rp400 juta hingga Rp800 juta). Sementara profesional yang berpengalaman dapat menghasilkan mendekati $75.000 per tahun atau sekitar Rp1,2 miliar.
Di Indonesia sendiri, astrophotographer biasanya menjadikan fotografi astronomi sebagai hobi atau side hustle. Mereka juga kerap bekerja secara mandiri menggunakan sistem freelance. Meski begitu, pendapatan mereka bisa sangat kompetitif karena karya yang dijual ke pasar global dihargai dengan mata uang asing. Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk menjadi astrophotographer?