ilustrasi diskusi (pexels.com/mikhail-nilov)
Dalam menjalankan tugasnya, seorang interpreter sering kali terpapar informasi sensitif. Baik bersifat pribadi atau institusional. Oleh sebab itu, segala informasi yang diperoleh selama proses komunikasi gak boleh dibagikan secara bebas. Interpreter wajib menjaga kerahasiaan baik dokumen atau informasi lisan yang didapatnya.
Ini berkaitan dengan profesionalisme yaitu menjaga kode etik kerahasiaan. Klien dan peserta acara bergantung penuh pada integritas interpreter sebagai pihak yang netral. Dengan mematuhi kode etik kerahasiaan, secara langsung interpreter melindungi kepentingan berbagai pihak. Juga melindungi kredibilitasnya sebagai profesi interpreter.
Pekerjaan interpreter atau juru bahasa lebih dari sekadar menerjemahkan. Namun, juga menafsirkan dan menjamin kelancaran selama komunikasi berlangsung. Oleh sebab itu, seorang interpreter harus memiliki keahlian riset yang mendalam, kepekaan budaya, dan mental yang kuat dalam menjalankan tugasnya.