Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hairstylist
ilustrasi kapster salon (pexels.com/cottonbro)

Intinya sih...

  • Tugas dan tanggung jawab kapster salon

  • Skill yang harus dimiliki seorang kapster

  • Kualifikasi dan pendidikan untuk menjadi kapster

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Profesi kapster sering kali dipandang sebelah mata karena identik dengan memotong rambut. Padahal, di balik gunting dan mesin cukur, ada tanggung jawab besar, kreativitas, dan skill yang terus berkembang mengikuti tren. Kapster faktanya lebih dari sekadar tukang cukur.

Namun juga bagian dari industri gaya hidup, fashion, dan personal branding, terutama bagi anak muda. Profesi ini punya jalur karier yang jelas, pasar yang luas, dan potensi untuk berkembang. Buat kamu yang tertarik untuk terjun ke dunia barber, berikut jobdesk seorang kapster salon.

1. Tugas dan tanggung jawab kapster salon

ilustrasi kapster salon (pexels.com/Sergey Makashin)

Jobdesk kapster tentu berkaitan dengan pelayanan potong rambut dan perawatan rambut. Namun, tugasnya tak sesederhana itu. Sebagai kapster, kamu bertanggung jawab memahami keinginan klien, mulai dari model rambut, panjang potongan, hingga gaya yang sesuai dengan bentuk wajah dan karakter mereka.

Selain memotong rambut, kapster juga melakukan berbagai layanan lain seperti hair styling, hair wash, shaving, trimming jenggot, hingga treatment rambut tertentu. Kamu perlu memastikan semua alat dalam kondisi bersih dan steril demi kenyamanan dan keamanan pelanggan. Kapster juga bertanggung jawab menjaga kualitas pelayanan agar pelanggan mau kembali lagi.

2. Skill yang harus dimiliki seorang kapster

ilustrasi kapster salon (pexels.com/rdne)

Kamu perlu menguasai teknik dasar potong rambut, penggunaan gunting dan clipper, serta memahami berbagai gaya rambut. Mulai dari klasik hingga modern seperti fade, undercut, atau textured cut. Selain teknik, nilai estetika juga sangat penting. Kapster harus mampu menyesuaikan model rambut dengan bentuk kepala, jenis rambut, bahkan gaya hidup klien.

Di sinilah kreativitas berperan besar, apalagi tren rambut terus berubah. Kamu harus bisa mendengarkan keinginan pelanggan, memberi saran yang jujur, dan menjelaskan hasil yang realistis. Ditambah lagi, kedisiplinan, ketelitian, dan manajemen waktu sangat dibutuhkan agar pelayanan tetap baik.

3. Kualifikasi dan pendidikan untuk menjadi kapster

ilustrasi kapster salon (pexels.com/Kampus Production)

Menjadi kapster tidak selalu menuntut pendidikan formal tinggi, tapi tetap membutuhkan pelatihan khusus. Banyak kapster memulai karier dari kursus barber atau sekolah khusus potong rambut. Dari sinilah kamu belajar teknik dasar hingga lanjutan secara terstruktur.

Sertifikat pelatihan menjadi nilai tambah, terutama jika kamu ingin bekerja di barber shop profesional. Beberapa tempat bahkan mensyaratkan uji keterampilan sebelum menerima kapster baru. Pengalaman praktik juga sangat menentukan, karena skill di profesi ini lebih terasah lewat jam terbang, lho!

4. Lingkungan kerja dan tantangan profesi kapster

ilustrasi kapster salon (pexels.com/Engin Akyurt)

Kapster umumnya bekerja di barber shop, salon pria, atau membuka jasa potong rambut mandiri. Lingkungan kerjanya cukup dinamis karena kamu akan bertemu banyak karakter pelanggan setiap hari. Interaksi sosial yang intens bisa jadi kelebihan sekaligus tantangan.

Salah satu tantangan kapster adalah tuntutan fisik. Kamu akan banyak berdiri dalam waktu lama dan bekerja dengan tangan secara terus-menerus. Selain itu, tekanan juga bisa datang dari ekspektasi pelanggan yang tinggi, terutama jika mereka membawa referensi model rambut dari media sosial.

5. Peluang karier dan prospek gaji kapster

ilustrasi kapster salon (pexels.com/Maria Geller)

Dari sisi karier, kapster punya peluang yang cukup luas. Kamu bisa memulai sebagai junior kapster, naik menjadi senior, lalu barber expert. Jika sudah berpengalaman, membuka barber shop sendiri menjadi langkah karier yang banyak dipilih.

Prospek gaji kapster sangat bergantung pada lokasi, jam terbang, dan sistem kerja. Kapster pemula biasanya mendapatkan gaji pokok ditambah tips. Seiring meningkatnya skill dan loyalitas pelanggan, penghasilan bisa naik signifikan, apalagi jika sistemnya berbasis komisi.

Dengan skill yang terus diasah dan mindset profesional, kapster bisa menjadi profesi yang stabil sekaligus menjanjikan. Jika dijalani dengan serius, profesi ini bukan cuma pekerjaan, tapi juga jalan untuk membangun nama dan masa depan kariermu sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team