“Para teknisi kuku kemungkinan besar akan bekerja lebih keras lantaran kamu datang terlambat dan mereka mungkin tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk istirahat,” ujar Donna Charloff, seorang teknisi kuku berpengalaman selama 30 tahun dan direktur operasional layanan di MiniLuxe, dikutip dari Business Insider. “Kami memahami bahwa hal-hal tak terduga bisa saja terjadi, tapi komunikasi adalah kunci untuk menjaga semuanya tetap berjalan lancar,” imbuh Amy Ling Lin, CEO dan pendiri Sundays, dilansir Real Simple.
5 Hal yang Sebaiknya Tidak Kamu Lakukan saat Manikur di Salon Kuku

Ketika kamu ingin mendapatkan hasil nail art yang sempurna, mengunjungi salon kuku adalah pilihan tepat karena kamu akan dibantu oleh seorang profesional. Perawatan diri di salon kuku juga bisa menjadi investasi menyenangkan sekaligus pengisi waktu luang yang bermanfaat.
Namun seiring meningkatnya permintaan perawatan kuku yang unik dan rumit, banyak konsumen yang gak menyadari kalau mereka melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun pihak salon. Meski kamu telah membayar layanan, etika sebagai pelanggan tetap harus dijaga selama berada di salon.
Kesalahan umum yang kamu perbuat bisa memengaruhi kualitas pelayanan yang akan kamu dapatkan. Oleh sebab itu, di bawah ini telah kami rangkum sejumlah hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan saat manikur di salon kuku.
1. Datang terlambat

Tak dapat dimungkiri bahwa keterlambatan bisa membawa masalah besar. Orang-orang yang datang terlambat, tidak hanya dicap sebagai individu yang kurang profesional, tetapi juga membawa dampak buruk terhadap jalannya layanan dan kenyamanan pihak lain di sekitarnya.
Penting diketahui, rata-rata salon kuku beroperasi berdasarkan jadwal pasti. Keterlambatan 10 menit saja bisa menyebabkan masalah pada jadwal salon, termasuk kinerja teknisi dan layanan yang akan diterima oleh pelanggan berikutnya.
2. Terlalu banyak bergerak

Terlalu banyak bergerak, termasuk menggunakan ponsel bisa mengganggu kinerja teknisi kuku yang bikin hasil nail art kamu jadi kurang sempurna. Beberapa jenis nail art, seperti yang menggunakan lapisan gel, membutuhkan pengerjaan khusus di mana posisi tanganmu harus benar-benar tenang.
Terlalu sering memeriksa ponsel atau bergerak-gerak bisa membuat alat manikur tergelincir dan akhirnya mengenai kulit kamu. Belum lagi, kuteks yang masih basah atau setengah kering akan rentan bergeser saat kamu mencoba menggerakkan tangan.
“Apabila kamu membutuhkan sesuatu untuk menemanimu selama janji temu, mendengarkan musik atau podcast melalui headphone dapat membantu,” saran Eryn Kingsley, pemilik dan pendiri jaringan salon Legendary Spa, dikutip dari Business Insider.
3. Pergi ke toilet di tengah proses pengerjaan

Kita tidak tahu apakah di tengah proses pengerjaan, kita mungkin merasa ingin buang air. Namun, perlu dipahami bahwa tindakan ini sebaiknya dihindari karena sangat berisiko terhadap hasil nail art kamu.
“Setelah kukumu baru selesai dicat atau sedang dikerjakan, bangun dari tempat duduk dapat berisiko menggores kuku dan mengganggu jalannya layanan. Supaya hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, penting untuk membiasakan diri menggunakan toilet sebelum memulai manikur atau pedikur,” ucap Lin.
4. Tidak memberikan gambaran detail terkait nail art yang diinginkan

Kesalahan yang sering dilakukan banyak pelanggan adalah tidak memberi gambaran detail mengenai nail art yang mereka inginkan. Padahal pelanggan boleh memberitahu desain nail art seperti apa yang mereka harapkan, sehingga para teknisi kuku bisa melakukannya sesuai permintaan.
“Di awal layanan, bicaralah dengan profesional salon terkait pilihan warna, bentuk, dan panjang kuku yang kamu harapkan. Jangan takut membicarakannya pada mereka. Dengan begitu, mereka dapat memahami kebutuhanmu,” terang Heather Reynosa, direktur desain pendidikan global untuk OPI, dikutip dari Real Simple.
5. Menyentuh peralatan teknisi tanpa izin

Terakhir tapi juga penting adalah menyentuh peralatan teknisi tanpa izin. Tindakan ini selain dianggap tidak sopan, juga berisiko membuat alat-alat manikur dan pedikur cepat rusak.
Peralatan manikur dan pedikur di salon kuku mungkin terlihat menarik. Akan tetapi, berusahalah menahan diri agar tidak menyentuhnya, terutama jika kamu tidak mempunyai izin dari teknisi salon.
“Bagi saya, menyentuh alat-alat tersebut bisa menunjukkan sikap kurang menghargai dari pelanggan terhadap keahlian teknisi salon. Menyentuh alat tanpa izin juga mengganggu alur kerja teknisi dan meningkatkan risiko kotor pada alat-alat tersebut,” ujar Charloff.
Mendapatkan layanan terbaik di salon kuku memang menjadi hak setiap konsumen. Namun, penting juga menerapkan etika pelanggan yang baik di mana pun kamu berada. Hal ini bertujuan bukan hanya untuk menghindari konflik dan kesalahpahaman, melainkan juga menciptakan suasana yang nyaman bagi semua pihak.


















