Banyak karyawan menyimpan unek-unek soal pekerjaan, tapi memilih diam karena takut dianggap tidak tahu diri. Memberi feedback ke atasan sering dipersepsikan sebagai tindakan nekat yang bisa berujung masalah karier. Padahal, komunikasi kantor yang sehat tidak hanya datang satu arah dari manajemen. Bawahan juga punya peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.
Masalahnya bukan pada niat memberi masukan, melainkan cara menyampaikannya. Tanpa strategi yang tepat, feedback bisa terdengar seperti keluhan atau bahkan perlawanan. Di sinilah komunikasi asertif berperan, agar suara kamu tetap terdengar tanpa merusak relasi profesional. Berikut lima etika memberi feedback ke atasan yang bisa kamu terapkan dengan lebih aman dan elegan.
