Kenapa Karier Paling Banyak Diminati Sekarang Bukan Dokter atau PNS?

- Pendidikan dokter dilihat sebagai proses yang terlalu panjang dan membutuhkan biaya tinggi
- Beban kerja dokter tidak sejalan dengan kualitas hidup yang diinginkan
- Gaji PNS tidak cukup menjawab kebutuhan hidup sekarang
Banyak orang mulai mempertanyakan ulang pilihan kerja yang selama ini dianggap aman, termasuk profesi dokter dan PNS yang dulunya selalu berada di daftar teratas sebagai karier yang paling diminati. Perubahan cara hidup, pola pikir baru, dan akses informasi yang jauh lebih luas membuat keputusan soal karier tidak sesederhana dulu.
Generasi sekarang melihat karier sebagai bagian dari hidup, bukan hanya status sosial atau jaminan gaji. Pergeseran ini membuat pilihan karier yang sebelumnya tidak populer, justru dianggap lebih masuk akal. Berikut pembahasannya.
1. Pendidikan dokter dilihat sebagai proses yang terlalu panjang

Banyak orang sadar bahwa jalur pendidikan dokter bukan sekadar empat tahun kuliah lalu bekerja. Prosesnya berlapis-lapis mulai dari preklinik, koas yang bisa berlangsung dua tahun tanpa gaji, internship, dan proses registrasi yang memakan dokumen serta biaya. Tidak sedikit mahasiswa kedokteran yang harus membayar uang kuliah belasan hingga puluhan juta per semester, bahkan sebelum masuk tahap koas yang jadwalnya sering tidak manusiawi. Beban ini membuat sebagian orang berpikir ulang apakah mereka mampu menyelesaikan tahap panjang ini tanpa dukungan finansial yang kuat.
Di sisi lain, jalur untuk benar-benar mendapatkan penghasilan layak sebagai dokter tidak secepat yang dibayangkan. Banyak dokter umum baru yang bekerja dengan sistem kontrak harian atau per shift, dan pendapatannya tidak selalu stabil. Jika ingin penghasilan yang lebih besar, pilihan spesialisasi kembali membutuhkan biaya yang jauh lebih tinggi dan waktu belajar bertahun-tahun. Realita ini membuat banyak orang merasa jalur ini tidak sesuai dengan kondisi hidup mereka yang ingin lebih cepat mandiri secara finansial.
2. Beban kerja dokter tidak sejalan dengan kualitas hidup yang diinginkan

Banyak orang mulai memperhatikan efek pekerjaan terhadap kesehatan fisik dan mental mereka. Jadwal jaga malam, tanggung jawab klinis yang berat, dan risiko kelelahan kronis membuat profesi dokter tidak selalu terasa ideal bagi orang yang ingin menjaga batas diri. Dalam banyak kasus, dokter muda harus siap bekerja lebih dari delapan jam per hari tanpa jaminan jam pulang pasti. Kondisi ini sering tidak sesuai dengan ritme hidup yang lebih fleksibel yang kini banyak dicari.
Selain itu, dokter yang bekerja di layanan dasar seperti puskesmas atau rumah sakit daerah kerap menghadapi fasilitas terbatas, regulasi yang berubah terus, serta tekanan administratif yang besar. Sebagian dokter muda harus menghadapi situasi yang tidak seimbang antara beban kerja dan kompensasi yang diterima. Ketidakseimbangan ini membuat karier lain yang menawarkan jam kerja lebih stabil terasa lebih masuk akal bagi sebagian orang.
3. Gaji PNS tidak cukup menjawab kebutuhan hidup sekarang

Sekilas menjadi PNS terlihat stabil, tetapi banyak orang mulai melihat detail di baliknya. Gaji pokok PNS golongan rendah di daerah bisa setara atau bahkan lebih kecil dari gaji pegawai swasta level awal, terutama jika tidak ada tunjangan kinerja. Sebagian PNS daerah bahkan masih harus mencari penghasilan sampingan karena gaji bulanan tidak cukup menutup kebutuhan harian. Situasi ini jelas berbeda dari anggapan lama bahwa PNS selalu hidup nyaman.
Selain soal gaji, tidak semua unit pemerintahan memiliki tunjangan yang “wah”. Kementerian tertentu memang memiliki tunjangan besar, tetapi jumlah posisi yang tersedia jauh lebih sedikit dibandingkan jabatan PNS secara keseluruhan. Banyak pelamar akhirnya ditempatkan di daerah dengan peluang karier yang tidak secepat yang dibayangkan. Kondisi ini membuat sebagian orang merasa jalur PNS tidak seatraktif reputasinya.
4. Anak muda lebih tertarik pada karier yang memberi ruang gerak lebih luas

Akses internet membuat banyak orang sadar bahwa peluang kerja tidak terbatas pada profesi yang dulu dianggap mapan. Karier di bidang teknologi, desain, konten digital, atau pekerjaan berbasis keterampilan kini menawarkan pertumbuhan yang cepat tanpa harus melalui jalur pendidikan panjang. Banyak pekerja di bidang ini bisa mulai dari kursus singkat atau portofolio mandiri, yang terasa lebih dekat dengan kenyataan hidup sebagian besar anak muda. Karier ini juga memberi ruang untuk mencoba banyak hal tanpa terikat hierarki kaku.
Selain itu, banyak karier baru yang memberi peluang penghasilan variatif berdasarkan kemampuan, bukan jabatan atau masa kerja. Hal ini terasa lebih realistis bagi mereka yang ingin membangun stabilitas hidup dari nol. Kebebasan dalam menentukan arah kerja membuat sebagian orang merasa lebih berdaya, terutama jika mereka tidak datang dari latar belakang ekonomi yang memungkinkan pendidikan panjang. Karier semacam ini dinilai lebih sejalan dengan gaya hidup yang ingin berkembang cepat.
5. Banyak orang memandang ulang apa yang mereka cari dari sebuah karier

Banyak orang mulai sadar bahwa pilihan karier tidak harus mengikuti ekspektasi lama seperti status, jabatan tetap, atau penilaian keluarga besar. Cara hidup sekarang lebih cepat berubah dan membuat seseorang lebih memperhatikan kondisi sehari-hari, bukan sekadar pencapaian jangka panjang. Keinginan untuk merasa punya kendali atas waktu, energi, dan peluang berkembang jadi pertimbangan utama dalam memilih pekerjaan. Banyak orang tidak ingin terjebak dalam rutinitas yang membuat mereka sulit mengatur hidup pribadi.
Di saat yang sama, orang ingin karier yang membuat mereka merasa berkembang tanpa tekanan berlebihan. Jika suatu profesi membutuhkan pengorbanan besar tetapi tidak memberi imbal balik yang sepadan, pilihan itu menjadi kurang menarik. Pergeseran ini tidak berarti dokter atau PNS menjadi tidak penting, tetapi cara hidup yang berubah membuat pilihan karier ikut berubah. Setiap orang kini mencari karier yang terasa relate untuk kondisi hidup mereka masing-masing.
Pilihan karier sekarang tidak lagi ditentukan oleh anggapan lama soal profesi prestisius, tetapi oleh kebutuhan hidup yang nyata dan sangat personal. Banyak orang ingin bekerja tanpa meninggalkan keseharian yang ingin mereka jaga. Menurutmu, posisi karier impianmu sendiri berubah atau tetap sama sejak beberapa tahun terakhir?



















