Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi burnout (pexels.com/Mikael Blomkvist)
ilustrasi burnout (pexels.com/Mikael Blomkvist)

Setelah bekerja keras selama seharian, tentu kamu butuh waktu untuk memulihkan energi supaya bisa kembali bersemangat menjalani aktivitas di esok hari. Namun, sering kali, usai menutup laptop atau mematikan komputer, pikiranmu belum bisa move on dari pekerjaan.

Saat jam pulang kantor tiba, itu menjadi tanda bahwa aktivitas pekerjaanmu telah selesai. Akan tetapi, banyak orang yang masih kesulitan melepaskan diri dari beban pikiran, sehingga cenderung memikirkan pekerjaan di luar jam kerja.

“Bagi banyak orang, proyek-proyek tersebut belum selesai di penghujung hari,” kata Ashley Smith, PhD, seorang psikolog di Kansas City Missouri yang berspesialisasi dalam kecemasan dan stres, dikutip dari SELF. “Kamu selalu bisa memikirkannya, memeriksa email, atau melakukan lebih banyak lagi seolah tidak punya tombol berhenti,” tambahnya.

Lantas, kebiasaan usai bekerja apa saja yang dapat merusak hari kerjamu berikutnya? Yuk, simak satu per satu supaya kamu tidak melakukan hal-hal yang dapat menurunkan performa kerjamu.

1. Tidak memenuhi kebutuhan dasar

ilustrasi seorang pria mengalami susah tidur (pexels.com/cottonbro)

Tidur, olahraga, dan makan makanan yang bergizi merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Tanpa aspek-aspek tersebut, kamu pasti akan kesulitan saat bekerja ataupun menjalani aktivitas lainnya.

Kebutuhan dasar yang terpenuhi bisa membantumu fokus dan produktif selama bekerja. Sebaliknya, kekurangan vitamin, mineral, protein, dan kurang tidur dapat membuatmu kesulitan dalam menangani sebuah proyek, bahkan untuk tugas yang sederhana sekalipun.

“Banyak proses penting yang terjadi saat kita tidur,” kata Alice Boyes, mantan psikolog klinis, dilansir Huffpost. “Tanpa tidur yang cukup, tubuh kita tidak akan melakukan perbaikan, pembangunan kembali, serta pemulihan yang dibutuhkan setiap hari, baik itu pemulihan fisik, pertumbuhan jaringan, proses memori, dan penyaringan otak. Jika kamu tidak tidur selama tujuh hingga sembilan jam per hari, kamu akan kesulitan menyelesaikan apa pun,” imbuhnya.

2. Terlalu lama menghabiskan waktu di media sosial

ilustrasi bermain ponsel sebelum tidur (pexels.com/SHVETS production)

Banyak orang menganggap bahwa bermain media sosial di luar jam kerja bisa membantu mengistirahatkan pikiran. Padahal kenyataannya, media sosial termasuk sesuatu yang dapat menghambat produktivitas. Menurut Mindy Godding, presiden National Assosiation of Productivity & Organizing Professionals, ketika kita mulai scroll media sosial, di saat itulah ia berusaha untuk mengendalikan kita.

“Bermain medsos dalam waktu yang lama sekilas mungkin terasa seperti relaksasi. Namun faktanya, media sosial sama sekali tidak bekerja menenangkan otak kita,” kata Godding, dilansir Huffpost. “Saat kamu menggunakan perangkat elektronik, secara otomatis otak kamu akan menyerap berbagai informasi dari sana. Kamu mungkin mengira bahwa ini merupakan cara melepaskan stres. Padahal, tindakan tersebut justru memicu otak untuk terus bekerja, sehingga kamu gagal mengisi ulang energi yang seharusnya dipakai untuk hari berikutnya” imbuhnya.

Meskipun sebagian besar orang, terutama yang tinggal di kota atau yang memiliki pekerjaan berhubungan dengan media sosial, tidak dapat melepaskan medsos sepenuhnya. Namun, kamu tetap bisa mengurangi intensitas penggunaanya jika benar-benar tidak diperlukan.  

3. Terlalu sering merenung

ilustrasi seorang wanita merenung (pexels.com/Muhamad Lutfi)

Merenung dapat dimaknai sebagai aktivitas memikirkan sesuatu secara mendalam. Kegiatan ini memang bisa membantu kamu dalam refleksi diri sekaligus mencari ketenangan batin. Namun, tanpa disadari, terus merenungkan hal-hal negatif bisa menguras energi yang seharusnya kamu kumpulkan untuk hari berikutnya.

“Kamu mungkin telah mengalami peristiwa yang sulit atau berusaha untuk mengambil keputusan. Namun, merenungkan sesuatu tidak selalu berarti kamu terlibat dalam proses pemecahan masalah. Sebaliknya, perenungan yang berlebihan, apalagi disertai banyak pikiran negatif justru akan membuatmu kesulitan dalam mencari jalan keluar,” ujar Boyes.

Jika kamu termasuk orang yang sering overthinking, hal yang perlu dilakukan adalah menyadari bahwa hidup memang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Setiap orang pasti mengalami peristiwa yang buruk. Namun, bukan berarti mereka gagal, tidak layak, atau tidak pantas dihargai. Hanya saja peristiwa itu mungkin merupakan bentuk dorongan agar mereka mampu melakukan sesuatu dengan lebih baik.

4. Tidak memiliki rutinitas yang sehat

ilustrasi seorang wanita menulis (pexels.com/Michael Burrows)

Banyak dari kita memilih untuk tidur berjam-jam atau maraton film favorit sepulang kerja. Meskipun rasanya menyenangkan, tapi perlu diketahui bahwa aktivitas tersebut tidak cukup untuk memulihkan energi. Menikmati jam santai bukan berarti tidak melakukan kegiatan apa pun.

Kamu bisa tetap produktif dengan cara-cara yang lebih sehat. Misalnya, membereskan rumah, menulis jurnal, melukis, atau membuat camilan lezat yang bisa kamu santap sewaktu menginginkannya. Tetap menjalani rutinitas yang sehat tidak akan membuatmu kewalahan, sebaliknya ini bisa menjadi salah satu cara pengalihan pikiran dari pekerjaan.  

Sekali lagi, memanfaat waktu senggang di luar jam kerja sangat penting agar energimu kembali pulih dan bisa menjalani hari esok dengan penuh semangat. Oleh sebab itu, hindari hal-hal di atas, jika kamu ingin merasakan waktu bersantai yang sesungguhnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team