Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kerja Keras Tak Dihargai? 7 Cara Biar Kamu Tetap Waras di Kantor

Kerja Keras Tak Dihargai? 7 Cara Biar Kamu Tetap Waras di Kantor
ilustrasi banyak pekerjaan (pexels.com/Gustavo Fring)
Intinya Sih
  • Artikel membahas cara menjaga kewarasan di kantor saat kerja keras tidak dihargai, dengan menekankan pentingnya bersikap tenang dan tetap profesional tanpa harus langsung resign.
  • Ditekankan perlunya mengenali bentuk penghargaan yang kurang, fokus pada hak materi seperti gaji, serta membatasi tanggung jawab agar tidak terbebani secara emosional.
  • Disarankan menerapkan strategi negosiasi, menjaga batas waktu kerja, mencari dukungan rekan senasib, hingga memiliki side job untuk memenuhi kebutuhan apresiasi diri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kehidupan karyawan kantor memang tak lepas dari berbagai drama. Ini karena kamu dan teman kerja setiap hari berinteraksi. Begitu pula dengan atasan yang sering kali penuh tuntutan.

Walaupun jenis pekerjaannya sebenarnya menyenangkan, kamu bisa kehilangan antusiasme sampai stres berat apabila kerja kerasmu kurang dihargai. Baik oleh kawan maupun pimpinan. Tugas-tugas harian sudah cukup membebani, tapi sikap orang-orang di sekitarmu membuatnya terasa jauh lebih berat.

Akan tetapi, tentu gak semua masalah di kantor perlu diselesaikan dengan pengunduran diri. Ada cara yang namanya seni detach diri dari beban kantor. Biar pekerjaan tetap berjalan dengan baik tanpa kamu merasa sangat terbebani oleh rendahnya penghargaan atas kerja kerasmu. Ini semacam sikap cuek sambil tetap menjalankan tanggung jawabmu sebagai pekerja.

1. Identifikasi bentuk penghargaan seperti apa yang gak diperoleh

bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/cottonbro studio)

Lebih mudah untuk siapa pun mengatakan dirinya merasa tidak dihargai dalam pekerjaan. Namun, bisakah kamu memerincinya lagi? Seperti apa persisnya sikap teman atau atasan yang dianggap tidak menghargai kerja kerasmu?

Identifikasi ini penting buat memastikan dirimu tak cuma sedikit-sedikit baper. Apakah kamu merasa tidak dihargai karena hasil kerja kerasmu kerap diklaim oleh orang lain? Pendapatmu tak didengar? Kerja mati-matian, tapi bayaran ala kadarnya? Hasil identifikasi penting buat masuk ke tahap selanjutnya.

2. Asal gaji lancar tak usah terlalu memasukkan hal-hal lain ke hati

bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/Safari Consoler)

Memang tidak dihargai bukan pengalaman yang menyenangkan. Kian keras kerjamu selama ini, kian menyakitkan kalau apresiasi yang sepadan gak diperoleh. Akan tetapi, tempat kerja barangkali memang bukan surga yang akan mengabulkan setiap keinginanmu.

Di antara berbagai kejengkelanmu lantaran kerja keras yang kurang mendapat respons positif, ayo fokus saja ke persoalan gaji. Selama ini pembayaran upahmu beserta bonusnya lancar atau tidak? Kalau kamu mau pikiran lebih enteng dan sanggup terus bekerja di sana, asal hak-hak materi terpenuhi dengan baik, persoalan lain dapat dikesampingkan dulu.

3. Kurangi rasa tanggung jawab atas terlalu banyak hal, fokus jobdesk

beban pekerjaan
ilustrasi beban pekerjaan (pexels.com/cottonbro studio)

Selama ini kamu tipe karyawan yang punya rasa tanggung jawab sangat besar. Dirimu selalu ingin memberikan seluruh kemampuan terbaik buat pekerjaan. Ini membuatmu lebih cermat dan total dalam bekerja dibandingkan teman-teman.

Namun, apabila dari waktu ke waktu kerja kerasmu kurang dihargai, buat apa terus seperti itu? Kamu lebih capek dari semua orang di kantor, tapi tidak mendapatkan perhargaan lebih. Mulai sekarang fokus ke tugas-tugas utamamu saja. Gak usah berusaha memastikan segalanya beres, termasuk hal-hal yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang lain.

4. Menetapkan waktu dirimu tidak mau diganggu urusan pekerjaan

bosan kerja
ilustrasi bosan kerja (pexels.com/www.kaboompics.com)

Seandainya kerja kerasmu amat dihargai, tentu tidak apa-apa jika kamu mau diganggu urusan pekerjaan kapan pun. Ini memang bukan cara hidup yang ideal karena bisa-bisa hampir seluruh energimu tercurah untuk pekerjaan. Akan tetapi, paling gak dirimu masih merasa sepadan dengan penghargaan yang diterima baik dari atasan maupun rekan-rekan.

Pandanganmu dianggap penting oleh mereka. Secara pendapatan juga bagus. Namun, jika kerja kerasmu dipandang sebelah mata seakan-akan semua orang bisa melakukannya, tak usah terlibat terlalu dalam ke urusan pekerjaan. Jam kerja berakhir ya sudah, urusan-urusan seputar kantor menunggu besok saja.

5. Strategi ancaman dan negosiasi

bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/Helena Lopes)

Ketika hasil kerja tidak dihargai seperti yang seharusnya, terus berdiam diri kadang bukan jalan terbaik. Seolah-olah kamu menerima begitu saja perlakuan tersebut. Jangan buru-buru pasrah karena nasib bisa berubah hanya dengan sedikit keberanian untuk melakukan perlawanan.

Perlawanan yang dimaksud tentu bukan secara serampangan apalagi marah seperti anak kecil. Lakukan strategi ancaman dan negosiasi dengan sikap tenang, tapi tanpa sedikit pun keraguan. Misalnya, kamu sering bekerja dobel, tapi bayaran tetap.

Ketika atasan kembali memerintahmu melakukan ekstra pekerjaan, jangan buru-buru menurut atau menolak. Sampaikan bahwa dirimu mau mengerjakannya dengan catatan ada tambahan penghasilannya. Bagaimanapun juga kamu berkorban waktu serta tenaga. Besaran tambahan pendapatan masih bisa dinegosiasikan. Akan tetapi, bila itu sama sekali gak dikabulkan berarti dirimu tak akan mengerjakannya.

6. Kalau bukan cuma kamu yang kurang dihargai, sikapi lebih santai

ngopi di sela kerja
ilustrasi ngopi di sela kerja (pexels.com/Kweku Agyemang Duah jr.)

Tentu rendahnya penghargaan atas kinerja hampir semua karyawan di kantor menunjukkan ketidakberesan pimpinan dan budaya yang dibangun. Hal ini menyebabkan penurunan semangat kerja. Sering kali juga banyak karyawan memilih untuk resign.

Namun, bila mengundurkan diri bukan pilihan yang disukai olehmu, kamu bisa menerapkan cara berpikir yang satu ini. Minimal kamu bukan sedang dianaktirikan di kantor. Dirimu punya banyak teman senasib yang merasakan ketidakpuasan.

Walaupun kalian belum bisa mengubah keadaan, tapi dapat menjalaninya bersama-sama agar terasa lebih enteng. Sistem dan budaya kerjanya memang payah. Namun, kebersamaan kalian dapat menjadi alasan untuk bertahan dan tetap curhat, berkeluh kesah, hingga ketawa bareng.

7. Miliki side job buat memenuhi kebutuhanmu akan respek dan apresiasi

bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/Ninthgrid)

Akan tetapi, manusia memang punya kebutuhan untuk dihargai yang cukup tinggi. Jangankan kaitannya dengan pekerjaan yang sudah menyita pikiran dan tenagamu. Dalam kehidupan sehari-hari seperti interaksi dengan tetangga saja pasti kamu ingin dihargai.

Apabila bersikap santai tidak lagi membuatmu merasa lebih baik sementara resign tak memungkinkan, waktunya cari pekerjaan sampingan. Misal, dirimu merasa gak dihargai karena pendapatmu tak pernah didengarkan di kantor walaupun gaji lancar. Carilah side job yang memungkinkanmu lebih mengaktualisasikan diri dan bukan sekadar menjadi pelaksana perintah.

Barangkali sulit menemukan tempat kerja yang persis sesuai ekspektasimu. Apalagi kaitannya dengan perasaan dihargai yang amat subjektif. Kalau suatu pekerjaan masih menjadi tumpuan hidup, lakukan cara-cara detach di atas supaya kamu tak terlalu stres dan masih sanggup menjalaninya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More