Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Jobdesk Governess, Apakah Sama dengan Guru di Sekolah?
ilustrasi seorang wanita sedang mengajar dua orang anak (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Governess adalah pengasuh profesional yang fokus pada pendidikan dan pembentukan karakter anak usia 5–14 tahun, berbeda dari babysitter atau nanny yang lebih menekankan aspek perawatan harian.
  • Tugas utama governess mencakup mengajar pelajaran dasar hingga bahasa asing, membantu tugas sekolah, membimbing etika sosial, serta menjadi penghubung antara anak, orang tua, dan pihak sekolah.
  • Profesi governess membutuhkan keterampilan pedagogi, komunikasi, dan manajemen waktu; bekerja dengan sistem live-in; serta memiliki kisaran gaji Rp5–15 juta tergantung pengalaman dan latar belakang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Profesi governess barangkali terdengar asing di telinga kita, ya. Beberapa orang lainnya menganggap profesi ini sama dengan babysitter dan nanny. Padahal, ketiganya punya perbedaan fokus, peran, dan tanggung jawab loh. Secara harfiah, governess berarti pengasuh atau perawat anak. Governess adalah orang yang bertugas mendidik, mengasuk, mengurus, hingga mengajarkan cara bersosialisasi anak. Profesi ini juga sering disebut dengan private tutor karena mereka membantu anak dalam proses belajar di sekolah dan membantu perkembangan pendidikannya.

Anak yang dididik atau diasuh oleh governess adalah anak yang umumnya berusia 5–14 tahun. Usia segitu anak sudah masuk sekolah, bukan. Jelasnya, profesi governess ini berfokus pada aspek intelektual dan perilaku anak. Berikut penjelasan detail terkait jobdesk mereka!

1. Tugas dan tanggung jawab utama

ilustrasi seorang wanita sedang mengajarkan seorang anak (pexels.com/www.kaboompics.com)

Seperti telah dikatakan sebelumnya, fokus utama governess itu ada di aspek intelektual dan perilaku anak. Maka, tugas mengurus rumah tangga seperti yang dilakukan oleh asisten rumah tangga gak boleh dikerjakan oleh seorang governess. Ini juga berlaku untuk profesi lainnya yang hanya berfokus pada pendidikan dan pengasuhan anak (seperti halnya babysitter dan nanny). Ada boundary of roles yang perlu diperhatikan dan diimplementasikan.

Supaya lebih jelas, berikut tugas dan tanggung jawab utama seorang governess.

  1. Tutor privat dengan mengajarkan mata pelajaran tertentu, mencakup pelajaran dasar (seperti calistung) maupun pelajaran yang dibutuhkan (seperti bahasa asing)

  2. Membantu anak menyelesaikan tugas sekolah yang sifatnya akademis maupun nonakademis

  3. Memastikan anak siap menghadapi ujian di sekolah

  4. Menyusun jadwal aktivitas harian anak dan memastikan anak mengikuti jadwal tersebut

  5. Mentor karakter dengan mengajarkan anak cara bergaul, bersikap, dan beretiket yang baik

  6. Sebagai penghubung antara pihak sekolah dengan orang tua maupun antara orang tua dengan anak itu sendiri

  7. Menjamin seluruh aktivitas anak berjalan dengan baik meskipun orang tua tidak di rumah

2. Skill dan kualifikasi yang dibutuhkan

ilustrasi seorang laki-laki sedang mengajarkan seorang anak (pexels.com/Ahmet Kurt)

Berdasarkan penjelasan mengenai tugas dan tanggung jawab yang telah dipaparkan sebelumnya, kita jadi memahami bahwa dibutuhkan kualifikasi maupun keterampilan khusus agar seorang governess bisa menjalankan perannya secara profesional dan maksimal. Tanggung jawab governess condong ke arah pedagogi dan pengembangan karakter, maka inilah soft skill serta hard skill yang seharusnya dimiliki mereka.

Soft skill atau keterampilan nonteknis seorang governess

  1. Kesabaran dan empati yang tinggi

  2. Keterampilan komunikasi, termasuk komunikasi interpersonal

  3. Kemampuan memanajemen waktu

  4. Kemampuan beradaptasi

  5. Kemampuan memecahkan masalah

  6. Kepemimpinan

Hard skill atau keterampilan teknis seorang governess

  1. Penguasaan terhadap materi pelajaran

  2. Penguasaan bahasa asing

  3. Kemampuan pedagogi dan metodologi pengajaran

  4. Etiket dan tata krama

  5. Kemampuan merancang lesson plan atau jadwal aktivitas harian

  6. Pengetahuan dasar pertolongan pertama

3. Jenjang karier dan prospek gaji

ilustrasi anak sedang melukis (pexels.com/studio cottonbro)

Governess itu tinggal bersama keluarga anak yang diasuhnya. Biasanya tempat kerja governess adalah rumah pribadi dengan sistem live-in. Inilah yang membedakan governess dengan tutor privat pada umumnya. Nah, karena pekerjaannya yang privat, jenjang karier dan prospek gaji seorang governess amat bergantung pada pengalaman, latar belakang pendidikan, serta profil keluarga yang mempekerjakannya. Hal yang perlu diingat ialah profesi ini gak membuat seseorang stuck dengan kariernya di sana loh. Kalau kamu sudah punya keahlian tertentu, kamu bisa menjadi seorang spesialis di bidang yang memang kamu kuasai itu, misalnya bahasa asing atau musik.

Bagaimana dengan gajinya? Di Indonesia, gaji governess berkisar antara Rp5.000.000–Rp15.000.000 per bulan. Angka ini bukan angka tetap ya karena gaji dipengaruhi oleh beragam faktor. Adapun gambaran standar gaji lainnya seorang governess berdasarkan data dari salah satu Lembaga Penyalur Tenaga Kerja (LPPRT) di Jakarta, Permata Kasih Bunda Indonesia ialah berkisar antara Rp5.000.000–Rp7.000.000 per bulan.

Cukup besar bukan? Gaji governess cenderung lebih besar daripada gaji babysitter dan nanny. Gak hanya itu, nominal tersebut juga merupakan pendapatan bersih. Sistem kerja live-in memungkinkan seorang governess dapat menikmati fasilitas yang ada.

Jadi, apakah kamu tertarik menjadi seorang governess? Kamu yang menyukai anak dan senang berbagi pengetahuan mungkin saja akan menikmati peran sebagai governess. Semoga artikel ini bisa bermanfaat ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team