Ilustrasi departemen HR (pexels.com/Edmond Dantès)
Departemen HR dapat memainkan peran penting dalam mendukung karyawan yang mempertimbangkan untuk mengambil micro-retirement.
“Dengan mendorong komunikasi terbuka, menawarkan pengaturan kerja yang fleksibel, dan menyediakan sumber daya pengembangan karier, tim HR dapat membantu karyawan membuat keputusan yang tepat serta kembali bekerja dengan segar dan berenergi,” kata Mary Jenson, Direktur People and Culture di agensi pemasaran Barbarian, dikutip Work Life.
Dengan mengadopsi konsep ini, organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih mendukung dan empati, yang pada akhirnya meningkatkan kepuasan dan produktivitas karyawan. Adapun industri yang memungkinkan karyawan untuk mengambil micro-retirement biasanya memiliki karakteristik utama tertentu.
Di antaranya; menawarkan jadwal kerja fleksibel, kemampuan untuk bekerja remote, struktur kerja berbasis proyek, serta otonomi individu yang signifikan. Ini memungkinkan pekerja untuk sementara meninggalkan pekerjaan mereka tanpa kehilangan peran dan tanggung jawab profesionalnya.
Contoh industri tersebut meliputi perusahaan teknologi, firma konsultasi, bidang kreatif (seperti desain dan penulisan), beberapa posisi di sektor kesehatan, institusi pendidikan, dan organisasi layanan profesional.