Atasan yang workaholic sering kali menuntut bawahannya untuk mengikuti ritme kerjanya. Tanpa sadar, mereka akan memberikan tugas tanpa memperhitungkan kapasitas dan jam kerja bawahannya sehingga rentan menimbulkan burnout. Dalam situasi seperti ini, karyawan dituntut untuk tetap profesional sekaligus mampu menjaga batas agar kesehatan fisik dan mental tidak terkuras.
Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan kerja yang terus-menerus dapat menurunkan produktivitas, motivasi, bahkan kepuasan kerja. Oleh karena itu, penting untuk memahami strategi yang tepat agar tetap bisa bekerja efektif bersama atasan yang workaholic tanpa harus mengorbankan keseimbangan hidup.
Kamu punya atasan yang workaholic? Beberapa strategi ini bisa kamu terapkan dalam bekerja biar gak burnout.
