Menjadi freelancer sering kali belum dianggap sebagai pekerjaan sungguhan di mata keluarga, karena aktivitasnya tidak selalu terlihat seperti rutinitas kerja pada umumnya. Banyak yang melihat freelance sebagai pekerjaan fleksibel yang bisa dilakukan kapan saja tanpa tekanan yang jelas. Padahal, di balik itu tetap ada tanggung jawab dan tenggat waktu yang harus dipenuhi seperti pekerjaan lainnya.
Perbedaan cara pandang ini sering memunculkan komentar kecil yang terdengar sepele, tetapi cukup sering muncul dalam keseharian. Dari situ, berbagai situasi yang tidak selalu nyaman ikut mewarnai perjalanan seorang freelancer. Berikut beberapa suka duka yang sering dialami.
