5 Alasan Freelancer Usia 35+ Stres saat Ditanya Gak Ingin Kerja Tetap

- Freelancer usia 35+ merasa tertekan saat ditanya soal kerja tetap karena peluang kerja formal makin sempit dan syarat usia sering tak terpenuhi.
- Pertanyaan tentang keinginan kerja tetap membuat mereka merasa profesinya tidak dianggap serius serta masa depannya diragukan.
- Di usia matang, mereka ingin fokus menjalani pilihan hidupnya sebagai freelancer tanpa harus terus menjelaskan atau membenarkan keputusan tersebut.
Saat kamu berbicara dengan orang lain, ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan. Pertama, jelas terkait wataknya yang diketahui olehmu. Hindari berbicara dengan gaya atau topik yang gak pas dengan sifat seseorang.
Kedua, terkadang dirimu juga perlu bersikap bijaksana terkait usia lawan bicara. Beberapa topik yang biasa di antara teman sepantarmu boleh jadi cenderung menjengkelkan bagi orang yang usianya lebih muda atau tua. Seperti pertanyaan apakah seseorang yang bekerja lepas tak ingin melamar menjadi karyawan tetap di kantor apa pun?
Bila umurnya masih 20-an, barangkali ia antusias menjawab pertanyaan tersebut. Baik jawabannya terdengar idealis sekali atau cukup realistis, dia tidak merasa terganggu. Akan tetapi, freelancer usia 35+ stres saat ditanya gak ingin kerja tetap, bahkan mereka bisa sampai susah tidur karena pertanyaan tersebut. Berikut penyebab kegelisahannya.
1. Di usia itu mencari pekerjaan tetap untuk pertama kali sangat sulit

Jika pertanyaan tersebut diajukan kepada pekerja lepas berusia 25 tahun, jawabannya gak terlalu sulit. Usia tersebut masih memenuhi persyaratan di banyak lowongan kerja. Bahkan bila sebelumnya dia tak punya pengalaman kerja kantoran.
Beda dengan orang yang telah berumur 35 tahun ke atas dan selama ini hanya bekerja lepas. Ia tidak memenuhi tiga syarat sekaligus untuk mencari pekerjaan formal. Yaitu, fresh graduate, usia <27 tahun, dan pengalaman kerja di bidang yang sama.
Tekanan mental ketika dia ditanya begitu menjadi jauh lebih besar ketimbang seandainya umurnya jauh lebih muda. Orang ketika merasa berada di jalan buntu akan otomatis stres. Bahkan meski pertanyaan itu sama sekali gak dimaksudkan untuk menyuruhnya melamar kerja. Penanya cuma ingin tahu.
2. Merasa selama ini ia dianggap tidak bekerja

Perasaannya bukan tentang benar atau salah. Ini semata-mata pengaruh dari persepsinya atas pertanyaan 'gak ingin kerja tetap'? Baik bekerja di sebuah kantor, bikin usaha sendiri, atau freelance seperti dirinya, sama-sama dalam koridor bekerja.
Akan tetapi, pertanyaan serupa hampir tidak pernah diajukan pada karyawan kantor. Pertanyaannya menjadi: gak ingin kerja lepas saja? Artinya, ada ketimpangan dalam cara penanya memandang pekerja lepas vs kantoran.
Freelancer dinilai pantas untuk mendapatkan pekerjaan di kantor. Sementara karyawan telah berada di posisi terbaik sehingga tak usah mencari alternatif pekerjaan lain yang lebih berisiko. Padahal, selama ini mereka sama-sama bekerja dengan sungguh-sungguh. Pekerja lepas yang ditanya begitu sontak merasa pekerjaannya tidak dianggap. Mungkin aktivitas kerjanya cuma dikira hobi atau main-main.
3. Masa depannya pun diragukan

Lagi-lagi kamu barangkali sama sekali tak berniat meragukan masa depan seorang pekerja lepas. Akan tetapi, pertanyaan isengmu seputar alih profesi dapat membuatnya berpikir ke situ. Dirimu seakan-akan telah melihat tanda bahaya yang jelas terkait masa depannya kalau dia terus menjadi freelancer.
Sehingga kamu merasa perlu memantik gagasan melamar pekerjaan langsung di hadapannya. Tidak ada masa depan yang pasti. Sikapmu yang seolah-olah meragukan masa depan seseorang bakal bikin dia mendadak ikut khawatir.
Itu membawanya ke situasi yang amat gak nyaman. Bahkan dapat berlangsung lama. Padahal, kalau dipikir-pikir, jelas tidak semua orang di dunia ini bekerja di kantor sebagai karyawan tetap. Akan tetapi, nyatanya mereka semua dapat bertahan dengan cara masing-masing, membangun masa depan, hingga tiba waktunya menikmati masa senja.
4. Ia pun mempertanyakan kembali keputusan hidupnya

Orang yang sudah enjoy menekuni dunia freelance ibarat berkendara di jalan lurus. Segalanya jelas. Dia hanya perlu fokus bergerak ke depan. Namun, pertanyaanmu tentang apakah ia ingin tetap bekerja atau tidak seolah-olah mendadak menempatkannya di persimpangan.
Dia harus memilih antara meneruskan pekerjaan lepasnya dan mengganti arah menjadi karyawan kantor. Meski sepertinya dirimu baru saja memberikan alternatif lain dalam hidupmu, kejutan begini cenderung tidak menyenangkan. Terlebih ketika seseorang sudah menikmati statusnya sebagai freelancer.
Persis seperti ketika kendaraan direm mendadak sebab jalan yang dikira lurus ternyata justru persimpangan. Rasa kaget yang kuat bikin semua penumpang kebingungan. Begitu pula pekerja lepas yang tadinya merasa mantap dengan pilihan hidupnya dapat seketika ragu.
5. Bukan waktunya menjelaskan pilihan hidup, tapi menjalani secara bertanggung jawab

Alasan terakhir freelancer usia 35+ stres saat ditanya gak ingin kerja tetap adalah karena kehidupan yang sedang ia jalani. Pada usia ini, mayoritas orang telah menetapkan keputusan-keputusan dasar dalam hidupnya. Seperti bekerja apa, menikah kalau sudah bertemu orang yang cocok, dan ingin memiliki anak atau tidak. Hidup mereka sebagai orang dewasa benar-benar telah berjalan.
Bukan masih sekadar wacana. Terlalu melelahkan bagi orang berusia di atas 35 tahun untuk menjelaskan pilihan hidupnya. Mereka sudah bergerak menuju 40 tahun! Apalagi terkait pekerjaan yang telah digeluti bertahun-tahun dan masih akan terus berlanjut.
Bagi mereka, tidak ada lagi yang perlu ditanyakan tentang hal ini. Semuanya begitu jelas. Mereka bekerja lepas dan hidupnya baik-baik saja. Hanya itu yang perlu diketahui orang lain dari kehidupan mereka. Bukan keinginan-keinginan yang lebih spesifik.
Situasinya akan berbeda apabila seorang freelancer tidak lagi nyaman dengan pilihan hidupnya. Bisa karena pendapatannya gak cukup untuk kebutuhannya sekarang dan dia perlu alternatif. Pertanyaanmu seputar bekerja tetap barangkali cukup menginspirasinya buat menjajal hal baru.