Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Tips Mencari Pekerjaan Lagi setelah Resign jelang Lebaran, Menyesal?
ilustrasi bikin surat lamaran (pexels.com/Mikhail Nilov)

Momen Idulfitri ternyata bukan hanya tentang mudik dan halalbihalal. Di dunia kerja, ada dua sisi dari Lebaran yang kerap dimanfaatkan baik oleh pengusaha maupun karyawan. Oknum pengusaha nakal dapat secara sepihak melakukan PHK menjelang Idulfitri.

Ini bukan semata-mata waktunya bertepatan, melainkan buat menghindari kewajiban membayar THR. Biasanya pemecatan dilakukan sebulan sebelum masuk Ramadan. Namun, di pihak karyawan pun kadang ada strategi untuk resign mendekati hari raya.

Beda dengan pengusaha, karyawan yang sengaja mengundurkan diri jelang Idulfitri menunggu tunjangannya cair dulu. Ini dinilai menguntungkan mereka karena seakan-akan mendapat gaji dobel. Lumayan buat pesangon daripada resign di waktu lain dan gak mendapatkan apa-apa. Jika kamu keluar dari pekerjaan mendekati hari raya dan hendak mencari pekerjaan baru, perhatikan enam tips berikut.

1. Sebaiknya pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman kerja

ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Melamar pekerjaan secara random alias acak mungkin bukan cara yang efektif untuk mempersingkat masa menganggurmu. Kamu berpikir melamar lowongan pekerjaan apa pun akan memperbesar peluang diterima. Namun, ternyata penyeleksi berkas malah kurang tertarik melihat pengalaman kerjamu yang gak sesuai dengan posisi yang dilamar.

Kamu memang memiliki pengalaman kerja. Akan tetapi, menerimamu untuk posisi tersebut sama dengan mesti melatihmu dari nol. Perusahaan akan lebih suka kalau dirimu memiliki pengalaman di bidang yang sama.

Itu membuatmu benar-benar telah siap buat mulai bekerja. Bahkan pengalaman kerjamu sebelumnya dapat membantu memajukan perusahaan. Bila posisi yang dilamar beda sekali dari pengalaman kerja, dirimu bukan kandidat prioritas.

2. Harus bisa kasih alasan yang baik kenapa resign jelang Lebaran

ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Edmond Dantès)

Kalau kamu gak ditanya soal ini tentu tidak perlu menjelaskannya. Akan tetapi, ada kemungkinan staf HRD yang mewawancaraimu akan sangat fokus dengan pekerjaan terakhirmu. Ia bakal bertanya masa kerjamu berapa lama, kapan persisnya kamu mengundurkan diri, dan alasannya.

Dari pengakuanmu plus data yang tertulis di CV, pihak perusahaan wajar bila merasa waswas melihatmu resign jelang Lebaran. Apalagi jika di pekerjaan-pekerjaanmu sebelumnya juga terdapat pola serupa. Mereka pasti bisa membaca strategimu.

Siapkan alasan yang benar-benar penting dan tidak terdengar terlalu egois. Mungkin sekarang kamu jadi agak pusing memikirkan jawabannya. Namun, ini sekaligus menjadi pelajaran supaya dirimu gak main-main saja ketika hendak mundur dari pekerjaan.

3. Kudu siap bila ada perjanjian gak boleh resign selepas dapat THR

ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Khwanchai Phanthong)

Kamu gak melamar ke perusahaan yang baru berdiri kemarin sore. Dirimu punya pengalaman satu atau beberapa kali keluar dari pekerjaan mendekati hari raya. Tepatnya, selepas THR turun.

Namun, tentu perusahaan lebih berpengalaman menghadapi trik karyawan sepertimu. Sedikit banyak cara resign begitu amat merugikan perusahaan. Lumrah apabila sekarang perusahaan lebih berhati-hati dalam menerima karyawan baru.

Salah satu cara untuk meminimalkan potensi kejadian yang sama berulang ialah dengan mengikatmu melalui perjanjian. Dirimu dilarang mengundurkan diri mendekati hari raya, terutama selepas THR turun. Bila itu tetap dilakukan, kamu barangkali kudu siap kena denda yang nominalnya tidak kecil.

4. Dua pilihan, cari pekerjaan sesuai keinginan atau lebih fleksibel

ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/MART PRODUCTION)

Kamu mengundurkan diri dari suatu pekerjaan tentu ada alasannya. Keputusan itu gak akan diambil apabila semua aspek memuaskan. Apalagi, faktanya dirimu masih butuh bekerja sehingga melamar ke sana kemari.

Dalam kesempatanmu mendapatkan pekerjaan baru, kamu punya dua pilihan. Pertama, mencari pekerjaan yang lebih sesuai dengan keinginanmu. Dirimu tahu poin-poin minus dalam pekerjaan sebelumnya.

Pekerjaan baru ditargetkan mampu menutup kekurangan-kekurangan itu. Hanya saja, mendapatkan pekerjaan dengan kriteria seperti itu apalagi mendekati sempurna tentu susah. Opsi berikutnya adalah kamu bersikap lebih fleksibel biar gak terlalu lama menganggur.

Dari sekian banyak harapan, ambil yang paling prioritas saja. Seperti gaji lebih baik jika di pekerjaan lama penghasilan terlalu rendah. Atau, jam kerja tak terlampau panjang apabila selama ini dirimu kelelahan di kantor lama.

5. Jangan merepotkan saudara, tetangga, dan teman yang kembali ke rantau

ilustrasi siap mencari info loker (pexels.com/Acan Tami)

Mencari pekerjaan di bulan apa pun memang bikin stres. Apalagi jika beberapa lamaran tak ada panggilan sama sekali. Selepas Lebaran, tekanannya bisa lebih besar. Dirimu kadung mendengar begitu banyak pertanyaan tentang pekerjaan atau statusmu sekarang.

Kamu makin ingin secepatnya memiliki pekerjaan lagi. Akan tetapi, besarnya keinginan tersebut jangan membuatmu suka merepotkan siapa saja. Terutama saudara, tetangga di kampung, atau teman yang akan kembali ke rantau.

Gak usah dirimu mencari-cari kesempatan agar bisa ikut mereka ke rantau. Juga jangan mendesak mereka untuk memasukkanmu ke tempat kerjanya. Kalaupun kamu mau minta bantuan, cukup katakan sekali. Bahwa apabila mereka punya info lowongan kerja tolong beri tahu dirimu.

6. Gunakan THR dan salam tempel sebagai modal cari kerja

ilustrasi mencari info loker (pexels.com/Tran Nhu Tuan)

Di posisi pencari kerja, kamu gak punya pendapatan. Namun, bukan berarti dirimu tidak memiliki pengeluran rutin. Apalagi ketika kamu berjuang mencari pekerjaan. Walaupun kantor-kantor yang dilamar tak menerapkan pungutan sepeser pun, biaya tetap ada.

Misal, untukmu mencetak serta mengirimkan surat lamaran. Atau, beli kuota ekstra agar dirimu dapat leluasa mencari informasi lowongan kerja dan mengirimkan lamaran secara online. Plus nanti ketika kamu dipanggil untuk mengikuti tes kerja.

Apabila Lebaran tahun ini kamu masih memperoleh THR bahkan salam tempel dari keluarga, jangan boros. Gunakan uang sebijaksana mungkin. Utamakan pemakaiannya buat modal cari kerja. Jangan sebagian besarnya untuk bersenang-senang dan sisanya baru buat ongkos melamar kerja sana sini.

Sebagian orang berpendapat mencari pekerjaan setelah Idulfitri lebih mudah. Alasannya, beberapa perusahaan juga mempraktikkan PHK sebelum hari raya buat menghemat biaya THR. Namun, sebagai pencari kerja sebaiknya kamu bersiap buat kemungkinan sebaliknya. Tunjangan hari raya dari kantor terakhir sudah ludes, pekerjaan baru belum juga didapat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy