Kamu mungkin pernah mendengar rekan kerja atau atasan berkata, “Tetap semangat, ya!” atau “Yuk, lihat sisi positifnya saja,” bahkan ketika kamu sedang merasa stres atau kelelahan. Walau terdengar menyemangati, ungkapan seperti ini bisa menjadi bagian dari toxic positivity di dunia kerja, yaitu sebuah fenomena ketika tuntutan untuk selalu berpikir positif justru menekan emosi dan pengalaman negatif yang valid.
Berbeda dari optimisme yang sehat, toxic positivity justru mendorong kamu untuk menutupi emosi asli demi menjaga suasana yang "positif". Padahal, emosi negatif seperti frustrasi atau kelelahan adalah sinyal alami dari tubuh dan pikiranmu yang perlu dihargai dan dipahami, bukan diabaikan. Simak uraian berikut, ya.
