Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rumah Bau Apek? Kenali 4 Penyebab dan Tips Ampuh Mengatasinya
ilustrasi karpet rumah (freepik.com/freepik)
  • Bau apek di rumah sering muncul akibat karpet kotor, sirkulasi udara buruk, kebocoran tersembunyi, atau pertumbuhan jamur di area lembap.
  • Membersihkan karpet secara rutin, memperbaiki ventilasi, serta memeriksa kebocoran air jadi langkah penting untuk mencegah aroma tidak sedap.
  • Menjaga kelembapan rendah dan membersihkan jamur segera membantu menjaga rumah tetap segar, sehat, dan nyaman dihuni.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah gak sih, kamu masuk ke salah satu ruangan di rumah lalu langsung mencium aroma apek yang bikin gak nyaman? Bau seperti ini memang sering dianggap sepele, padahal kalau dibiarkan bisa bikin suasana rumah terasa kurang segar dan kurang sehat, lho.

Gak hanya mengganggu hidung, aroma apek juga sering jadi tanda ada masalah tersembunyi di dalam rumah. Mulai dari karpet yang jarang dibersihkan sampai kebocoran yang gak terlihat, semuanya bisa jadi pemicunya.

Kabar baiknya, masalah ini sebenarnya bisa diatasi kalau kamu tahu sumber utamanya. Yuk, kenali empat penyebab rumah bau apek sekaligus tips ampuh untuk mengatasinya sebelum makin parah.

1. Karpet yang jarang dibersihkan

ilustrasi karpet (freepik.com/freepik)

Karpet jadi salah satu penyebab paling umum rumah berbau apek karena materialnya mudah menyerap aroma. Tumpahan minuman, debu, asap rokok, sampai bekas hewan peliharaan bisa menempel lama di serat karpet. Meski permukaannya terlihat bersih, bau sering kali tetap tersimpan di bagian dalam. Gak heran kalau ruangan terasa kurang segar meski sudah sering disapu.

Robin Murphy dari ChirpChirp Cleaning menjelaskan bahwa menyedot debu secara rutin dan melakukan deep cleaning setidaknya setahun sekali penting untuk menjaga aroma rumah tetap fresh. Kamu juga bisa mempertimbangkan jasa pembersih profesional supaya bau yang terjebak lebih maksimal terangkat. Kalau karpet di rumah sudah terlalu lama dipakai, menggantinya dengan lantai yang lebih gampang dibersihkan bisa jadi solusi terbaik. Supaya tetap nyaman di kaki, kamu bisa menambahkan karpet kecil yang washable agar lebih praktis dirawat.

2. Sirkulasi udara kurang lancar

ilustrasi kamar mandi (pexels.com/Andrea Davis)

Udara yang jarang bergerak bikin ruangan terasa pengap dan memicu bau apek. Saat kelembapan terjebak di satu area tanpa ada udara segar yang masuk, aroma lembap akan cepat muncul. Kondisi ini paling sering terjadi di kamar mandi, kamar tidur minim jendela, atau ruang laundry. Semakin lama dibiarkan, baunya bisa makin kuat dan menyebar ke area lain.

Myco Momplaisir, pemilik SuperMaids, menyampaikan bahwa langkah pertama yang paling efektif adalah meningkatkan aliran udara di dalam ruangan. Kamu bisa membuka jendela beberapa menit setiap hari, menyalakan kipas angin, atau memasang exhaust fan kalau memungkinkan. Untuk area kecil yang lembap, produk penyerap kelembapan juga bisa membantu mengurangi bau. Sebaiknya jangan hanya mengandalkan pengharum ruangan, ya, karena itu cuma menutupi aroma tanpa menyelesaikan sumber masalahnya.

3. Ada kebocoran tersembunyi

ilustrasi perbaikan atau servis pipa bocor (freepik.com/pressfoto)

Kalau ruangan yang biasanya wangi tiba-tiba berubah jadi bau apek, bisa jadi ada kebocoran yang gak terlihat. Air yang merembes di balik dinding, bawah lantai, atau area pipa sering memicu aroma lembap yang menetap. Masalahnya, kebocoran seperti ini sering sulit dideteksi dengan mata biasa. Akibatnya, banyak orang baru sadar setelah bau makin menyengat.

Robin Murphy menjelaskan bahwa kebocoran tersembunyi bisa membuat kondisi apek terus berulang. Selain memunculkan bau, rembesan air juga berisiko merusak struktur rumah kalau terus dibiarkan. Kamu sebaiknya segera memeriksa area sekitar plafon, sudut dinding, atau bawah wastafel saat mulai mencium aroma aneh. Kalau sumbernya sulit ditemukan, memanggil teknisi profesional bisa membantu mencegah kerusakan yang lebih besar.

4. Jamur mulai tumbuh

ilustrasi dinding rumah berjamur (unsplash.com/Hydra 4x)

Bau apek juga sangat identik dengan pertumbuhan jamur atau mildew. Jamur gak selalu muncul jelas di dinding, karena kadang tumbuh di handuk, pakaian, lemari, atau wallpaper yang lembap. Area kamar mandi jadi salah satu tempat favorit jamur berkembang karena sering terkena uap air. Itulah kenapa bau apek di area ini sering lebih cepat terasa.

Myco Momplaisir menyarankan bahwa pakaian atau handuk yang berbau apek bisa direndam semalaman dengan campuran setengah cuka dan setengah air untuk membantu menghilangkan aromanya. Kalau jamur terlihat di dinding atau langit-langit, kamu perlu segera membersihkannya supaya gak menyebar. Setelah mandi, biasakan membuka jendela atau menyalakan exhaust fan supaya area cepat kering. Jika jamur terus muncul berulang atau sudah cukup parah, bantuan profesional jadi langkah paling aman karena dampaknya bisa memengaruhi kesehatan.

Rumah yang bau apek sebenarnya bukan masalah sepele, karena sering menjadi tanda ada sumber kelembapan atau kotoran yang belum tertangani. Semakin cepat kamu menemukan penyebabnya, semakin mudah juga mengatasinya sebelum berubah jadi masalah besar.

Mulai dari membersihkan karpet, memperbaiki ventilasi, mengecek kebocoran, sampai membasmi jamur, semua langkah ini bisa bikin rumah terasa lebih nyaman. Dengan perawatan rutin dan sirkulasi udara yang baik, suasana rumah jadi lebih segar, sehat, dan pastinya bikin betah lebih lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team