Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Membangun Rumah Tahan Banjir dan Cuaca Ekstrem yang Kokoh

ilustrasi tips membangun rumah tahan banjir dan cuaca ekstrem
ilustrasi tips membangun rumah tahan banjir dan cuaca ekstrem (pexels.com/Helena Jankovičová Kováčová)

Memiliki hunian yang aman tentu menjadi impian setiap keluarga, apalagi di tengah kondisi alam yang sulit diprediksi belakangan ini. Kamu pasti ingin merasa tenang saat hujan deras mengguyur tanpa harus khawatir air masuk ke dalam ruangan atau struktur bangunan menjadi rusak. Oleh karena itu, kamu perlu tahu tips membangun rumah tahan banjir dan cuaca ekstrem sebagai langkah krusial sebelum mulai merancang pondasi atau melakukan renovasi besar pada tempat tinggalmu.

Guys, perubahan iklim global memang membawa tantangan tersendiri bagi para pemilik rumah di berbagai daerah di Indonesia. Badai yang lebih kuat hingga curah hujan tinggi bisa menyebabkan luapan air, itulah mengapa rumah membutuhkan penanganan konstruksi yang lebih cerdas dan adaptif. Yuk, simak cara berikut agar rumah tetap aman saat ada banjir dan cuaca ekstrem.

1. Meninggikan elevasi lantai dan pondasi

ilustrasi rumah panggung
ilustrasi rumah panggung (pexels.com/Erik Mclean)

Salah satu strategi paling efektif untuk mencegah air masuk ke dalam rumah adalah dengan memperhatikan ketinggian lantai utama. Kamu sebaiknya melakukan survei mandiri terhadap titik banjir tertinggi yang pernah terjadi di area sekitar lahan tersebut selama sepuluh tahun terakhir sebagai acuan dasar. Dengan menaikkan elevasi lantai setidaknya 50-100 sentimeter di atas permukaan jalan, risiko kerusakan interior akibat luapan air dapat diminimalisir secara signifikan.

Selain memerhatikan tinggi lantai, jenis pondasi yang dipakai juga memegang peranan penting dalam menjaga kestabilan bangunan saat tanah menjadi jenuh air, lho. Kamu bisa mempertimbangkan penggunaan pondasi tiang pancang atau konsep stilt house (rumah panggung) jika membangun di area yang sangat rawan terendam. Desain rumah panggung modern saat ini gak hanya berfungsi sebagai pelindung dari banjir, tetapi juga memberikan sirkulasi udara yang lebih baik di bawah bangunan sehingga rumah gak terasa lembap.

2. Memilih material bangunan yang kedap air

ilustrasi mengecat dengan cat waterproof
ilustrasi mengecat dengan cat waterproof (pexels.com/Malte Luk)

Pemilihan material bangunan menentukan seberapa cepat rumahmu bisa pulih setelah terpapar kelembapan tinggi atau genangan air yang tidak terduga. Kamu disarankan menggunakan beton bertulang berkualitas tinggi yang memiliki densitas rapat untuk mencegah perembesan air ke dalam struktur inti bangunan. Hindari pemakaian kayu di area yang bersentuhan langsung dengan tanah, atau pastikan kayu tersebut telah melalui proses pengawetan yang tepat agar lebih tahan terhadap rayap dan pembusukan akibat air.

Untuk bagian interior, pilihlah material lantai seperti keramik, granit, atau batu alam yang lebih mudah dibersihkan dan gak mudah rusak jika terpaksa terendam air. Pemakaian cat dinding khusus yang bersifat waterproof dan weather-resistant juga sangat membantu melindungi dinding dari jamur dan keretakan akibat perubahan suhu yang drastis. Pastikan setiap celah pada sambungan pintu dan jendela ditutup dengan sealant berkualitas agar air hujan yang tertiup angin kencang gak merembes masuk ke dalam rumah, ya.

3. Sistem drainase dan resapan yang optimal

ilustrasi lubang drainase
ilustrasi lubang drainase (waste4change.com)

Rumah yang tangguh gak hanya mampu menahan air, tetapi juga harus mampu mengalirkannya dengan cepat menjauh dari struktur utama. Kamu harus merancang sistem drainase yang terintegrasi dengan baik, mulai dari talang atap yang bersih hingga saluran pembuangan akhir di depan rumah. Pastikan ukuran pipa drainase cukup besar untuk menampung volume air hujan yang sangat tinggi agar gak terjadi penyumbatan yang justru bisa merusak dinding karena rembesan air yang meluap.

Selain mengalirkan air ke saluran publik, kamu juga bisa berkontribusi pada lingkungan dengan membuat sumur resapan atau lubang biopori di halaman rumah. Area terbuka hijau yang cukup luas memungkinkan tanah menyerap air secara alami sebelum air tersebut meluap ke area jalan atau rumah tetangga. Dengan memadukan teknologi drainase modern dan area resapan alami, rumahmu bakal memiliki pertahanan berlapis terhadap risiko genangan air yang berkepanjangan saat musim hujan tiba.


4. Penataan instalasi listrik dan utilitas yang aman

ilustrasi colokan listrik (pexels.com/ Markus Spiske)
ilustrasi colokan listrik (pexels.com/ Markus Spiske)

Salah satu risiko terbesar saat banjir melanda adalah bahaya arus pendek listrik yang bisa mengancam keselamatan nyawa penghuni rumah. Kamu sebaiknya merencanakan posisi stop kontak, sakelar, dan panel listrik (MCB) pada ketinggian minimal 1,5 meter dari permukaan lantai. Dengan meletakkannya di posisi yang lebih tinggi, kamu tetap memiliki kendali penuh terhadap aliran listrik di rumah meskipun air mulai menggenangi area lantai bawah.

Selain instalasi kabel, kamu juga perlu memperhatikan posisi unit outdoor AC dan pompa air agar gak terendam saat cuaca ekstrem melanda. Kamu bisa membuat dudukan beton khusus yang lebih tinggi atau memindahkan perangkat tersebut ke area lantai dua atau balkon yang aman dari jangkauan air. Memastikan semua utilitas utama berada di area kering akan memudahkan proses pemulihan rumah setelah bencana berlalu tanpa perlu mengeluarkan biaya servis yang besar, lho.

5. Desain atap dan struktur tahan angin kencang

ilustrasi desain atap yang tahan api dan angin kencang
ilustrasi desain atap yang tahan api dan angin kencang (pexels.com/esralogy e)

Cuaca ekstrem sering kerap disertai dengan angin kencang yang bisa merusak struktur atap jika gak dirancang dengan sistem penguncian yang benar. Kamu perlu memastikan bahwa rangka atap, baik itu kayu maupun baja ringan, terpasang dengan baut pengunci yang kuat pada struktur kolom beton bangunan. Sudut kemiringan atap yang ideal, yaitu sekitar 30 derajat, dapat membantu memecah tekanan angin sekaligus mempercepat aliran air hujan agar gak mengendap di permukaan atap.

Pemilihan jenis penutup atap juga gak boleh dilakukan secara sembarangan jika kamu ingin hunian tetap aman dari kebocoran saat badai, lho. Pakailah material atap yang memiliki sistem pengunci antar kepingan yang rapat agar gak mudah terlepas atau terbang saat diterjang angin kencang. Selain itu, pemasangan plafon yang kokoh juga berfungsi sebagai pelindung tambahan agar tekanan udara dari luar gak langsung merusak bagian dalam rumah saat cuaca sedang memburuk.

Membangun hunian di era sekarang memang menuntut ketelitian ekstra dalam aspek keamanan dan ketahanan struktur bangunan. Semoga dengan menerapkan berbagai tips membangun rumah tahan banjir dan cuaca ekstrem di atas, kamu telah berinvestasi untuk keselamatan jangka panjang seluruh anggota keluarga. Semoga panduan ini membantumu mewujudkan rumah impian yang tetap nyaman, aman, dan berdiri kokoh meskipun tantangan alam datang silih berganti, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Hal Simpel yang Bisa Kamu Lakuin Saat Lagi Nunggu

09 Jan 2026, 10:11 WIBLife