Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rumah kosong
ilustrasi rumah kosong (pexels.com/MART PRODUCTION)

Intinya sih...

  • Debu dan kotoran tetap masuk tanpa disadari, menumpuk dan merusak permukaan furnitur

  • Kelembapan ruangan tidak terkontrol, menyebabkan jamur, lumut, dan bau tidak sedap berkembang

  • Barang lama tidak pernah disortir, membuat rumah terlihat penuh dan semrawut

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Rumah sering dianggap gak bakal kotor kalau jarang ditempati. Logikanya karena dianggap tidak ada aktivitas, berarti tidak ada kekacauan. Padahal kenyataannya justru sering kebalik. Banyak orang kaget saat kembali ke rumah lama yang kosong beberapa minggu atau bulan, kondisinya malah terlihat kusam, kotor, bahkan rusak.

Fenomena ini cukup sering terjadi, terutama buat kamu yang punya rumah kedua, rumah warisan, atau rumah yang ditinggal sementara saja karena berbagai alasan. Rumah yang jarang ditinggali justru butuh perhatian ekstra. Ada lima alasan yang bikin rumah kosong cepat bikin rusak sebagai berikut!

1. Debu dan kotoran tetap masuk tanpa disadari

ilustrasi vacuum sofa (pexels.com/Jesus Arias)

Salah satu alasan rumah yang jarang ditinggali cepat berantakan adalah debu. Meski pintu dan jendela tertutup rapat, debu tetap bisa masuk lewat celah-celah kecil, ventilasi, atau bahkan terbawa angin dari luar. Debu ini akan menumpuk setiap hari di lantai, furnitur, rak, dan sudut-sudut rumah.

Karena tidak ada aktivitas bersih-bersih, debu yang seharusnya mudah diatasi justru menumpuk tebal. Lama-kelamaan, rumah terlihat kusam dan kotor. Debu yang menumpuk juga bisa bikin bau apek, bahkan merusak permukaan furnitur. Selain debu, kotoran kecil pasir halus, atau serangga mati juga bisa masuk tanpa kamu sadari.

2. Kelembapan ruangan tidak terkontrol

ilustrasi dekorasi ruangan (pexels.com/shvets-production)

Rumah yang jarang ditempati biasanya minim sirkulasi udara. Jendela jarang dibuka, AC atau kipas angin tidak menyala, dan udara di dalam ruangan jadi lembap. Kondisi ini sangat ideal untuk jamur, lumut, dan bau tidak sedap berkembang.

Kelembapan berlebih bisa bikin dinding berjamur, perabot kayu lembap, bahkan kasur dan sofa jadi bau apek. Tanpa disadari, rumah kosong ini justru bisa mengalami kerusakan perlahan akibat udara lembap. Selain itu, lantai bisa terasa lengket, cat dinding mengelupas, dan barang-barang berbahan kain jadi mudah rusak.

3. Barang lama tidak pernah disortir

ilustrasi barang-barang (pexels.com/rdne)

Rumah yang jarang ditempati sering berubah fungsi menjadi gudang barang-barang lama. Kardus, perabot rusak, pakaian yang jarang dipakai, hingga barang-barang sisa pindahan sering dibiarkan menumpuk tanpa disortir. Karena tidak ada urgensi untuk merapikan, barang-barang ini perlahan membuat rumah terlihat penuh dan semrawut.

Debu mudah menempel di tumpukan barang, dan ruang gerak jadi terbatas. Saat kamu kembali ke rumah tersebut, kesan berantakan langsung terasa meski tidak ada aktivitas di sana. Jika tidak disortir dan dibersihkan, rumah kosong bisa berubah jadi gudang yang tak terawat.

4. Tidak ada rutinitas bersih-bersih harian

ilustrasi membersihkan lantai (freepik.com/zinkevych)

Rumah yang dihuni biasanya punya rutinitas bersih-bersih, entah harian atau mingguan. Sebaliknya, rumah kosong sering kali tidak punya jadwal perawatan pasti. Lantai tidak dipel, kamar mandi tidak dibersihkan, dapur dibiarkan begitu saja.

Akibatnya, kotoran kecil yang seharusnya mudah dibersihkan justru menumpuk dan mengeras. Kerak di kamar mandi, debu di sudut lantai, hingga sarang laba-laba di langit-langit muncul makin banyak. Rumah jadi terlihat jauh lebih berantakan saat akhirnya dikunjungi kembali.

5. Banyak hama dan hewan yang bisa masuk ke rumah

ilustrasi tikus (unsplash.com/Joshua J. Cotten)

Rumah yang jarang ditinggali cenderung lebih sepi dan minim gangguan. Kondisi ini jadi tempat menarik bagi hewan kecil seperti tikus, kecoa, cicak, atau serangga lainnya. Mereka bisa masuk lewat celah kecil, saluran air, atau ventilasi.

Begitu masuk, hama bisa membuat rumah semakin berantakan. Tikus bisa merusak kabel atau furnitur, kecoa meninggalkan kotoran, dan sarang serangga muncul di sudut-sudut rumah. Tanpa penghuni, gak ada yang menyadari tanda-tanda awal keberadaan hama ini. Selain berantakan, rumah juga bisa jadi tidak higienis dan kurang aman untuk ditinggali.

Kalau kamu punya rumah yang jarang ditempati, penting untuk tetap memberi perhatian. Dengan perawatan sederhana yang rutin, rumah akan tetap terjaga kebersihannya dan siap digunakan kapan saja saat diperlukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team