Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kesalahan Memilih Warna Cat Eksterior yang Bikin Rumah Cepat Kusam

ilustrasi rumah
ilustrasi rumah (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Memilih warna terlalu gelap untuk dinding luar, bisa membuat warna cepat rusak dan kehilangan kedalaman aslinya.
  • Mengira semua warna cerah aman dari pemudaran, padahal warna cerah tertentu juga cepat pudar akibat sinar UV.
  • Terlalu mengikuti tren warna tanpa cek ketahanan, beberapa warna tren justru cepat berubah ketika terkena panas dan hujan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memilih warna cat eksterior sering dianggap urusan selera, padahal dampaknya bisa terasa bertahun-tahun. Warna yang terlihat menarik saat baru diaplikasikan belum tentu bertahan menghadapi panas dan hujan. Di iklim tropis, sinar UV dan curah hujan tinggi jadi faktor utama yang bikin warna cepat pudar. Kesalahan memilih warna sering baru disadari ketika dinding rumah mulai terlihat kusam dan tidak merata.

Banyak rumah sebenarnya sudah dirancang dengan baik, tapi tampilannya menurun karena warna cat yang kurang tepat. Warna eksterior seharusnya bukan cuma enak dilihat, tapi juga tahan terhadap cuaca ekstrem. Tanpa pertimbangan ini, rumah bisa terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. Yuk, simak lima kesalahan memilih warna cat rumah yang bikin eksterior cepat pudar.

1. Memilih warna terlalu gelap untuk dinding luar

ilustrasi rumah dengan cat hitam
ilustrasi rumah dengan cat hitam (freepik.com/wirestock)

Warna gelap seperti hitam pekat, biru navy, atau marun tua sering dipilih karena memberi kesan elegan dan tegas. Sayangnya, warna-warna ini menyerap panas lebih besar dibanding warna terang. Paparan sinar UV yang terus-menerus membuat pigmen warna gelap lebih cepat rusak. Akibatnya, warna jadi belang dan kehilangan kedalaman aslinya.

Di area rumah yang langsung menghadap matahari, warna gelap bekerja ekstra keras untuk bertahan. Permukaan dinding lebih cepat panas dan mempercepat proses pemudaran. Jika tetap ingin kesan tegas, warna gelap sebaiknya hanya digunakan sebagai aksen. Kombinasi dengan warna netral yang lebih terang akan jauh lebih aman.

2. Mengira semua warna cerah aman dari pemudaran

ilustrasi rumah dengan cat warna kuning
ilustrasi rumah dengan cat warna kuning (freepik.com/GarryKillian)

Banyak orang berpikir warna cerah selalu lebih tahan panas, padahal tidak selalu begitu. Warna seperti merah terang, kuning menyala, atau oranye cerah justru termasuk cepat pudar. Pigmen cerah tertentu bereaksi lebih agresif terhadap sinar UV. Dalam waktu singkat, warnanya bisa berubah kusam atau tampak keabu-abuan.

Kesalahan memilih cat rumah sering terjadi karena hanya melihat tampilan awal. Warna cerah memang mencuri perhatian saat baru diaplikasikan. Namun tanpa perlindungan yang tepat, warnanya sulit bertahan lama. Inilah sebabnya warna cerah perlu pertimbangan ekstra sebelum dipakai untuk eksterior.

3. Terlalu mengikuti tren warna tanpa cek ketahanan

ilustrasi rumah
ilustrasi rumah (freepik.com/freepik)

Warna tren sering terlihat menarik karena terasa modern dan kekinian. Misalnya warna sage green, terracotta, atau abu-abu kebiruan yang sedang populer. Namun tidak semua warna tren dirancang untuk menghadapi cuaca luar ruangan. Beberapa di antaranya justru cepat berubah ketika terkena panas dan hujan.

Kesalahan ini muncul karena fokus pada estetika jangka pendek. Padahal, warna cat eksterior cepat pudar biasanya berasal dari pigmen yang kurang stabil. Tren bisa berganti, tapi rumah akan terus terpapar cuaca. Memilih warna yang timeless sering kali lebih bijak untuk jangka panjang.

4. Tidak menyesuaikan warna dengan intensitas hujan

ilustrasi rumah dengan cat warna cerah
ilustrasi rumah dengan cat warna cerah (freepik.com/freepik)

Curah hujan tinggi juga berpengaruh besar pada ketahanan warna cat. Warna seperti biru muda, krem pucat, atau pastel lembut lebih mudah menunjukkan bekas luntur. Saat hujan turun terus-menerus, air membawa partikel yang bisa merusak lapisan cat. Akibatnya, warna terlihat belang dan tidak rata.

Kesalahan memilih warna tanpa mempertimbangkan lingkungan sekitar cukup sering terjadi. Rumah di daerah dengan hujan tinggi butuh warna yang lebih stabil. Jika tidak, tampilan dinding akan cepat terlihat kotor. Penyesuaian warna dengan kondisi cuaca sangat menentukan hasil akhirnya.

5. Mengabaikan kualitas cat demi warna favorit

ilustrasi laki-laki mengecat dinding
ilustrasi laki-laki mengecat dinding (freepik.com/freepik)

Sebagus apa pun pilihan warnanya, kualitas cat tetap jadi penentu utama. Banyak orang terjebak memilih warna favorit tanpa memperhatikan spesifikasi produk. Cat dengan pigmen rendah dan minim pelindung UV lebih cepat pudar. Dalam waktu singkat, warna kehilangan intensitasnya.

Tips memilih cat yang tepat bukan cuma soal warna, tapi juga daya tahan terhadap panas dan air. Cat berkualitas biasanya punya perlindungan UV yang lebih baik. Dengan kualitas yang tepat, warna eksterior akan bertahan lebih lama. Rumah pun tetap terlihat segar meski terpapar cuaca ekstrem.

Memilih warna cat eksterior perlu lebih dari sekadar mengikuti selera atau tren. Warna yang tepat akan menjaga tampilan rumah tetap cerah dan terawat lebih lama. Dengan menghindari kesalahan umum ini, kamu bisa menghemat biaya perawatan sekaligus menjaga estetika. Yuk, lebih cermat memilih warna agar rumah gak cepat kusam dan tetap enak dipandang setiap hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Life

See More

Ramalan Shio 21 Januari 2026, Shio Kelinci Lebih Santai Jalani Hari

20 Jan 2026, 22:00 WIBLife