Tanaman sering dianggap sebagai hobi yang membutuhkan waktu dan perhatian cukup banyak. Ada jadwal menyiram, mengganti media tanam, memastikan cahaya cukup, sampai memeriksa apakah muncul tanda-tanda tanaman sedang kurang sehat. Gambaran seperti ini kadang membuat sebagian orang ragu memulai hobi menanam. Apalagi kalau aktivitas sehari-hari sudah cukup padat dan rasanya sulit menyediakan waktu ekstra.
Di tengah kondisi seperti itu, succulent sering muncul sebagai 'penyelamat' bagi orang yang ingin punya tanaman tanpa ribet. Bentuknya lucu, ukurannya relatif kecil, dan banyak orang mengatakan tanaman ini bisa bertahan meski kadang terlupakan. Gak sedikit juga yang menyebut succulent sebagai tanaman untuk si pelupa. Namun pertanyaannya, apakah succulent benar-benar bisa hidup tanpa perhatian intensif?
