Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Manfaat dan Efek Samping Asam Hipoklorit untuk Kulit

Manfaat dan Efek Samping Asam Hipoklorit untuk Kulit
ilustrasi menggunakan spray di wajah (pexels.com/karolinagrabowska)
Intinya Sih
  • Asam hipoklorit dikenal memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi yang membantu melawan bakteri penyebab jerawat serta menenangkan kulit sensitif tanpa membuatnya kering.
  • Kandungan ini mendukung penyembuhan luka dan menjaga kebersihan area kulit berkat kemampuannya mencegah infeksi, sehingga sering digunakan dalam perawatan medis maupun dermatologi.
  • Meski tergolong lembut, penggunaan berlebihan dapat memicu iritasi atau mengganggu keseimbangan mikrobioma kulit, sehingga disarankan pemakaian bijak sesuai kondisi masing-masing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Asam hipoklorit (hypochlorous acid) merupakan salah satu kandungan skincare yang awalnya digunakan dalam dunia medis sebagai disinfektan. Kini, bahan ini banyak ditemukan dalam berbagai produk perawatan kulit, seperti facial spray, toner, hingga pembersih wajah berkat sifat antimikroba dan antiinflamasinya.

Meski disebut “asam”, asam hipoklorit berbeda dari bahan eksfoliasi seperti asam salisilat atau asam glikolat. Kandungan ini bekerja dengan membantu menjaga kesehatan kulit, terutama bagi pemilik kulit sensitif. Lantas, apa saja manfaat dan efek samping asam hipoklorit untuk kulit? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat

ilustrasi wanita sedang memeriksa keadaan kulit (pexels.com/olly)
ilustrasi wanita sedang memeriksa keadaan kulit (pexels.com/olly)

Salah satu manfaat utama asam hipoklorit untuk kulit adalah kemampuannya melawan mikroorganisme, termasuk bakteri yang dapat berperan dalam munculnya jerawat. Kandungan ini membantu membersihkan permukaan kulit dari mikroba penyebab masalah kulit tanpa membuat kulit terasa terlalu kering.

Dibandingkan benzoil peroksida yang bekerja lebih kuat melawan bakteri penyebab jerawat, asam hipoklorit cenderung lebih lembut sehingga cocok untuk kulit sensitif. Meski dapat membantu mengurangi jerawat, bahan ini tetap bukan pengganti utama karena masalah jerawat juga berkaitan dengan produksi minyak dan pori-pori tersumbat.

“Pada kondisi seperti jerawat atau rosacea, ketika mungkin terdapat lebih banyak bakteri proinflamasi dan mikroba lainnya, asam hipoklorit dapat sangat membantu,” ujar Dr. Robert Finney, MD, FAAD, seorang dokter kulit bersertifikat dan Pendiri Soho Skin and Hair Restoration, dikutip dari Women’s Health.

2. Menenangkan peradangan dan kemerahan kulit

ilustrasi perempuan membersihkan wajah (pexels.com/polinatankilevitch)
ilustrasi perempuan membersihkan wajah (pexels.com/polinatankilevitch)

Asam hipoklorit memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu menenangkan kulit yang mengalami kemerahan, iritasi, dan peradangan. Kemampuan ini membuatnya berpotensi membantu mengurangi gejala pada beberapa kondisi kulit inflamasi, seperti eksim, rosacea, dermatitis, dan psoriasis.

Selain membantu meredakan rasa tidak nyaman pada kulit, kandungan ini juga dapat menjadi pilihan bagi pemilik kulit sensitif yang mudah bereaksi terhadap bahan aktif tertentu. Sifatnya yang lembut membuat asam hipoklorit lebih mudah ditoleransi dibandingkan beberapa produk perawatan kulit yang memiliki efek lebih kuat.

“Karena membantu memperbaiki kulit, asam hipoklorit dapat digunakan untuk membantu menenangkan kemerahan dan peradangan,” ujar Dr. Marisa Garshick, MD, seorang dokter kulit bersertifikat dari MDCS Dermatology, dikutip dari Byrdie.

3. Mendukung penyembuhan luka dan mencegah infeksi

ilustrasi membersihkan wajah (pexels.com/miriamalonso)
ilustrasi membersihkan wajah (pexels.com/miriamalonso)

Asam hipoklorit juga memiliki manfaat dalam membantu proses penyembuhan luka karena dapat membantu menjaga area luka tetap bersih. Sifat antimikrobanya membantu mengurangi risiko pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi.

Karena manfaat tersebut, asam hipoklorit banyak digunakan dalam dunia medis untuk membantu perawatan luka, termasuk luka setelah operasi maupun prosedur dermatologi. Meski begitu, penggunaan pada luka tetap perlu dilakukan sesuai arahan tenaga medis agar proses pemulihan berjalan dengan baik.

“Asam hipoklorit merupakan pembunuh mikroorganisme yang kuat karena sifat antibakteri dan antiinflamasi membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk luka dan kulit yang mengalami kerusakan,” ujar Dr. Azadeh Shirazi, MD, seorang dokter kulit bersertifikat dan pendiri AziMD, dikutip dari Byrdie.

4. Membantu menjaga keseimbangan skin barrier

ilustrasi wanita menggunakan krim wajah (pexels.com/anntarazevich)
ilustrasi wanita menggunakan krim wajah (pexels.com/anntarazevich)

Selain melawan mikroorganisme, asam hipoklorit dapat membantu menjaga lingkungan kulit tetap bersih dan seimbang. Kondisi kulit yang sehat dan seimbang penting untuk mempertahankan fungsi skin barrier agar mampu melindungi kulit dari paparan iritan dan faktor lingkungan.

Penggunaan asam hipoklorit dalam bentuk spray atau toner juga dapat membantu membuat kulit terasa lebih nyaman tanpa memberikan sensasi berat atau berminyak. Namun, manfaatnya tetap bergantung pada kondisi kulit masing-masing serta kombinasi produk lain dalam rutinitas skincare.

5. Dapat memicu iritasi pada kulit tertentu

ilustrasi wanita membersihkan wajah (pexels.com/ekaterinabolovtsova)
ilustrasi wanita membersihkan wajah (pexels.com/ekaterinabolovtsova)

Meski dikenal sebagai bahan yang lembut, asam hipoklorit tetap dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang, terutama jika digunakan terlalu sering atau dalam konsentrasi tinggi. Reaksi yang mungkin muncul antara lain kemerahan, rasa gatal, kulit kering, hingga sensasi terbakar.

Untuk mengurangi risiko tersebut, sebaiknya lakukan uji tempel (patch test) sebelum menggunakannya pada seluruh wajah. Jika muncul reaksi seperti ruam, rasa perih, atau iritasi yang menetap, penggunaan produk sebaiknya dihentikan dan dikonsultasikan dengan dokter kulit.

“Seperti halnya sesuatu yang baik, terlalu banyak juga bisa menjadi buruk, dan bahkan asam hipoklorit dapat menyebabkan iritasi jika digunakan secara berlebihan,” ujar Dr. Robert Finney.

6. Berpotensi memengaruhi keseimbangan mikrobioma kulit

ilustrasi wanita sedang memeriksa keadaan kulit (pexels.com/ivan-samkov)
ilustrasi wanita sedang memeriksa keadaan kulit (pexels.com/ivan-samkov)

Kulit memiliki mikrobioma, yaitu kumpulan mikroorganisme baik yang membantu menjaga perlindungan alami dan kesehatan kulit. Karena asam hipoklorit bekerja dengan mengurangi jumlah mikroba, penggunaan berlebihan secara teori dapat memengaruhi keseimbangan mikroorganisme tersebut.

Namun, hingga saat ini, belum ada bukti kuat bahwa penggunaan asam hipoklorit dalam kadar yang sesuai dapat menyebabkan gangguan serius pada mikrobioma kulit. Meski demikian, penggunaan tetap perlu dilakukan secara bijak agar tidak mengganggu keseimbangan alami kulit.

Asam hipoklorit memang menawarkan berbagai manfaat untuk kulit, terutama bagi yang memiliki masalah jerawat atau kulit sensitif. Namun, tetap gunakan secukupnya agar kulit tetap sehat tanpa mengalami iritasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari

Related Articles

See More