5 Pertimbangan Beli Lemari Plastik, Kayu, atau Besi

- Lemari besi paling kuat dan awet, meskipun harganya lebih tinggi daripada kayu atau plastik.
- Kayu lebih kuat daripada plastik namun bisa berbubuk, sementara plastik memadai untuk bahan pakaian ringan.
- Lemari plastik mudah dipindahkan dan cocok untuk ruangan yang belum pasti ukurannya.
Dibandingkan lemari, pakaian jelas lebih penting karena setiap hari dikenakan. Namun, kalau pakaian tidak disimpan dalam lemari tentu berantakan. Misalnya, pakaian yang sudah dicuci, disetrika, dan dilipat rapi cuma ditaruh dalam kardus atau tas-tas plastik besar.
Nanti pasti pakaianmu berantakan lagi. Kamu juga kesulitan mencari pakaian yang diperlukan. Cuma butuh pakaian tertentu saja, satu tas diaduk-aduk. Itu pun belum tentu ketemu dan dirimu kudu pindah ke tas lain.
Lebih enak memang ada lemari pakaian. Bahan lemari dapat plastik, kayu, atau pelat besi. Untukmu yang baru pindah dan belum memilikinya, kamu mesti mempertimbangkan lima hal berikut sebelum beli lemari plastik, kayu, atau besi. Dari harga sampai bobot, semuanya perlu dipikirkan sebelum dirimu membelinya.
1. Kalau cari yang paling kuat, besi jawabannya

Dari tiga material yang umum digunakan untuk membuat lemari, pelat besi jelas paling awet. Ini sebabnya harganya juga relatif lebih tinggi daripada lemari kayu apalagi plastik. Tentu selama lemari kayu yang dibandingkan bukan dari kayu jati.
Lemari besi simpel dengan lebar 90cm saja dibanderol sekitar 1,5 juta rupiah ke atas. Lemari kayu sederhana hanya setengahnya atau 1 juta rupiah lebih sedikit. Sementara lemari plastik lebih murah lagi. Dari harga 100 atau 200 ribuan pun ada.
Dengan lemari besi, kamu mungkin seumur hidup tak perlu lagi membeli lemari pakaian. Kecuali, kalau satu lemari tak cukup buat menampung pakaianmu. Agak mahal di awal, tetapi masa pakainya panjang.
2. Kayu umumnya lebih kuat daripada plastik, tapi bisa berbubuk

Kalau menurutmu lemari besi terlalu mahal atau terkesan mewah, lemari kayu bisa dipilih. Kayu umumnya lebih kuat daripada plastik dalam menahan beban. Kayu tidak mudah pecah atau melengkung seperti plastik bila menopang beban yang cukup berat.
Namun, jenis kayu banyak sekali. Ini membuat perbedaan kekuatan dan harga antarlemari kayu bisa besar. Ada lemari kayu yang dihargai kurang dari 1 juta rupiah. Ada pula lemari kayu yang lebih kokoh dan tentu saja lebih mahal.
Akan tetapi, lemari kayu bukannya gak punya kelemahan. Makin murah dan ringan, biasanya kualitas kayu kurang baik. Lemari akan mudah berbubuk yang bikin pakaian kotor. Kemudian lemari keropos dan hancur.
3. Plastik masih memadai asal bahan pakaian ringan

Lemari plastik memang murah. Namun, murah tidak selalu berarti murahan. Ada lemari plastik yang cukup tebal sehingga gak gampang melengkung apalagi pecah saat digunakan untuk menyimpan pakaian.
Lemari plastik yang lebih mahal biasanya didesain mirip lemari kayu atau besi. Ada gantungannya dan dilengkapi kaca. Kamu bisa memilih lemari plastik apabila baju-bajumu berbahan cukup ringan. Jumlahnya juga tidak terlalu banyak.
Bila bahan pakaianmu didominasi jenis yang tebal dan berat seperti jeans, mungkin lemari plastik kurang tepat. Kalau ada beberapa pakaian berbahan cukup berat, dirimu dapat menaruhnya di rak paling bawah lemari plastik. Ini lebih aman daripada rak-rak di atasnya.
4. Lemari plastik juga mudah dipindahkan

Keunggulan lemari plastik bukan hanya dari harganya yang miring. Bobot kosongnya yang ringan memudahkanmu buat memindahkannya kapan saja. Bahkan tanpa perlu bantuan siapa pun.
Beda dengan lemari kayu atau besi. Sama-sama kosong, kamu sulit memindahkannya seorang diri. Jangankan dirimu memindahkan lemari kayu atau besi ke ruangan lain. Kamu hendak menggesernya saja barangkali tidak bergerak sesenti pun.
Jika dirimu baru menghuni sebuah rumah biasanya belum tahu pasti sudut yang tepat buat lemari pakaian. Kamu masih perlu mencoba-coba menempatkan lemari di berbagai sisi ruangan. Belum nanti ditambah perabot lain seperti meja belajar. Dengan lemari plastik, kapan pun kamu merasa penempatannya kurang pas dapat disesuaikan kembali.
5. Apa pun pilihannya, ukur ruangannya dulu

Kamu hendak membeli perabot apa pun penting untuk terlebih dahulu mengukur setiap sisi ruangan. Jangan sampai dirimu membeli perabot yang terlalu besar. Termasuk lemari pakaian.
Kalaupun lemari masih muat di dalam kamar bisa kurang estetik. Supaya ruangan tidak terlampau penuh, hendaknya ukuran lemari tidak memenuhi dari sudut ke sudut. Jika lemari pakaian hendak ditaruh di sisi yang ada pintunya, pastikan pintu bisa dibuka dan ditutup dengan leluasa.
Jangan sampai pintu terganjal oleh lemari. Sekalipun pintu lemari dilengkapi kunci, apabila pintu kamar tidak dapat ditutup malah menjadi gak aman. Kasih jarak 15 atau 20cm dari bagian kunci pada bingkai pintu atau batas daun pintu ketika dibuka penuh.
Saat kamu baru mengisi rumah, lemari pakaian dapat menjadi prioritas setelah tempat tidur dan kompor terbeli. Tanpa lemari, tas atau kardus berisi pakaian akan menyulitkan kamu ketika menyapu dan mengepel lantai. Semuanya mesti diangkat serta dipindah ke sana kemari. Oleh sebab itu, sebelum beli lemari plastik, kayu, atau besi, pertimbangkan lima hal di atas, ya!

















