Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Cek Kondisi Tas Kulit Bekas, Perhatikan sebelum Membeli!

Tas kulit
ilustrasi tas kulit (pexels.com/Fernanda Simões)
Intinya sih...
  • Perhatikan tekstur dan permukaan kulitnya
  • Cek bentuk dan struktur tasnya
  • Periksa resleting, engsel, dan bagian metal
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tas kulit bekas jadi salah satu fashion item yang banyak dicari. Di pasar thrift, kamu bisa mendapatkan barang berkualitas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Banyak tas premium yang tahan bertahun-tahun, jadi kondisi second pun masih sangat layak pakai.

Namun, gak semua tas kulit bekas dirawat dengan benar, dan kadang kerusakan bisa gak terlihat sekilas. Kalau kamu asal tergiur harga murah, bisa saja kamu malah dapat tas yang butuh perbaikan atau gak bisa dipakai lama. Berikut lima cara yang bisa jadi panduan supaya kamu gak salah pilih!

1. Perhatikan tekstur dan permukaan kulitnya

Tas kulit
ilustrasi tas kulit (pexels.com/SevenStorm)

Hal pertama yang wajib kamu cek adalah kondisi kulit itu sendiri. Kulit asli punya karakter yang unik, tekstur dan pola seratnya gak pernah benar-benar sama. Kalau tasnya masih bagus, kulitnya akan terasa lembut, lentur, dan berikilau. Sebaliknya, kalau kulit sudah mulai retak, kering parah, warnanya pudar, tandanya tas gak dirawat.

Jika kamu beli secara online, minta penjual untuk mengirim foto close-up dari permukaan kulit. Seperti bagian bawah, sudut tas, atau sisi dekat resleting. Kalau kamu beli langsung, coba raba permukaannya dan lihat apakah ada retak halus. Tas berbahan full-grain biasanya lebih tahan lama, tapi tetap bisa rusak kalau disimpan di tempat lembap.

2. Cek bentuk dan struktur tasnya

tas
ilustrasi tas (pexels.com/Travel with Lenses)

Struktur tas kulit asli akan tetap kokoh meski dipakai bertahun-tahun. Tas kulit bekas yang disimpan asal-asalan bisa kehilangan bentuknya, terutama kalau ditumpuk, dijemur terlalu lama, atau disimpan tanpa stuffing. Perhatikan apakah tas terlihat mengempis, melengkung, atau bagian sisinya mengendur. Tas dengan frame keras biasanya lebih mudah terlihat perubahannya, sementara tas model slouchy lebih lembut.

Struktur yang sudah rusak biasanya butuh perbaikan profesional, dan harganya bisa cukup mahal. Selain itu, lihat area jahitan yang menopang bentuk tas. Kalau benangnya sudah longgar, tusukannya gak rapi, atau ada bagian yang hampir terlepas, sebaiknya pikir dua kali sebelum membeli.

3. Periksa resleting, engsel, dan bagian metal

Tas kulit
ilustrasi tas kulit (pexels.com/Vie Studio)

Tas kulit bekas yang masih bagus biasanya punya bagian yang tetap kokoh. Metal parts seperti gesper, ring, dan resleting adalah komponen yang sering menunjukkan kondisi tas sebenarnya. Periksa apakah warnanya masih bagus atau sudah berubah menjadi kusam atau menghitam. Perhatikan juga apakah ada karat karena itu bisa memengaruhi fungsi dan estetika tas.

Coba buka-tutup resleting beberapa kali. Kalau seret, macet, atau harus ditarik kuat, mungkin relnya sudah aus. Resleting yang rusak biasanya membutuhkan penggantian total, dan untuk tas kulit, biayanya mahal. Jangan lupa cek kaki tas, kancing magnet, dan ring yang menghubungkan tali. Bagian kecil ini sering dianggap sepele, padahal kalau sampai lepas, bisa sulit memperbaikinya.

4. Lihat kondisi bagian dalam tas

Tas kulit
ilustrasi tas kulit (pexels.com/Alexey Demidov)

Banyak orang hanya fokus pada bagian luar tas sampai lupa memeriksa bagian dalamnya. Periksa apakah lapisannya masih bersih, bebas noda, atau apakah ada bagian yang mengelupas. Bahan interior seperti suede, kain poliester, atau kulit sintetis bisa lebih cepat rusak dibanding bagian luar tas, jadi penting buat memastikan kondisinya masih layak.

Kalau tas pernah dipakai untuk menyimpan kosmetik, sering muncul noda yang sulit dibersihkan. Bau tidak sedap dari interior juga bisa jadi tanda kalau tas jarang diangin-anginkan. Coba cek juga kantong kecil di bagian dalam. Selain itu, pastikan tidak ada sobekan di bagian lining yang bisa membesar seiring pemakaian. Kalau sobekannya kecil dan bisa dijahit, itu masih bisa diperbaiki.

5. Cium aromanya dan pastikan tidak ada bau aneh

Tas kulit
ilustrasi tas kulit (pexels.com/Vishwanth PindiBoina)

Tas kulit punya aroma khas yang biasanya hangat dan earthy. Kalau aromanya berubah jadi bau apek, bau lembap, atau bau kimia yang menyengat, itu bisa jadi tanda kalau tas disimpan di tempat yang salah atau pernah berjamur. Bau jamur bisa sangat sulit dihilangkan, bahkan setelah dibersihkan.

Ketika mengecek tas secara langsung, dekatkan tas ke hidung dan cium di beberapa bagian, seperti interior, dekat resleting, dan sudut tas. Bau kulit asli yang berkualitas biasanya tetap bertahan meski sudah digunakan lama. Sementara bau asing menunjukkan kondisi tas yang sudah mulai rusak.

Membeli tas kulit bekas bisa menguntungkan, terutama kalau kamu menemukan barang berkualitas dengan harga miring. Dengan lima cara di atas, kamu bisa memastikan tas yang kamu beli gak hanya bagus, tapi juga layak pakai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Checklist Perawatan Kucing untuk Mencegah Over Grooming

30 Nov 2025, 22:49 WIBLife