Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Memulai Gaya Hidup Zero Waste di Kos, Mulai dari Kebiasan Kecil
ilustrasi zero waste (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Tinggal di kos sering kali membuat seseorang merasa sulit menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Keterbatasan ruang, fasilitas bersama, hingga kebiasaan membeli makanan siap saji membuat sampah plastik mudah menumpuk setiap hari. Padahal, memulai gaya hidup zero waste tidak harus dilakukan secara ekstrem.

Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten justru mampu memberikan dampak besar bagi lingkungan. Konsep zero waste juga tidak berarti menghasilkan nol sampah sama sekali, melainkan berusaha mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

1. Mulailah dari audit sampah harian

ilustrasi memilah sampah organik (pexels.com/shvets-production)

Langkah pertama menuju gaya hidup zero waste adalah mengetahui jenis sampah yang paling sering dihasilkan. Selama beberapa hari, cobalah mengamati apakah sampah yang paling banyak berasal dari bungkus makanan, botol minuman, tisu, atau kantong plastik. Dengan mengetahui sumber utamanya, kamu akan lebih mudah menentukan perubahan yang perlu dilakukan.

Setelah itu, buat target sederhana. Misalnya, mengurangi pembelian air minum kemasan, membawa wadah makan sendiri saat membeli makanan, atau mulai menggunakan tas belanja lipat. Target kecil lebih mudah dipertahankan dibanding langsung mengubah seluruh kebiasaan sekaligus.

"Tolak apa yang tidak kamu butuhkan. Kurangi apa yang kamu butuhkan (dan tidak dapat kamu tolak). Gunakan kembali apa yang kamu konsumsi (dan tidak dapat kamu tolak atau kurangi). Daur ulang apa yang tidak dapat kamu tolak, kurangi, atau gunakan kembali. Buang (komposkan) sisanya," kata pelopor gerakan zero waste sekaligus penulis buku "Zero Waste Home" Bea Johnson kepada Penguin Random House.

2. Ganti barang sekali pakai dengan barang yang dapat digunakan berulang

ilustrasi zero waste (pexels.com/cottonbro studio)

Sebagian besar sampah di kos berasal dari produk sekali pakai, seperti botol air mineral, sedotan plastik, alat makan plastik, hingga tisu. Padahal, barang-barang tersebut dapat diganti dengan alternatif yang lebih awet seperti tumbler, kotak makan, sendok garpu stainless steel, sapu tangan kain, dan tas belanja lipat.

Selain mengurangi sampah, penggunaan barang pakai ulang juga membuat pengeluaran bulanan menjadi lebih hemat. Memang diperlukan biaya di awal, tetapi dalam jangka panjang jumlah uang yang dikeluarkan akan jauh lebih sedikit dibanding terus membeli barang sekali pakai.

"Berbelanja secara berkelanjutan, bawa tas dan wadah sendiri, pilih produk yang kemasannya lebih sedikit plastik, dan pilih barang yang dapat digunakan kembali. Gunakan kembali produk sebanyak mungkin dan hindari keinginan untuk terus-menerus mengganti perangkat elektronik jika memungkinkan," dikutip dari laporan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) berjudul "Zero Waste 101".

 

3. Belanja secukupnya agar tidak banyak terbuang

ilustrasi belanja online bersama teman (pexels.com/Tim Douglas)

Salah satu penyebab sampah rumah tangga adalah membeli barang melebihi kebutuhan. Makanan yang kedaluwarsa, produk perawatan yang tidak habis digunakan, hingga pakaian yang jarang dipakai akhirnya menjadi limbah yang sebenarnya dapat dihindari.

Sebelum berbelanja, biasakan membuat daftar kebutuhan. Hindari membeli barang hanya karena sedang diskon atau mengikuti tren media sosial. Cara sederhana ini mampu mengurangi pemborosan sekaligus menjaga kondisi keuangan tetap sehat.

“Konsumsi berlebihan membunuh kita. Umat manusia membutuhkan intervensi,” kata Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres kepada UNEP.

4. Kelola sampah dengan memilah sejak awal

ilustrasi hidup zero waste (freepik.com/freepik)

Walaupun tinggal di kos, kamu tetap bisa memilah sampah menjadi organik, anorganik, dan sampah yang masih memiliki nilai jual. Gunakan wadah kecil yang berbeda agar proses pemilahan menjadi lebih mudah sebelum dibuang atau disetorkan ke bank sampah.

Kemasan plastik bersih, botol kaca, kaleng, hingga kardus dapat dikumpulkan untuk didaur ulang. Sementara sisa makanan dapat dikurangi dengan membeli makanan sesuai porsi yang dibutuhkan agar tidak banyak terbuang.

5. Bangun kebiasaan kecil yang konsisten

ilustrasi hidup zero waste (freepik.com/freepik)

Zero waste bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang membangun kebiasaan yang terus dilakukan. Jangan khawatir jika sesekali masih menggunakan plastik atau menghasilkan sampah. Yang terpenting adalah jumlahnya terus berkurang dari waktu ke waktu.

Ajak juga teman satu kos untuk menerapkan kebiasaan serupa. Misalnya berbagi sabun isi ulang, membeli kebutuhan rumah tangga dalam ukuran besar, atau saling bertukar barang yang sudah tidak digunakan. Kebiasaan bersama akan membuat perubahan lebih mudah dipertahankan.

"Upaya untuk mencapai zero waste bisa dimulai dengan perubahan kecil. Ini dapat dilakukan oleh siapa pun, dan perubahan dimulai dari rumah," kata Bea Johnson.

Memulai gaya hidup zero waste di kos tidak membutuhkan biaya besar maupun perubahan drastis. Langkah sederhana seperti membawa tumbler, menggunakan wadah makan sendiri, membeli barang sesuai kebutuhan, dan memilah sampah sudah menjadi kontribusi nyata bagi lingkungan. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan kecil tersebut tentu bisa memberi dampak baik ke depannya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article