Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Membuat Catatan Kuliah yang Enak Dibaca, Lebih Mudah Dipahami

Cara Membuat Catatan Kuliah yang Enak Dibaca, Lebih Mudah Dipahami
ilustrasi menulis (pexels.com/vlada karpovich)
Share Article

Catatan kuliah bukan sekadar kumpulan tulisan dari materi yang disampaikan dosen. Catatan yang baik harus bisa menjadi alat belajar yang memudahkan mahasiswa memahami kembali materi, mengingat konsep penting, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang mencatat secara asal sehingga ketika dibaca ulang justru membingungkan.

Padahal, membuat catatan yang rapi dan mudah dipahami tidak harus memakan waktu lama. Dengan menerapkan beberapa teknik sederhana, kamu bisa menghasilkan catatan yang lebih terstruktur, menarik, dan efektif sebagai media belajar.

1. Fokus mencatat ide utama, bukan semua kalimat dosen

ilustrasi menulis (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi menulis (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa adalah mencoba menuliskan setiap kata yang diucapkan dosen. Akibatnya, mereka justru kehilangan fokus untuk memahami isi materi karena terlalu sibuk menyalin. Sebaiknya, catat poin-poin utama, definisi penting, contoh, dan penjelasan yang benar-benar membantu memahami konsep.

Gunakan kata kunci atau kalimat singkat agar catatan lebih ringkas. Setelah perkuliahan selesai, kamu bisa melengkapinya dengan informasi tambahan dari buku atau jurnal jika diperlukan. Cara ini membuat catatan tetap sederhana tetapi tetap lengkap.

"Ajarkan siswa kamu untuk mencatat poin-poin penting dalam bentuk pemikiran lengkap, sambil menyingkat dan menyederhanakan jika memungkinkan," demikian dikutip dari University of Illinois.

2. Gunakan struktur yang konsisten dan mudah dipindai

Ilustrasi menulis catatan (freepik.com/freepik)
Ilustrasi menulis catatan (freepik.com/freepik)

Catatan yang enak dibaca memiliki struktur yang jelas. Gunakan judul, subjudul, poin-poin, nomor, atau indentasi agar informasi lebih mudah dipindai ketika belajar. Hindari menulis seluruh materi dalam satu paragraf panjang karena akan membuat mata cepat lelah.

Kamu juga bisa memberikan jarak antarbagian dan menyisakan ruang kosong untuk menambahkan informasi baru setelah kuliah. Dengan begitu, catatan tetap rapi meskipun ada materi tambahan dari diskusi atau hasil membaca referensi lain.

"Meninjau catatan kamu setelah kuliah dapat membantumu menyimpan informasi dalam memori jangka panjang. Idealnya, kamu perlu meninjau catatanmu dalam waktu 1-2 hari setelah kuliah," dikutip dari University of Toronto Scarborough.

3. Gunakan warna secukupnya untuk menandai informasi penting

ilustrasi menulis (pexels.com/Vitaly Gariev)
ilustrasi menulis (pexels.com/Vitaly Gariev)

Memberikan warna pada catatan dapat membantu membedakan definisi, rumus, contoh, atau informasi yang sering muncul dalam ujian. Namun, penggunaan warna sebaiknya tidak berlebihan. Terlalu banyak warna justru membuat catatan terlihat ramai dan mengurangi fokus.

Pilih dua hingga empat warna dengan fungsi yang berbeda. Misalnya, biru untuk judul, merah untuk istilah penting, hijau untuk contoh, dan kuning sebagai penanda materi yang perlu dipelajari ulang. Sistem yang konsisten akan membuat otak lebih mudah mengenali pola informasi.

"Sistem visual secara dinamis memodulasi perhatian untuk mengidentifikasi target," dikutip dalam jurnal berjudul "Object-based maintenance of temporal attention in rapid serial visual presentation" dalam Taylor & Francis Online.

4. Lengkapi catatan dengan diagram atau mind map

Ilustrasi menulis (pixabay.com/IqbalStock)
Ilustrasi menulis (pixabay.com/IqbalStock)

Tidak semua materi mudah dipahami melalui tulisan. Untuk topik yang memiliki hubungan antarkonsep, diagram, bagan alur, atau mind map sering kali lebih efektif dibandingkan paragraf panjang. Visualisasi membantu otak melihat keterkaitan informasi secara menyeluruh.

Misalnya, ketika mempelajari teori komunikasi, kamu dapat membuat diagram hubungan antara pengirim pesan, media, penerima, umpan balik, dan hambatan komunikasi. Dengan cara ini, materi menjadi lebih mudah dipahami saat dibaca ulang.

"Mind mapping adalah alat bantu yang memungkinkan kamu untuk secara visual mengatur dan menghubungkan pikiran, ide, dan pengetahuanmu dengan cara yang mencerminkan arsitektur berpikir. Pada intinya, mind map adalah representasi grafis dari cara otak kita secara alami memproses dan mengatur informasi," kata Tony Buzan, psikolog pendidikan dan penggagas metode mind mapping dalam Buzan Academy.

5. Luangkan waktu meninjau dan merapikan catatan setelah kuliah

ilustrasi menulis refleksi (pexels.com/vlada karpovich)
ilustrasi menulis refleksi (pexels.com/vlada karpovich)

Catatan akan lebih bermanfaat jika segera ditinjau kembali setelah perkuliahan selesai. Saat materi masih segar dalam ingatan, kamu bisa memperbaiki tulisan yang kurang jelas, menambahkan contoh, atau melengkapi bagian yang belum sempat dicatat.

Kebiasaan meninjau catatan dalam waktu 24 jam juga membantu memperkuat daya ingat jangka panjang. Selain itu, kamu tidak perlu mengulang seluruh proses mencatat ketika masa ujian tiba karena materi sudah tersusun rapi sejak awal.

"Kamu harus meninjau catatan segera setelah kamu membuatnya, untuk mendapatkan hasil maksimal darinya," kata Avil Beckford, penulis dan pakar wawancara dikutip dari The Invisible Mentor.

"Saat meninjau catatan yang kamu buat, kembangkan kebiasaan untuk mengekstrak lima ide besar yang kamu pelajari, lalu praktikkan penggabungan ide-ide tersebut. Jangan batasi dirimu hanya pada penggabungan ide-ide dari buku yang kamu baca," tambahnya.

Catatan kuliah yang enak dibaca bukan ditentukan oleh tulisan yang indah, melainkan oleh cara menyusun informasi agar mudah dipahami saat dipelajari kembali. Dengan mencatat yang rapi, kamu bisa belajar lebih efektif sekaligus menghemat waktu saat mempersiapkan ujian.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More