Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Mencegah Lembap dan Jamur di Rumah agar Tetap Sehat

ilustrasi salah satu ruangan di rumah (pixabay.com/keresi72)
ilustrasi salah satu ruangan di rumah (pixabay.com/keresi72)
Intinya sih...
  • Pastikan sirkulasi udara berjalan baik dengan membuka jendela secara rutin
  • Jangan biarkan ruangan terlalu tertutup agar aliran udara bisa menghambat pertumbuhan jamur
  • Segera keringkan area yang basah dan gunakan bahan penyerap kelembapan untuk mencegah jamur
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Rumah yang lembap bukan cuma bikin gak nyaman, tapi juga jadi tempat favorit jamur berkembang. Selain merusak dinding dan perabot, jamur bisa memengaruhi kualitas udara di dalam rumah. Supaya masalah ini gak berulang, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan sejak awal.

1. Pastikan sirkulasi udara berjalan baik

ilustrasi salah satu ruangan di rumah (pixabay.com/JoergFunk)
ilustrasi salah satu ruangan di rumah (pixabay.com/JoergFunk)

Ventilasi adalah kunci utama mencegah lembap. Buka jendela secara rutin, terutama di pagi hari, supaya udara segar masuk dan kelembapan berkurang. Area seperti kamar mandi, dapur, dan ruang cuci perlu perhatian ekstra karena paling sering menyimpan uap air.

2. Jangan biarkan ruangan terlalu tertutup

ilustrasi salah satu ruangan di rumah (pixabay.com/manbob86)
ilustrasi salah satu ruangan di rumah (pixabay.com/manbob86)

Ruangan yang jarang dibuka cenderung menyimpan udara lembap lebih lama. Kalau ada kamar kosong atau gudang, sesekali buka pintu dan jendelanya. Aliran udara yang bergerak membantu menghambat pertumbuhan jamur.

3. Segera keringkan area yang basah

ilustrasi salah satu ruangan di rumah (pixabay.com/Pexels)
ilustrasi salah satu ruangan di rumah (pixabay.com/Pexels)

Air yang menempel terlalu lama di lantai, dinding, atau sudut rumah bisa memicu jamur. Setelah mandi, mencuci, atau hujan deras, pastikan area yang basah segera dikeringkan. Kebiasaan kecil ini cukup efektif mencegah lembap menumpuk.

4. Gunakan bahan penyerap kelembapan

ilustrasi salah satu ruangan di rumah (pixabay.com/La-Belle-Galerie)
ilustrasi salah satu ruangan di rumah (pixabay.com/La-Belle-Galerie)

Bahan seperti arang aktif, silica gel, atau kapur barus bisa membantu menyerap kelembapan di lemari dan sudut rumah. Penempatan di area tertutup seperti lemari pakaian atau rak sepatu cukup membantu mengurangi bau apek sekaligus mencegah jamur.

5. Rutin cek dinding dan langit-langit

ilustrasi salah satu ruangan di rumah (pixabay.com/Amigos3D)
ilustrasi salah satu ruangan di rumah (pixabay.com/Amigos3D)

Jamur sering muncul di area yang jarang diperhatikan, seperti sudut dinding, belakang lemari, atau plafon. Dengan rutin mengecek, tanda-tanda awal jamur bisa segera dibersihkan sebelum menyebar lebih luas.

Mencegah lembap dan jamur sebenarnya soal konsistensi menjaga rumah tetap kering dan memiliki udara yang bergerak. Rumah yang sehat bukan cuma terlihat bersih, tapi juga terasa nyaman untuk ditinggali setiap hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Warna Pintu Depan yang Bikin Rumah Terlihat Mahal dan Estetik

20 Jan 2026, 23:32 WIBLife