Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Minyak Jelantah Bisa Jadi Lilin Aromaterapi Ramah Lingkungan, Ini Caranya!
ilustrasi cara membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah (pexels.com/Yan Krukau)
  • Artikel menjelaskan cara mengolah minyak goreng bekas menjadi lilin aromaterapi ramah lingkungan sebagai alternatif upcycling limbah dapur.
  • Proses pembuatannya meliputi penyaringan, penjernihan dengan bahan alami, pencampuran stearin, serta penambahan essential oil sesuai aroma favorit.
  • Hasil akhirnya berupa lilin estetik yang bisa digunakan untuk relaksasi atau dijadikan hadiah, sekaligus mendukung gaya hidup zero waste.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hayo, siapa di sini yang hobi makan gorengan atau masak sendiri di kosan tapi bingung mau dikemanakan sisa minyaknya? Membuang minyak goreng jelantah sembarangan ke saluran air itu sebenarnya tindakan yang kurang bijak karena bisa bikin pipa mampet dan mencemari lingkungan, lho. Padahal, kamu bisa melakukan upcycling dengan mengubah limbah dapur ini menjadi cara membuat lilin aromaterapi yang bikin kamar makin tenang.

Kalau kamu terus-terusan menimbun minyak bekas di botol plastik bawah bak cuci piring, lama-lama aromanya bakal makin tengik dan mengundang kecoa datang, lho. Belum lagi pengeluaran bulananmu yang bisa boncos karena sering checkout lilin wangi mahal di e-commerce kesayangan. Padahal, dengan sedikit kreativitas, kamu bisa menghemat uang sekaligus membantu bumi tetap hijau hanya dengan cara membuat lilin aromaterapi dari minyak goreng jelantah.


1. Siapkan jelantah dan bahan pendukung

ilustrasi minyak jelantah (pexels.com/Tanha Tamanna Syed)

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengumpulkan minyak goreng jelantah yang sudah tak terpakai lagi. Pastikan minyak tersebut sudah disaring dari sisa-sisa tepung atau remahan makanan agar hasilnya nanti terlihat jernih dan tak kotor saat membeku. Selain minyak, siapkan juga bahan utama lainnya seperti asam stearat yang berfungsi sebagai pengeras lilin agar bentuknya tetap kokoh.

Jangan lupa siapkan wadah kaca bekas selai atau gelas kecil yang sudah tak terpakai supaya konsep zero waste kamu makin totalitas. Kamu gak perlu beli perlengkapan baru yang mahal, cukup manfaatkan apa yang ada di sekitar rumah agar kantong tetap aman, ya. 


2. Jernihkan minyak dengan bahan alami

ilustrasi arang aktif (pexels.com/Anete Lusina)

Minyak bekas biasanya punya aroma yang kurang sedap dan warna yang cenderung gelap, jadi kamu perlu melakukan proses penjernihan terlebih dahulu. Kamu bisa menggunakan arang aktif atau bahkan nasi sisa yang dikepal-kepal untuk menyerap bau serta kotoran mikroskopis di dalam minyak tersebut. Cukup rendam arang atau masukkan kepalan nasi ke dalam minyak selama beberapa jam sampai warnanya terlihat lebih bening dan bau tengiknya berkurang drastis.

Proses ini penting banget biar nanti wangi essential oil kamu gak balapan sama bau gorengan bakwan dari minyak aslinya. Bayangkan kalau kamu lagi meditasi tapi yang tercium malah bau ayam goreng, bukannya tenang yang ada malah makin lapar, kan? Jadi, pastikan tahap pembersihan ini dilakukan secara maksimal agar kualitas lilin buatanmu gak kalah saing sama brand ternama yang ada di mal.


3. Lelehkan stearin sebagai pengeras

ilustrasi stearin (commons.wikimedia.org/Dendrofil)

Karena minyak goreng pada dasarnya berbentuk cair di suhu ruang, kamu butuh "zat ajaib" bernama stearin untuk mengubah teksturnya menjadi padat. Campurkan stearin dengan minyak goreng jelantah dengan perbandingan sekitar 1:1 atau sesuai dengan tingkat kekerasan yang kamu inginkan. Panaskan campuran tersebut di atas api kecil sambil terus diaduk perlahan sampai semua butiran kristal stearin larut sempurna dan menyatu dengan minyak.

Teknik ini mirip seperti saat kamu melelehkan cokelat buat bikin kue, jadi gak perlu takut gagal karena prosesnya cukup simpel kok. Pastikan apinya jangan terlalu besar ya, karena kita hanya ingin melelehkan, bukan menggoreng kembali minyaknya sampai berasap. Kalau kamu telaten, tekstur lilin yang dihasilkan bakal mulus, lho.


4. Campurkan minyak dan aroma favorit

ilustrasi minyak esensial peppermint (pexels.com/Aadrea Essentials)

Setelah campuran minyak dan stearin sudah agak hangat (jangan terlalu panas), saatnya memasukkan essential oil atau minyak atsiri pilihanmu. Kamu bisa menggunakan aroma lavender untuk membantu tidur lebih nyenyak, atau aroma peppermint kalau butuh fokus ekstra saat lagi mengerjakan tugas kuliah. Tuangkan sekitar 10-20 tetes minyak aroma, lalu aduk pelan agar wanginya tersebar merata ke seluruh cairan lilin.

Gunakan aroma yang benar-benar kamu suka supaya suasana kamar jadi makin nyaman dan bikin betah berlama-lama di dalam. Gak usah pelit saat menuangkan aromanya, tapi jangan sampai berlebihan juga karena bisa bikin pusing kalau baunya terlalu menyengat. Sedikit tips, kamu juga bisa mencampur dua aroma sekaligus buat menciptakan wangi khas yang cuma dimiliki oleh kamarmu sendiri.


5. Pasang sumbu di wadah estetik

ilustrasi memasang sumbu pada lilin aromaterapi (pexels.com/Vlada Karpovich)

Sambil menunggu cairan lilin sedikit mendingin, siapkan sumbu lilin dan letakkan tepat di tengah-tengah wadah kaca yang sudah kamu siapkan tadi. Agar sumbu tak bergeser saat dituangi cairan, kamu bisa menjepit bagian atas sumbu menggunakan sumpit kayu atau tusuk sate yang diletakkan melintang di atas mulut gelas. Pastikan sumbu berdiri tegak lurus sampai ke dasar wadah agar pembakaran lilin nantinya bisa merata dan gak miring ke satu sisi saja.

Memilih wadah yang estetik bakal sangat berpengaruh pada vibe ruangan kamu saat lilin ini dinyalakan nanti. Kamu bisa pakai gelas selai yang sudah dibersihkan labelnya atau cangkir keramik yang sudah retak sedikit tapi masih kelihatan cantik. 


6. Tuang perlahan dan tunggu set

ilustrasi membuat lilin aromaterapi (pexels.com/Yan Krukau)

Langkah krusial berikutnya adalah menuangkan cairan lilin ke dalam wadah yang sudah ada sumbunya secara perlahan-lahan. Jangan langsung dituang secara bar-bar karena bisa menimbulkan gelembung udara di dalam lilin yang bikin tampilannya jadi kurang mulus. Setelah terisi, diamkan lilin di suhu ruang selama minimal 4 sampai 6 jam hingga benar-benar mengeras sempurna dan warnanya berubah menjadi putih atau pucat. Sangat dilarang untuk memasukkan lilin yang masih panas ke dalam freezer karena suhu yang berubah drastis bisa bikin wadah kacamu pecah atau permukaan lilin jadi retak-retak.

7. Hias wadah biar makin cakep

ilustrasi menambahkan bunga kering pada lilin aromaterapi (pexels.com/Vind 🌙)

Setelah lilin benar-benar padat, kamu bisa memotong sisa sumbu yang terlalu panjang agar terlihat lebih rapi dan proporsional. Biar tampilannya makin Instagrammable, kamu bisa menambahkan hiasan di permukaan lilin seperti kelopak bunga kering atau biji kopi sebelum lilinnya benar-benar keras. Kamu juga bisa menempelkan stiker lucu atau mengikatkan tali rami di leher gelas agar kesannya lebih rustik dan mahal.

Lilin aromaterapi dari jelantah ini sekarang sudah siap menemani waktu santaimu sambil baca buku atau yoga. Selain buat dipakai sendiri, lilin ini juga cocok banget dijadikan kado buat teman yang lagi ulang tahun tanpa harus bikin kantong kamu jebol, lho. 

Itulah beberapa langkah praktis mengenai cara membuat lilin aromaterapi dari bahan sisa yang ada di rumah. Ternyata gaya hidup ramah lingkungan itu gak sesulit dan gak semahal yang dibayangkan, asalkan mau sedikit bergerak dan berkreasi. Yuk, mulai hari ini berhenti buang minyak bekas sembarangan dan sulap jadi sesuatu yang bermanfaat! 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team