Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
hujan
ilustrasi hujan (pexels.com/Taryn Elliott)

Intinya sih...

  • Atap harus aman, perbaiki kebocoran segera

  • Saluran drainase mesti lancar semua

  • Cek celah pintu dan jendela kemasukan air atau tidak

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim hujan di satu sisi mendatangkan banyak kebahagiaan. Udara tidak panas, kering, dan berdebu seperti saat kemarau. Hujan juga penting untuk menjaga ketersediaan air tanah.

Tanpa hujan, bumi akan kering sekali. Semua makhluk hidup tidak mampu bertahan dalam kekeringan ekstrem. Namun, hujan yang turun terus-menerus juga rawan menimbulkan bahaya. Termasuk terkait daya tahan rumahmu.

Kamu perlu melakukan pengecekan saat dan setelah hujan turun. Rumahmu barangkali memerlukan perawatan ekstra selama hujan berkepanjangan. Jangan sampai ada bagian yang terlewatkan dan membuat air masuk ke rumah. Segera lakukan, ya!

1. Pastinya atap harus aman, kalau ada kebocoran segera diperbaiki

ilustrasi atap rumah (pexels.com/Pixabay)

Atap memegang peran yang sangat penting sebagai pelindung penghuni rumah dari hujan dan panas matahari. Bedanya, kendala nyaris gak ada ketika musim kemarau. Sementara di musim hujan, sedikit saja ada lubang atau genteng melorot bakal bocor.

Begitu ada air yang menetes dari atap atau noda air pada plafon, kamu harus segera memanggil tukang. Sudah pasti terjadi masalah pada gentengnya. Bila kebocoran atap dibiarkan, air yang masuk dapat makin banyak ketika hujan bertambah deras.

2. Saluran drainase mesti lancar semua

ilustrasi pembuangan air (pexels.com/Orhan Akbaba)

Penyebab air masuk ke rumah sering kali karena drainase yang buruk atau tersumbat. Ini sebabnya jika dirimu baru membeli rumah di musim hujan harus segera ditempati. Supaya kamu bisa cepat tahu jika sistem pembuangan airnya gak lancar.

Air hujan yang jatuh ke halaman mesti dapat terserap ke tanah dengan baik dan selebihnya terbuang ke saluran pembuangan dengan lancar. Begitu pula air dari sisa cuci piring atau pakaian dan kamar mandi. Apabila ada kendala sedikit saja, curah hujan yang tinggi dapat membuatnya meluap. Air malah kembali ke area dalam rumah dari setiap lubang saluran air.

3. Celah pintu dan jendela kemasukan air atau tidak

ilustrasi membuka gorden (pexels.com/josue Verdejo)

Terkadang bingkai jendela tidak rapat. Baik karena kurangnya lem untuk merekatkan dinding dengan bingkai jendela berbahan aluminium maupun bingkai kayu keropos. Akibatnya ketika terjadi hujan disertai angin, air bisa masuk melalui celah kecil ini.

Demikian pula celah di bawah pintu mesti diwaspadai. Kalau teras kecil, gak ada kanopi, dan lantai bagian dalam rumah kurang tinggi; air bakal masuk melalui celah tersebut. Solusi praktisnya ialah memasang kanopi supaya gak tempias.

4. Rembesan dan jamur pada dinding

ilustrasi dinding berjamur (pexels.com/Claudi Rodrigues)

Hujan yang deras, lama, dan hampir setiap hari sangat besar efeknya pada dinding. Tembok yang kerap terkena air akan mudah berjamur. Bisa jadi jamur ini tidak hanya terdapat di sisi luar dinding.

Kalau air merembes, dinding bagian dalam pun akan berjamur. Warnanya bisa kemerahan, kehijauan, abu-abu, atau kehitaman. Kelembapan tinggi serta jamur berpengaruh besar pada kesehatan penghuni rumah. Jika dirimu mendapati tembok berjamur, segera bersihkan lalu aplikasikan cat antirembes.

5. Talang air

ilustrasi atap rumah (pexels.com/Caspar Roofing Channel)

Talang air membuat air hujan yang terkumpul diarahkan dengan baik ke saluran drainase. Air tidak jatuh begitu saja ke setiap sisi rumah. Namun, talang juga bisa bermasalah. Talang yang terlalu kecil dibandingkan curah hujan tak akan mampu menampung air.

Talang juga bisa rusak atau bocor seiring waktu. Air yang seharusnya tertampung malah membanjiri halaman bahkan bagian dalam rumahmu tergantung posisi talang. Talang juga dapat penuh oleh guguran daun. Talang perlu dicek secara berkala saat gak turun hujan atau begitu tampak ada masalah.

6. Kabel-kabel yang terkena air memercikkan api atau gak

ilustrasi petir (pexels.com/Matheus Rocha)

Kebanyakan kabel di rumahmu barangkali terlindung dengan baik dari air hujan. Namun, jika ada sedikit saja kabel yang basah oleh hujan bisa menimbulkan korsleting. Kabel itu harus segera diamankan untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Demikian pula kalau ada kabel apa pun yang tersambung atau melintang di atas rumahmu terlihat mengeluarkan bunga api ketika hujan. Segera panggil petugas supaya dapat segera ditangani dengan aman. Jangan membiarkannya, ya.

7. Tebang pohon tua atau dahan-dahan

ilustrasi tunggul pohon (pexels.com/KayVic P)

Pohon punya peran penting untuk menyerap air yang berlebihan di tanah. Tanpa akar-akar pohon bakal mudah sekali terjadi banjir atau genangan air di halaman. Namun, pohon yang sudah terlalu besar atau tua juga membahayakan rumah serta para penghuninya.

Pohon tua dan rapuh harus ditebang sampai pangkalnya daripada roboh. Sementara pohon besar yang akar serta batang utamanya masih kuat cukup dahannya yang dikurangi. Dahan yang sudah menjulur terlalu jauh bisa patah dan menjatuhi bangunan atau orang di bawahnya.

Musim hujan ialah saat yang paling tepat buat memeriksa seluruh bagian rumah. Rumah yang terlihat serba aman selama kemarau bisa bermasalah begitu turun hujan. Apalagi intensitasnya tinggi. Tetaplah berhati-hati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team