Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cuci 6 Jenis Pakaian Ini dari Dalam ke Luar, Rahasia Tetap Awet!

ilustrasi cucian
ilustrasi cucian (pexels.com/Karola G)
Intinya sih...
  • Pakaian gelap, termasuk denim gelap, perlu dicuci dari dalam ke luar agar warnanya tetap awet dan hindari pengering panas.
  • Pakaian berwarna cerah dan bermotif juga harus dibalik sebelum dicuci untuk menjaga pola dan mencegah warna pudar.
  • Pakaian olahraga dan athleisure perlu dicuci dari dalam ke luar untuk mengangkat kotoran dan bakteri serta menjaga elastisitas kain tetap optimal.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mencuci pakaian memang terlihat sederhana. Namun, tidak semua pakaian ternyata bisa dicuci dan dirawat dengan cara yang sama. Supaya pakaian tetap awet, warnanya tidak cepat pudar, dan kain tetap mulus, ada trik kecil yang sering terlupakan, yaitu mencuci beberapa jenis pakaian dari dalam ke luar. Cara ini melindungi warna, bahan, dan detail pakaian dari kerusakan akibat gesekan dan deterjen.

Selain itu, mencuci dari dalam ke luar membantu mengangkat kotoran dan bakteri yang menempel di sisi dalam pakaian, terutama dari keringat dan minyak tubuh. Dari pakaian olahraga hingga pakaian tidur, kebiasaan kecil ini bisa membuat pakaian kesayangan lebih tahan lama. Simak jenis pakaian yang wajib dicuci dari dalam ke luar berikut ini!

1. Pakaian gelap, termasuk denim gelap

ilustrasi pakaian berwarna gelap
ilustrasi pakaian berwarna gelap (unsplash.com/Sarah Brown)

Pakaian gelap, termasuk celana jeans, cenderung mudah pudar karena air dan deterjen. Dengan mencuci bagian dalam ke luar, gesekan berkurang sehingga warna lebih awet. Selain itu, gunakan air dingin dan hindari pengering panas agar denim gelap tetap prima.

Menambahkan lapisan perlindungan ekstra, misalnya dengan deterjen khusus untuk warna gelap, juga bisa memperpanjang umur pakaian. Pakaian bisa bersih tanpa merusak. Teknik ini mencegah warna hitam atau biru gelap berubah kusam setelah beberapa kali cuci.

2. Pakaian berwarna cerah dan bermotif

ilustrasi seseorang menyortir pakaian
ilustrasi seseorang menyortir pakaian (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pakaian dengan warna terang atau motif rentan memudar karena gesekan dan paparan deterjen. Membaliknya sebelum mencuci membantu menjaga pola dan mencegah warna menjadi pudar. Air dingin juga sangat dianjurkan untuk melindungi kecerahan warna.

Selain itu, pisahkan pakaian berwarna cerah dari yang gelap saat mencuci. Aktivitas ini dilakukan untuk menghindari transfer warna. Cara ini membuat motif dan warna tetap tajam meski dicuci berulang kali.

3. Pakaian olahraga dan athleisure

ilustrasi baju bayi
ilustrasi baju bayi (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Pakaian olahraga menempel erat di kulit dan lebih mudah menyerap keringat. Mencuci dari dalam ke luar memastikan kotoran dan bakteri di bagian dalam benar-benar terangkat. Ini juga menjaga kain agar tidak cepat kusut atau rusak karena gesekan.

Kamu perlu menghindari mencuci pakaian olahraga dengan pakaian berbahan kasar seperti jeans. Hal ini mencegah pilling dan menjaga elastisitas kain tetap optimal. Pakaian pun bisa digunakan lagi dalam jangka waktu yang lama.

4. Piyama, pakaian dalam, dan kaus kaki

ilustrasi kaus kaki
ilustrasi kaus kaki (pexels.com/Karola G)

Bagian dalam pakaian ini adalah tempat menumpuknya keringat, sebum, dan sel kulit mati. Mencuci dari dalam ke luar akan membersihkan area ini lebih menyeluruh sekaligus menjaga kain halus dari kerusakan. Kaus kaki atau pakaian dalam juga lebih awet dan bebas bau jika dicuci dengan cara ini.

Jika terdapat noda terlihat, misalnya tanah atau bulu hewan, cuci sisi luar langsung agar kotoran terangkat. Ini memastikan bagian yang bersentuhan langsung dengan kulit tetap higienis. Pakaian bisa bersih tuntas.

5. Pakaian dengan noda keringat atau deodoran

ilustrasi mengambil baju putih di keranjang
ilustrasi mengambil baju putih di keranjang (pexels.com/Karola G)

Noda di ketiak atau bagian dalam baju bisa membuat kain terasa keras dan berwarna kuning. Mencuci bagian dalam ke luar meningkatkan kontak deterjen dengan noda, sehingga lebih mudah hilang. Teknik ini juga mencegah penumpukan residu yang membuat kain kaku.

Gunakan deterjen antinoda atau larutan cuka putih. Apalagi, bila ada noda membandel. Ini efektif membersihkan keringat tanpa merusak warna atau serat kain.

6. Kain delicate yang mudah pilling atau tersangkut

ilustrasi ibu dan anak melipat pakaian
ilustrasi ibu dan anak melipat pakaian (pexels.com/annushkaahuja)

Kain halus, seperti wol tipis atau rajutan lembut, mudah rusak karena gesekan. Dengan membalik pakaian sebelum dicuci, gesekan dari resleting, kancing, atau kain kasar lain berkurang. Hasilnya, kain tetap halus dan detail seperti bordir atau manik-manik tidak rusak.

Selain itu, letakkan pakaian delicate dalam kantong jaring saat dicuci. Cara ini memberi perlindungan ekstra. Ia memperpanjang umur pakaian kesayangan.

Mencuci pakaian dari dalam ke luar sederhana, tetapi berdampak besar pada umur dan penampilan pakaian. Cara ini membantu menjaga warna, kain, dan detail tetap awet. Rawat pakaian kesayanganmu dengan trik ini!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Life

See More

Ramalan Zodiak Sabtu 31 Januari 2026, Leo Bikin Banyak Orang Terkesan

31 Jan 2026, 06:15 WIBLife