Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi interior modern minimalis
ilustrasi interior modern minimalis (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Intinya sih...

  • Pemilihan warna dengan makna personal

  • Furnitur dengan cerita dan nilai emosional

  • Tanaman sebagai representasi kepribadian

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Interior minimalis sering identik dengan ruang bersih, rapi, dan serba fungsional. Garis-garis tegas, warna netral, serta minim ornamen memang memberi kesan modern dan tenang. Namun di balik ketenangannya, konsep ini kerap dianggap terlalu dingin dan kurang merefleksikan kepribadian pemilik ruang.

Padahal, interior minimalis tetap bisa terasa hangat dan personal kalau elemen desainnya dipilih dengan cermat. Sentuhan kecil yang tepat mampu mengubah ruang sederhana menjadi tempat yang punya cerita dan karakter. Daripada membiarkan ruangan terasa kosong secara emosional, lebih seru kalau mulai mengeksplorasi elemen personal yang tetap selaras dengan estetika minimalis, yuk mulai perhatikan detail-detail kecilnya sekarang juga.

1. Pemilihan warna dengan makna personal

ilustrasi ruang tamu dengan warna krem (freepik.com/freepik)

Warna dalam interior minimalis sering berkutat di palet putih, abu-abu, dan krem. Meski terlihat aman, warna-warna ini sebenarnya bisa diberi sentuhan personal lewat nuansa yang punya makna emosional. Misalnya, putih hangat yang mengingatkan pada rumah masa kecil atau abu-abu lembut yang terasa menenangkan setelah hari panjang.

Selain itu, warna aksen juga bisa menjadi medium ekspresi diri tanpa merusak kesan minimalis. Satu warna favorit yang diaplikasikan pada bantal sofa, kursi, atau karya seni dinding bisa memberi identitas kuat. Dengan pendekatan ini, ruangan tetap sederhana tapi gak kehilangan rasa kedekatan dengan pemiliknya.

2. Furnitur dengan cerita dan nilai emosional

ilustrasi dapur minimalis nuansa kayu (freepik.com/freepik)

Interior minimalis gak selalu berarti semua furnitur harus baru dan seragam. Satu atau dua furnitur dengan nilai emosional justru bisa jadi titik fokus yang kuat. Kursi lama warisan keluarga atau meja kayu dengan tekstur alami bisa menghadirkan cerita di tengah ruang yang bersih.

Furnitur semacam ini memberi lapisan makna yang gak bisa digantikan oleh produk massal. Selama bentuk dan warnanya masih selaras dengan konsep ruang, kehadirannya justru memperkaya suasana. Minimalis tetap terjaga, tapi ruang terasa hidup dan penuh karakter.

3. Tanaman sebagai representasi kepribadian

ilustrasi tanaman sukulen di rumah (pexels.com/Brett Sayles)

Tanaman sering dianggap elemen dekoratif tambahan, padahal perannya lebih dari sekadar pemanis visual. Kehadiran tanaman hidup memberi kesan segar dan membuat ruang terasa lebih bernapas. Pilihan tanaman juga bisa mencerminkan kepribadian, apakah itu tanaman berdaun lebar seperti monstera atau tanaman ramping seperti lidah mertua.

Selain estetika, tanaman menghadirkan hubungan emosional antara penghuni dan ruang. Merawat tanaman secara rutin menciptakan rutinitas kecil yang menenangkan. Interior minimalis pun terasa lebih personal karena ada kehidupan yang tumbuh dan dirawat setiap hari.

4. Pencahayaan dengan karakter dan suasana

ilustrasi interior apartemen minimalis (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Pencahayaan sering dianggap sekadar kebutuhan fungsional, padahal perannya sangat besar dalam membangun suasana. Lampu dengan cahaya hangat bisa menciptakan atmosfer yang lebih intim dibandingkan cahaya putih terang. Pilihan kap lampu, arah cahaya, dan intensitasnya turut membentuk karakter ruang.

Selain lampu utama, pencahayaan tambahan seperti lampu meja atau lampu lantai memberi dimensi emosional pada interior. Cahaya yang lembut membuat ruang terasa lebih akrab dan personal. Dengan pencahayaan yang tepat, interior minimalis gak lagi terasa kaku atau dingin.

5. Dekorasi personal yang selektif dan bermakna

ilustrasi interior rumah minimalis dengan lukisan (pexels.com/Polina Zimmerman)

Minimalis bukan berarti anti dekorasi, melainkan selektif dalam memilihnya. Foto, karya seni, atau objek kecil yang punya makna pribadi bisa menjadi aksen kuat. Kuncinya adalah memilih sedikit tapi benar-benar relevan dengan cerita hidup pemilik ruang.

Dekorasi semacam ini memberi identitas tanpa membuat ruang terasa penuh. Setiap objek punya alasan untuk ada, bukan sekadar mengisi ruang kosong. Dengan pendekatan ini, interior minimalis tetap rapi, tapi terasa dekat dan autentik.

Interior minimalis yang personal lahir dari kesadaran memilih elemen dengan makna, bukan sekadar mengikuti tren. Warna, furnitur, tanaman, cahaya, dan dekorasi bisa menjadi medium ekspresi diri jika dipadukan dengan bijak. Ruang pun gak hanya enak dilihat, tapi juga nyaman secara emosional. Pada akhirnya, rumah minimalis yang personal adalah ruang yang terasa pulang setiap kali dimasuki.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team