Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jangan Cuci 8 Benda Ini Pakai Sabun Cuci Piring, Bisa Rusak!

Jangan Cuci 8 Benda Ini Pakai Sabun Cuci Piring, Bisa Rusak!
ilustrasi sabun cuci piring cair (pexels.com/Vivaan Rupani)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti delapan benda rumah tangga yang sebaiknya tidak dicuci dengan sabun cuci piring karena bisa merusak permukaan, meninggalkan residu, atau mengurangi fungsi aslinya.
  • Contoh benda yang rentan rusak antara lain mesin kopi, meja granit, wajan besi cor, stainless steel, cermin, tanaman, barang kulit, dan furnitur kayu.
  • Para ahli menyarankan penggunaan pembersih khusus sesuai material agar barang tetap awet, tidak kusam, serta terjaga kilau dan fungsinya dalam jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sabun cuci piring memang jadi “senjata andalan” untuk bersih-bersih di rumah. Harganya terjangkau, gampang ditemukan, dan terasa ampuh untuk mengangkat minyak maupun noda membandel. Gak heran kalau banyak orang jadi tergoda memakainya untuk hampir semua benda di rumah.

Sayangnya, ada beberapa barang yang justru bisa cepat rusak kalau dibersihkan dengan cairan ini. Alih-alih kinclong, permukaannya malah bisa kusam, retak, atau meninggalkan residu yang susah hilang.

Supaya gak salah langkah, yuk kenali delapan benda yang sebaiknya jangan pernah dicuci pakai sabun cuci piring.

1. Mesin pembuat kopi

ilustrasi coffee maker (pixabay.com/pixabay)
ilustrasi coffee maker (pixabay.com/pixabay)

Mesin kopi termasuk benda yang sebaiknya gak dibersihkan dengan sabun cuci piring, terutama bagian tangki airnya. Ahli kebersihan Jessica Samson dari The Maids menjelaskan bahwa sabun bisa meninggalkan busa yang sulit dibilas, sehingga berisiko memengaruhi rasa kopi berikutnya. Sisa residu di dalam mesin juga bisa menumpuk dan bikin performanya menurun. Pilihan yang lebih aman adalah memakai larutan cuka dan air agar bagian dalam mesin tetap bersih tanpa meninggalkan bekas.

2. Meja granit dan batu alam

ilustrasi granit
ilustrasi granit (pexels.com/Curtis Adams)

Permukaan granit dan batu alam memang terlihat kokoh, tapi sebenarnya cukup sensitif terhadap sabun cuci piring. Carlos Garcia, Group Managing Director Total Clean, menjelaskan bahwa sabun bisa meninggalkan lapisan residu pada permukaan berpori. Lama-kelamaan, meja jadi terlihat kusam dan kehilangan kilau alaminya. Supaya tetap awet, lebih baik gunakan cairan pembersih khusus batu yang memang dirancang menjaga lapisan permukaannya.

3. Wajan besi cor (cast iron)

ilustrasi wajan dari cast iron (pexels.com/Klaus Nielsen)
ilustrasi wajan dari cast iron (pexels.com/Klaus Nielsen)

Kalau di rumah ada wajan besi cor, hindari kebiasaan mencucinya seperti piring biasa, ya. Sabun cuci piring bisa mengikis lapisan seasoning, yaitu lapisan minyak pelindung yang membuat wajan anti lengket dan tahan karat. Saat lapisan ini hilang, wajan jadi lebih gampang berkarat dan makanan gampang menempel. Cukup bersihkan dengan air panas dan sikat lembut agar lapisan pelindungnya tetap terjaga.

4. Permukaan stainless steel

ilustrasi kulkas stainless steel
ilustrasi kulkas stainless steel (pexels.com/Curtis Adams)

Kulkas, oven, atau wastafel stainless steel sering terlihat cocok dibersihkan pakai sabun, padahal hasilnya belum tentu bagus, lho. Sabun cuci piring bisa meninggalkan garis-garis bekas air dan noda belang yang bikin tampilannya kurang mulus. Permukaan stainless juga jadi terlihat kusam kalau terlalu sering dibersihkan dengan produk yang salah. Gunakanlah cairan khusus stainless steel supaya hasilnya lebih mengilap tanpa meninggalkan jejak.

5. Cermin

ilustrasi membersihkan cermin kamar mandi (pexels.com/Kaboompics.com)
ilustrasi membersihkan cermin kamar mandi (pexels.com/Kaboompics.com)

Cermin termasuk benda yang gampang terlihat kotor kalau salah dibersihkan. Sabun cuci piring sering meninggalkan residu tipis yang memunculkan bercak atau garis setelah kering. Akibatnya, cermin malah terlihat buram meski baru dibersihkan. Larutan cuka encer atau pembersih kaca jauh lebih efektif untuk membuat pantulannya tetap bening.

6. Tanaman

ilustrasi taman indoor (pexels.com/Huy Phan)
ilustrasi taman indoor (pexels.com/Huy Phan)

Banyak tips internet menyarankan sabun cuci piring sebagai pembasmi hama tanaman, tapi cara ini sebenarnya cukup berisiko, lho. Toby Schulz, CEO sekaligus co-founder Maid2Match, mengingatkan bahwa kandungan bahan kimia pada sabun komersial bisa merusak daun dan batang. Zat seperti pewarna, amonia, atau fosfat bahkan dapat membuat tanaman layu. Kalau ingin mengatasi hama, lebih aman gunakan pestisida nabati atau sabun khusus tanaman.

7. Barang berbahan kulit

ilustrasi tas briefcase (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi tas briefcase (pexels.com/cottonbro studio)

Tas, sofa, atau sepatu kulit sebaiknya jangan dibersihkan pakai sabun cuci piring. Material kulit punya minyak alami yang menjaga teksturnya tetap lentur dan lembut. Saat terkena sabun, minyak tersebut bisa terkikis sehingga permukaan kulit jadi kering dan mudah retak. Solusi terbaik adalah memakai leather cleaner agar bahan tetap terawat dan tahan lama.

8. Furnitur kayu

ilustrasi lemari kayu (pexels.com/Vlada Karpovich)
ilustrasi lemari kayu (pexels.com/Vlada Karpovich)

Meja, kursi, atau lemari kayu juga gak cocok dibersihkan dengan sabun cuci piring. Sabun bisa mengangkat lapisan finishing pelindung yang membuat warna kayu terlihat cantik dan tahan lembap. Kalau terlalu sering dilakukan, permukaan kayu bisa memudar bahkan berubah warna. Pembersih khusus furnitur kayu jauh lebih aman karena membantu menjaga kilau alaminya.

Sabun cuci piring memang multifungsi, tapi bukan berarti aman untuk semua benda di rumah. Beberapa material justru membutuhkan perawatan khusus supaya gak cepat rusak atau kehilangan tampilannya. Salah pilih pembersih bisa bikin barang kesayangan lebih cepat kusam, retak, bahkan gak berfungsi optimal.

Mulai sekarang, pastikan kamu cek dulu jenis permukaan sebelum asal menyemprot sabun cuci piring, ya. Cara sederhana ini bisa bantu barang-barang di rumah tetap awet dan enak dipandang lebih lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us