Jangan Diulang! Ini 6 Kesalahan Fatal Saat Menata Teras Rumah

- Teras rumah bukan hanya pelengkap fasad, tetapi juga ruang kecil untuk rehat sejenak
- Kesalahan fatal dalam menata teras termasuk mengabaikan fungsi teras, memilih furnitur yang tidak cocok, dan penataan tanaman yang tidak tepat
- Pencahayaan yang efektif, perlindungan dari cuaca, dan kesesuaian dengan desain rumah juga penting dalam menata teras
Teras rumah bukan sekadar pelengkap fasad. Area ini menjadi kesan pertama bagi siapa pun yang datang, sekaligus ruang kecil untuk rehat sejenak. Sayangnya, masih banyak orang yang menata teras ala kadarnya.
Dalam praktiknya, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi saat menata teras. Mulai dari pemilihan furnitur yang kurang pas hingga pencahayaan yang tidak mendukung, semuanya berpengaruh pada kenyamanan dan tampilan keseluruhan. Nah, supaya teras tidak berakhir jadi ruang yang tanggung, berikut enam kesalahan fatal yang sebaiknya kamu hindari.
1. Mengabaikan fungsi teras

Kesalahan mendasar dalam menata teras berawal dari tidak adanya tujuan yang jelas. Teras idealnya berperan sebagai area peralihan, tempat bersantai singkat, atau ruang menerima tamu. Kalau peran ini tidak ditentukan dari awal, penataan cenderung berjalan seadanya.
Kondisi tersebut membuat elemen di teras saling tidak terhubung. Kursi sulit dijangkau, sirkulasi terganggu, dan ruang terasa berantakan. Menentukan fungsi sejak awal membantu menciptakan teras yang lebih hidup dan relevan dengan kebutuhan penghuni.
2. Salah memilih furnitur

Kesalahan umum lainnya adalah memilih furnitur yang tidak cocok. Furnitur indoor yang ditempatkan di teras bisa cepat rusak karena paparan cuaca. Selain itu, ukuran furnitur yang terlalu besar atau kecil dapat mengganggu estetika serta kenyamanan.
Pilihlah furnitur yang dirancang khusus untuk outdoor—yang tahan terhadap panas maupun hujan. Perhatikan juga proporsi furnitur dengan luas teras supaya tidak terlihat sempit atau kosong.
3. Penataan tanaman yang tidak tepat

Tanaman mampu memberi nuansa segar pada teras rumah. Namun, jumlah berlebihan atau penempatan yang kurang terencana justru menyebabkan area depan tampak sesak. Akses keluar masuk pun jadi terganggu.
Solusinya, susun tanaman dengan rapi. Gunakan rak bertingkat atau pot gantung demi menghemat ruang. Penataan yang seimbang menjadikan teras tetap hijau dan enak dipandang.
4. Kurangnya pencahayaan yang efektif

Pencahayaan memegang peran penting, terutama saat malam hari. Teras yang hanya mengandalkan satu lampu sering kali terasa suram atau tidak merata. Sebaliknya, cahaya yang sangat terang juga bisa mengurangi kenyamanan.
Cobalah memadukan beberapa sumber cahaya, seperti lampu dinding, lampu gantung, atau lampu taman. Pilih lampu dengan intensitas yang bisa disesuaikan untuk menunjang berbagai aktivitas di teras.
5. Tidak memperhatikan perlindungan dari cuaca

Sebagai area paling depan, teras langsung berhadapan dengan panas matahari dan hujan. Tanpa perlindungan, furnitur dan dekorasi akan lebih cepat rusak, sementara kenyamanan ikut berkurang.
Gunakan kanopi, pergola, atau tirai outdoor untuk melindungi teras dari cuaca ekstrem. Pastikan pula sistem drainase berfungsi dengan baik agar tidak terjadi genangan air.
6. Mengabaikan kesesuaian dengan desain rumah

Teras yang tidak sejalan dengan konsep rumah dapat menimbulkan kesan janggal dan mengurangi keindahan tampilan keseluruhan. Misalnya, teras bernuansa klasik akan tampak kurang menyatu jika diterapkan pada rumah bergaya minimalis modern. Biar serasi, desain teras perlu mengikuti karakter arsitektur rumah, mulai dari pilihan warna sampai material dan aksen dekoratif.
Ingat, teras yang ditata dengan baik bukan hanya mempercantik tampilan rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penghuninya. Yuk, mulai perhatikan setiap detail dalam penataan teras supaya rumahmu semakin nyaman dan memikat!


















