Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ruang tamu (unsplash.com/Spacejoy)
ilustrasi ruang tamu (unsplash.com/Spacejoy)

Rumah bukan sekadar tempat berlindung, tetapi ruang yang aman untuk relaksasi dan memulihkan energi. Memastikan bahwa rumah tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga mencerminkan kepribadian diri sangatlah penting agar kamu bisa merasa nyaman ketika menempati.

Tak perlu melakukan merenovasi besar, nyatanya kamu dapat mengubah suasana ruangan di dalam rumah hanya dengan menambahkan dekorasi. Lalu, apa yang membuat perubahan sederhana ini begitu berpengaruh? Yuk, cari tahu alasannya di bawah ini!

1. Dampak visual dan emosional

ilustrasi kamar tidur dengan sprei cokelat tua (pexels.com/Curtis Adams)

Dilansir Today’s Homeowner, ruangan yang ditata rapi dan menarik secara visual bisa memberikan efek positif pada pikiran dan suasana hati yang tengah dirasakan. Sebaliknya, ruangan yang berantakan memengaruhi pikiran dan suasana hati menjadi buruk.

Cara kamu mendekorasi rumah dapat mencerminkan keadaan emosionalmu kepada orang lain dan meninggalkan kesan yang mendalam kepada para tamu. Misal, bingkai foto yang tidak dipajang dengan rapi menciptakan efek visual yang kurang menarik sekaligus membuat suasana menjadi kurang menyenangkan.

“Menambah dekorasi bunga, ranting, atau beberapa tanaman hias juga dapat menghadirkan kesegaran di dalam ruangan,” kata desainer Linda Eyles, dikutip dari Better Homes & Gardens. “Kamu juga bisa membuat dekorasi alam sederhana dari kumpulan ranting pohon yang ditata rapi dalam vas untuk mempercantik ruangan,” tambahnya.

2. Kesehatan mental dan desain interior mempunyai keterikatan

ilustrasi dekorasi ruang tamu dengan macrame (unsplash.com/Spacejoy)

Meskipun banyak orang memandang kesehatan mental sebagai proses mengelola pikiran dan perasaan internal. Namun, banyak dari mereka yang kurang menyadari bahwa faktor eksternal juga ikut berperan dalam memengaruhi kesehatan mental seseorang, contohnya dekorasi interior rumah.

“Salah satu faktor eksternal terbesar yang sering diabaikan adalah lingkungan di mana orang berada,” ucap Michal Matlon, seorang psikolog tempat dan arsitektur yang ikut menciptakan Venetian Letter, sebuah buletin kesehatan mental dan desain, dikutip dari Medicinal Media. “Cara individu mengatur rumah dan tempat kerja memainkan peran besar dalam kesehatan mental mereka sepanjang hari. Oleh sebab itu, membentuk lingkungan dengan baik bisa mempengaruhi suasana hati dan pikiran seseorang secara signifikan,” tambahnya.

3. Dekorasi menciptakan kedalaman dimensi dan desain interior rumah

ilustrasi dekorasi dengan tanaman sirih gading (pexels.com/Taryn Elliot)

Percaya atau tidak, dekorasi mampu menciptakan dimensi dan desain interior rumah tanpa harus melakukan renovasi besar-besaran. Mulai dari pencahayaan, cermin, dekorasi dinding, bantal hias, sampai aksesori lainnya sangat bagus untuk menambah daya tarik visual, warna, serta tekstur di ruangan apa pun.

Namun, penting diingat untuk memilih dekorasi yang mencerminkan gaya pribadi dan estetika desain diri sendiri, sehingga ruangan yang kamu bangun akan terasa lebih unik sekaligus personal. Dr. Joel Frank, seorang psikolog klinis berlisensi dan neuropsikolog di Duality Psychological Services, mengatakan bahwa setidaknya ada tiga elemen desain interior paling berpengaruh terhadap kesehatan mental, yakni warna, pencahayaan, dan perencanaan ruang.

“Keseimbangan yang tepat antara ketiga elemen tersebut bisa secara signifikan mempengaruhi suasana hati dan pikiran seseorang,” tandasnya, dikutip dari Medicinal Media.

Itulah tadi beberapa alasan mengapa dekorasi rumah bisa mengubah suasana tanpa harus renovasi. Ini karena dekorasi merupakan bagian dari interior hunian yang bisa menghadirkan efek visual beragam dan memengaruhi suasana hati serta pikiran bagi setiap penghuninya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team