Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Rumah Cepat Kotor meski Sudah Dibersihkan? Ini Sebabnya

ilustrasi seorang wanita menyapu lantai (pexels.com/RODNAE Productions)
ilustrasi seorang wanita menyapu lantai (pexels.com/RODNAE Productions)

Kebersihan rumah sudah menjadi tanggung jawab yang harus dijaga oleh setiap penghuni rumah. Rumah yang bersih tidak hanya terasa nyaman ditinggali, tetapi juga bisa mendukung kesehatanmu dan seluruh anggota keluarga.

Namun, hal menjengkelkan terjadi ketika kamu sudah sering membersihkan rumah, tapi ternyata rumah masih terasa berdebu dan tampak kurang bersih. Mulai dari debu yang menempel di perabotan sampai sisa kotoran yang masih terlihat di lantai.

Lantas, mengapa kondisi tersebut bisa terjadi? Untuk mengetahuinya, mari simak penjelasan lengkap dalam artikel ini.

1. Membersihkan debu dengan cara yang salah

mengelap meja
ilustrasi mengelap meja (pexels.com/cottonbro studio)

Dilansir Homes and Gardens, salah satu faktor penyebab rumah tetap kotor meski telah dibersihkan adalah karena kamu tidak membersihkan debu dengan cara yang benar. Aminah, kepala pemasaran dan inovasi di Inspire Clean, menjelaskan bahwa membersihkan debu menggunakan kain kering hanya akan memindahkannya ke tempat lain, sehingga debu dapat menempel kembali.

“Alih-alih menggunakan kain kering, cobalah memakai kain mikrofiber karena lebih efektif menangkap debu. Di samping itu, selalu bersihkan dari posisi atas ke bawah untuk menghindari mengotori area yang sudah kamu bersihkan,” ujar Aminah.

Dirinya menambahkan bahwa membersihkan barang-barang vertikal juga gak kalah penting, seperti membersihkan lemari, dinding, dan gorden. Sebab, barang-barang tersebut juga menyimpan debu yang cukup banyak, sehingga harus dibersihkan secara rutin.  

2. Lantai tidak dibilas sampai bersih setelah dipel

mengepel lantai
ilustrasi mengepel lantai (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Pernahkah kamu merasa lantai tetap terasa kotor meski sudah dipel? Jika iya, bisa jadi ada yang salah dengan cara kamu mengepel. Dikutip dari The Spruce, Rhonda Wilson, kepala bagian kebersihan berkualitas di FreshSpace Cleaning, mengungkapkan bahwa tidak membilas lantai sampai bersih setelah dipel bisa menyebabkan lantai tetap terasa kotor.

“Sisa cairan pembersih yang lengket akan bertindak seperti magnet bagi debu, jejak kaki, dan bulu hewan. Akibatnya, lantai masih tampak kotor seolah-olah tidak dibersihkan sama sekali,” katanya.

Terus mengepel menggunakan air yang kotor juga menjadi penyebab lantai tetap terlihat kotor. Maka dari itu, jika kamu mendapati air pel sudah keruh, segera ganti dengan air yang baru.

3. Pintu dan jendela sering dibiarkan terbuka

jendela terbuka
ilustrasi jendela terbuka (pexels.com/Mathias Reding)

Tanpa disadari kebiasaan ini bisa menjadi penyebab rumahmu cepat kotor. Pintu dan jendela yang sering dibiarkan terbuka bisa membawa angin dan debu dari luar masuk ke dalam rumah. Apalagi saat cuaca panas, polusi udara meningkat yang membuat hunian menjadi cepat kotor.

Sebagai solusi, kamu bisa membuka jendela dan pintu saat pagi dan sore hari. Sebaliknya, tutup jendela dan pintu saat siang hari untuk mencegah berbagai kotoran dan serpihan kecil masuk ke rumah. Periksalah apakah ada celah di sekitar jendela atau pintu yang memungkinkan debu masuk dan keluar melalui celah tersebut.

4. Memelihara hewan peliharaan di dalam rumah

anjing kecil
ilustrasi anjing kecil (pexels.com/Dom Bucci)

Jika kamu mempunyai hewan peliharaan, rumahmu akan lebih cepat kotor. Ini karena bulu dan serpihan kulit hewan peliharaan merupakan salah satu penyebab utama penumpukan debu yang sulit diatasi.

Kendati demikian, merawat hewan peliharaan dengan baik bisa membantu menurunkan tingkat debu dan kotoran di sekitar rumah kamu. Bulu hewan yang rontok juga tidak akan banyak, sehingga kamu bisa mendapati suasana rumah yang lebih sehat.

5. Filter HVAC sudah kotor

hunian dilengkapi AC
ilustrasi hunian dilengkapi AC (pexels.com/Hakim Santoso)

Terakhir tapi juga penting adalah lupa atau tidak membersihkan filter HVAC yang kotor. Menurut Ryan Meagher dari BVM Contracting, dilansir Homes and Gardens, sistem HVAC memainkan peran besar dalam kualitas udara di rumah.

“Jika filter HVAC kamu kotor atau ukurannya tidak tepat atau tidak ada penyaringan, tanpa disadari kamu telah menumpuk kotoran di saluran udara jauh lebih cepat daripada sistem yang memiliki filter yang menangkap debu dan partikel udara lainnya,” terang Meagher.

Guna mencegah rumah cepat berdebu, Meagher merekomendasikan untuk meninjau sistem filtrasi di rumah terlebih dahulu dan menggantinya jika diperlukan. Jangan lupa bersihkan juga ventilasi di sekitar rumah untuk mendukung kualitas udara yang segar.

Menjaga kebersihan rumah merupakan tanggung jawab setiap penghuni rumah, tapi tanggung jawab ini juga harus dijalani dengan cara yang benar. Jangan sampai, sudah capek bersih-bersih rumah, tanpa disadari kamu justru membuatnya cepat kotor kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in Life

See More

Kenapa Korban Child Grooming Sering Tak Sadar Dirinya Dimanipulasi?

13 Jan 2026, 17:36 WIBLife