Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi rumah
Ilustrasi rumah (pexels.com/Alexander F Ungerer)

Intinya sih...

  • Rumah perlu dirawat secara rutin untuk mengurangi potensi kerusakan struktural, seperti listrik, atap bocor, serangan hama, dan kebocoran pipa ledeng.

  • Perawatan rumah yang jarang dihuni penting agar tidak menurunkan nilai properti dan mencegah aksi kejahatan serta risiko penyakit.

  • Tips merawat rumah yang jarang dipakai antara lain memeriksa kebocoran, hama, masalah struktural, masalah keamanan, memberi informasi kepada tetangga dan pihak berwenang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang mengira rumah yang jarang ditempati tidak membutuhkan perhatian khusus, padahal anggapan tersebut justru bisa menimbulkan berbagai masalah di kemudian hari, loh! Meski jarang ditempati, rumah tetap membutuhkan perawatan rutin agar kondisinya tidak cepat menurun.

Rumah yang jarang dipakai pun ternyata tidak akan lebih awet karena alasan minim aktivitas. Lalu, kenapa rumah tetap perlu dirawat secara rutin meski jarang dipakai? Berikut alasan-alasan penting yang perlu kamu ketahui, beserta tips perawatannya!

1. Mengurangi potensi terjadinya kerusakan struktural pada bangunan rumah

Ilustrasi merawat rumah (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Rumah adalah aset penting yang kamu miliki, maka merawatnya penting sekali meskipun jarang digunakan. Perawatan rumah yang jarang dihuni dilakukan untuk mencegah kerusakan dan memastikan properti tetap dalam kondisi baik.

Adapun kerusakan umum yang biasanya terjadi pada rumah yang jarang digunakan, termasuk:

  • Kerusakan listrik yang menimbulkan bahaya kebakaran.

  • Kelembapan atau kebocoran atap membahayakan integritas bangunan.

  • Serangan hama yang menyebabkan kerusakan struktural.

  • Kebocoran pipa ledeng yang menyebabkan kerusakan air dan jamur.

Mengabaikan perawatan rutin dapat memicu kerusakan struktural yang signifikan seiring waktu. Retakan kecil saja di dinding pada akhirnya dapat membahayakan fondasi seluruh rumah, yang berpotensi menghabiskan biaya perbaikan yang mahal.

2. Agar tidak menurunkan nilai properti

Ilustrasi membeli rumah (pexels.com/Kindel Media)

Bernilai investasi, rumah yang jarang dihuni tak boleh dilewatkan perawatannya. Ini karena kondisi rumah yang terawat akan mempertahankan nilai jual atau nilai sewa rumah di masa depan. Rumah bisa jadi aset investasi yang tepat jika kamu membutuhkan pemasukan tambahan dari menjual atau menyewa rumah.

Rumah yang terawat dengan baik lebih menarik bagi calon pembeli. Oleh karenanya, mengabaikan perawatan dapat menurunkan nilai properti. Cat yang mengelupas, lanskap yang ditumbuhi rumput liar, dan perlengkapan yang ketinggalan zaman dapat mempersulit penjualan rumah dengan harga yang diinginkan. 

Misalnya, mengabaikan halaman dapat memberi sinyal bahwa rumah tersebut kosong. Potong rumput, pangkas semak-semak, dan bersihkan dedaunan yang mati. Ini membuat properti tetap terlihat dihuni dan menarik.

3. Mencegah aksi kejahatan

Ilustrasi aksi vandalisme (pexels.com/cottonbro studio)

Rumah yang jarang dihuni atau terlihat kosong rentan terhadap aktivitas kriminal seperti pembobolan, vandalisme, dan penguasaan lahan secara ilegal. Banyak pelaku kriminal melihat rumah yang tidak dihuni sebagai target berisiko rendah.

Properti kosong juga sangat rentan terhadap pembakaran yang disengaja dan kerusakan akibat kebakaran yang tidak disengaja. Biasanya sering dilakukan oleh penyusup yang merokok atau melakukan aktivitas anti-sosial lainnya. Jika hal-hal ini terjadi, kerugian materi bisa sangat besar.

4. Menghindari risiko penyakit

Ilustrasi membersihkan rumah (pexels.com/Matilda Wormwood)

Perawatan rumah yang jarang dihuni perlu dilakukan untuk menghindari bahaya kesehatan. Rumah yang jarang dibersihkan menjadi tempat ideal bagi bakteri, virus, tungau, tikus, kecoa, dan serangga lain berkembang biak.

Jamur dan serangan hama juga sangat umum terjadi di rumah-rumah yang terbengkalai. Masalah ini tidak hanya menyebabkan kerusakan properti, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan. Jamur dapat menyebabkan masalah pernapasan, sementara tikus dan serangga dapat membawa dan menyebarkan penyakit, mulai dari diare, alergi, hingga gangguan pernapasan yang dapat terjadi pada keluarga, maupun tetangga sekitar.

5. Tips merawat rumah yang jarang dipakai

Ilustrasi mengecek kondisi rumah (pexels.com/Kathleen Austin Kuhn)

Mengunjungi rumah yang jarang dihuni secara teratur membantu menjaga hunian agar tetap terawat. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan selama kunjungan ini:

  • Kebocoran: Periksa di bawah wastafel, di sekitar toilet, dan di bawah wastafel dapur untuk mencari tanda-tanda air. Kerusakan akibat air bisa terjadi secara diam-diam dan dapat menyebabkan perbaikan yang mahal jika dibiarkan tanpa penanganan.

  • Hama: Carilah kotoran, sarang, atau lubang apa pun tempat hewan pengganggu mungkin menyelinap masuk. Mengenali tanda-tandanya sejak dini mencegah kerusakan yang lebih besar.

  • Masalah struktural: Perhatikan tanda-tanda yang mungkin menunjukkan penurunan atau perubahan struktural, seperti retakan di dinding atau lantai yang tidak rata.

  • Masalah keamanan: Selain perawatan, masalah keamanan juga penting. Pastikan semua sistem keamanan terpasang dan berfungsi. Periksa kembali apakah semua jendela dan pintu terkunci, termasuk yang ada di garasi dan titik masuk lainnya. Hindari meninggalkan kunci cadangan di luar bangunan atau terlihat melalui jendela.

  • Beritahu tetangga dan pihak berwenang: Beri tahu tetangga tentang status rumah yang jarang dihuni dan memberi mereka informasi kontak atau kunci cadangan. Jika terjadi keadaan darurat atau aktivitas mencurigakan, mereka dapat segera menghubungi kamu atau datang dan memeriksanya.

    Selain itu, beri tahu pihak berwenang setempat untuk membantu meningkatkan kewaspadaan di sekitar rumah. Jika tidak dapat mengatur orang untuk mengecek dan merawat rumah, pertimbangkan untuk menyewa profesional perawatan properti.

Dengan melakukan perawatan secara konsisten, kamu bisa mendeteksi masalah kecil sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Cara ini juga dapat menghemat banyak biaya perawatan dalam jangka panjang, loh!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team