Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sepatu Bisa Rusak jika Dicuci di Mesin Cuci, Ini Penjelasannya
ilustrasi sepatu pria (pexels.com/Bella Zhong)
  • Mencuci sepatu di mesin cuci bisa merusak struktur dan lem perekat karena putaran kuat serta paparan air berlebih yang melemahkan daya rekat antarbagian sepatu.
  • Tekanan dan benturan dalam mesin cuci dapat mengubah bentuk sepatu, membuatnya tidak nyaman dipakai, serta menurunkan fungsi bantalan dan sol sebagai penopang kaki.
  • Selain merusak sepatu, proses pencucian ini juga berisiko mengganggu kinerja mesin cuci akibat benturan berat, pasir, atau kerikil yang terbawa dari sepatu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mencuci sepatu memang bisa menjadi pekerjaan yang cukup merepotkan. Karena ingin lebih praktis, banyak orang memilih memasukkan sepatu langsung ke mesin cuci agar proses pembersihan lebih cepat. Sekilas cara ini terlihat efektif karena kotoran dapat terangkat tanpa perlu menyikat secara manual. Namun, tidak semua sepatu dirancang untuk menghadapi putaran dan guncangan yang terjadi di dalam mesin cuci. Itulah sebabnya banyak produsen sepatu tidak menyarankan metode pencucian ini.

Mungkin kamu pernah melihat sepatu yang bentuknya berubah, lemnya mengelupas, atau bahkan rusak setelah dicuci menggunakan mesin cuci. Kerusakan tersebut bukan terjadi tanpa alasan. Mesin cuci bekerja dengan putaran kuat yang dapat memberikan tekanan pada berbagai bagian sepatu. Akibatnya, komponen yang sebelumnya kokoh bisa mengalami penurunan kualitas. Nah, berikut beberapa alasan mengapa sepatu tidak dianjurkan dicuci menggunakan mesin cuci.

1. Lem sepatu bisa lebih cepat rusak

ilustrasi sepatu sekolah (pexels.com/Thirdman)

Banyak jenis sepatu modern dibuat menggunakan kombinasi jahitan dan lem khusus. Lem tersebut berfungsi merekatkan sol dengan bagian atas sepatu agar tetap kuat saat digunakan. Saat sepatu dicuci di mesin cuci, paparan air dalam jumlah besar dan putaran yang terus-menerus dapat melemahkan daya rekat lem. Kondisi ini membuat bagian sepatu berisiko mengelupas atau terlepas. Kerusakan seperti ini cukup sulit diperbaiki secara permanen.

Masalah biasanya tidak langsung terlihat setelah satu kali pencucian. Namun, jika dilakukan berulang kali, kekuatan lem dapat terus menurun. Akibatnya, umur pakai sepatu menjadi lebih pendek dibandingkan jika dirawat dengan cara yang tepat. Sepatu mungkin masih terlihat bersih dari luar, tetapi struktur di dalamnya sudah mulai mengalami kerusakan. Inilah salah satu alasan utama mengapa mesin cuci kurang ramah bagi banyak jenis sepatu.

2. Bentuk sepatu dapat berubah

ilustrasi sepatu sekolah (pexels.com/Ron Lach)

Sepatu dirancang agar mampu menopang kaki dengan bentuk tertentu. Struktur tersebut membantu memberikan kenyamanan sekaligus menjaga kestabilan saat berjalan atau berlari. Ketika berada di dalam mesin cuci, sepatu akan terbentur dinding tabung dan bergesekan dengan benda lain selama proses pencucian. Tekanan yang berulang dapat menyebabkan bentuk sepatu berubah. Bagian tertentu bahkan bisa menjadi penyok atau kehilangan struktur aslinya.

Perubahan bentuk ini tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga kenyamanan saat dipakai. Sepatu yang sudah berubah bentuk mungkin terasa lebih sempit atau kurang pas di kaki. Kondisi tersebut bisa mengurangi fungsi utama sepatu sebagai pelindung dan penopang kaki. Jika kerusakan cukup parah, sepatu mungkin tidak lagi nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Tentu sayang jika hal itu terjadi hanya karena metode pencucian yang kurang tepat.

3. Material tertentu mudah mengalami kerusakan

ilustrasi sepatu pria (freepik.com/wirestock)

Tidak semua bahan sepatu memiliki ketahanan yang sama terhadap air dan putaran mesin. Material seperti suede, kulit asli, atau kain tertentu cenderung lebih sensitif dibandingkan bahan sintetis. Paparan air berlebih dapat menyebabkan tekstur berubah, warna memudar, atau permukaan menjadi kasar. Mesin cuci juga dapat membuat beberapa bahan kehilangan karakteristik aslinya. Akibatnya, tampilan sepatu menjadi kurang menarik dibandingkan sebelumnya.

Kerusakan pada material sering kali sulit dipulihkan meskipun sepatu sudah dikeringkan. Warna yang pudar atau tekstur yang berubah biasanya bersifat permanen. Karena itu, penting untuk memperhatikan jenis bahan sebelum memutuskan cara membersihkannya. Banyak sepatu premium justru memerlukan metode perawatan khusus agar kualitasnya tetap terjaga. Membersihkan secara manual biasanya menjadi pilihan yang lebih aman.

4. Sol dan bantalan bisa kehilangan kualitas

ilustrasi membersihkan sepatu (freepik.com/Drazen Zigic)

Bagian dalam sepatu umumnya dilengkapi bantalan yang berfungsi meningkatkan kenyamanan saat digunakan. Bantalan tersebut dirancang untuk menyerap tekanan dan membantu mengurangi benturan pada kaki. Saat dicuci menggunakan mesin, bantalan dapat mengalami tekanan yang cukup besar akibat putaran dan guncangan. Kondisi ini berpotensi membuat material bantalan lebih cepat aus. Akibatnya, kenyamanan sepatu dapat berkurang seiring waktu.

Sol sepatu juga bisa mengalami dampak yang serupa. Paparan air dalam waktu lama dapat memengaruhi beberapa jenis material yang digunakan pada bagian sol. Jika kualitas sol menurun, daya cengkeram dan ketahanan sepatu juga dapat ikut berkurang. Hal ini tentu tidak ideal, terutama untuk sepatu olahraga yang digunakan dalam aktivitas intens. Menjaga kondisi sol sama pentingnya dengan menjaga kebersihan bagian luarnya.

5. Mesin cuci juga bisa terkena dampaknya

ilustrasi mesin cuci (pixabay.com/constantiawork)

Bukan hanya sepatu yang berisiko rusak, mesin cuci pun dapat mengalami masalah. Sepatu memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan pakaian biasa sehingga menghasilkan benturan yang lebih kuat saat tabung berputar. Benturan tersebut dapat mempercepat keausan pada komponen tertentu. Selain itu, lumpur, pasir, atau kerikil kecil yang masih menempel pada sepatu berpotensi masuk ke dalam mesin. Kondisi ini dapat mengganggu kinerja mesin dalam jangka panjang.

Beberapa jenis sepatu bahkan memiliki bagian keras yang bisa menggores tabung mesin cuci. Jika terjadi terus-menerus, risiko kerusakan pada mesin menjadi lebih besar. Biaya perbaikan mesin cuci tentu jauh lebih mahal dibandingkan meluangkan waktu untuk membersihkan sepatu secara manual. Karena itu, banyak ahli perawatan rumah tangga menyarankan agar sepatu dicuci menggunakan metode yang lebih aman. Cara tersebut tidak hanya melindungi sepatu, tetapi juga menjaga mesin cuci tetap awet.

Membersihkan sepatu memang penting agar tetap nyaman digunakan dan terlihat menarik. Namun, memasukkan sepatu ke dalam mesin cuci bukan selalu menjadi pilihan terbaik. Risiko kerusakan pada lem, bentuk, material, bantalan, hingga mesin cuci sendiri perlu dipertimbangkan sebelum melakukannya. Setiap jenis sepatu memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan metode perawatan yang sesuai. Dengan cara yang tepat, sepatu bisa tetap bersih tanpa mengorbankan kualitasnya.

Jika kamu ingin sepatu lebih awet, membersihkannya secara manual biasanya menjadi pilihan yang lebih aman. Prosesnya mungkin membutuhkan sedikit usaha tambahan, tetapi hasilnya sepadan dengan umur pakai sepatu yang lebih panjang. Perawatan yang tepat juga membantu menjaga kenyamanan dan penampilan sepatu tetap optimal. Jadi, sebelum memasukkan sepatu ke mesin cuci, ada baiknya mempertimbangkan kembali risikonya. Sedikit perhatian ekstra bisa membuat sepatu favoritmu bertahan lebih lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article