Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Waras Hidup di Lingkungan yang Menghormati Orang dari Materi

Cara Waras Hidup di Lingkungan yang Menghormati Orang dari Materi
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Roxanne Minnish)
Share Article

Kamu tinggal di lingkungan yang seperti apa? Semua orang tentu berharap menempati rumah, kontrakan, atau kos-kosan di lingkungan yang nyaman. Faktor terbesar yang menentukan kenyamanan lingkungan adalah orang-orangnya.

Sikap saling respek satu sama lain akan membuatmu lebih kerasan tinggal di sana. Juga berinteraksi dengan warga lain. Akan tetapi, ada jenis lingkungan yang kurang menyenangkan. Gangguannya memang tidak secara langsung.

Akan tetapi, mayoritas warganya menghormati orang berdasarkan kekayaan yang mudah terlihat. Seperti orang yang punya mobil lebih dihargai daripada orang yang naik motor apalagi gak punya kendaraan sama sekali. Begitu juga rumah yang lebih besar, ada AC-nya, dan sebagainya. Tidak usah pindah jika dirimu telanjur membeli rumah di sana. Cukup lakukan enam cara ini biar kewarasan terjaga.

1. Gak usah terlalu effort mencari rasa hormat orang lain

seorang pria
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Barakat Zeewaneh)

Kamu bakal capek doang kalau terlalu keras berusaha mendapatkan rasa hormat orang-orang di sekitarmu. Ongkosnya juga terlalu mahal. Misal, kamu biasa naik motor seharga 20 juta rupiah. Demi dirimu dihormati seperti tetangga yang punya mobil, masa kamu mau beli mobil juga?

Apalagi mobilnya lebih dari 200 juta rupiah. Berat sekali untukmu menyamai standar kekayaan ala masyarakat sekitar. Duit separo dari harga mobil target saja mungkin gak ada di rekeningmu. Tidak perlu kamu nekat kredit segala.

Terserah orang-orang mau melihat sisi-sisi lain dari dirimu untuk menghormatimu atau tetap cuma fokus ke materi. Toh, selama ini hidupmu berjalan cukup baik meski kurang dihormati oleh mereka, kan? Bila rasa bapermu bisa dikurangi, hidupmu bakal terasa jauh lebih menyenangkan.

2. Gak perlu ikut memuji-muji orang terkaya versi lingkunganmu

percakapan
ilustrasi percakapan (pexels.com/Nicole Sabilia)

Satu banding banyak memang bisa menimbulkan sikap latah. Kamu sebenarnya tidak suka rasa hormat ke orang lain ditentukan dari materi yang dimilikinya. Buatmu, setiap orang dari kelas sosial ekonomi apa pun tetap wajib dihargai.

Namun, lantaran semua orang di sekitarmu mengagumi warga yang dianggap paling kaya, kamu menjadi tak enak hati bila tidak mengikutinya. Tak usah melakukan itu atau dirimu malah terkesan sebagai penjilat di mata orang yang banjir pujian. Bukan lantas kamu lebih baik menunjukkan sikap sinis padanya.

Bersikaplah biasa-biasa saja seakan-akan dirimu tak pernah melihat simbol-simbol kekayaan yang dimilikinya. Juga seolah-olah kamu tidak tahu betapa tetangga-tetangga begitu memujinya. Boleh jadi warga yang dipandang tajir malah lebih nyaman oleh perlakuanmu daripada terlalu dipuja.

3. Tahu kapan merendah atau melawan telak, tapi tetap sopan

mengobrol
ilustrasi mengobrol (pexels.com/Roxanne Minnish)

Barangkali ada tetangga yang ucapannya di hadapanmu menjadi gak menyenangkan. Ia mengukur segalanya dari materi. Kalau dia cuma bilang si A hebat sebab tiap tahun ganti mobil baru, kamu cukup mengiyakan atau mengangguk-angguk.

Jika ia lanjut bertanya kenapa dirimu tidak ganti mobil juga, kamu boleh merendah sedikit. Seperti bilang mobilmu masih berfungsi cukup baik. Lagi pula uangnya tak ada meski sesungguhnya saldo tabunganmu lebih dari harga mobil tetangga.

Namun, bersikaplah lebih keras kalau ia mulai terdengar menghinamu. Misal, dia tanya apa kamu gak malu tidak punya apa-apa yang berharga? Waktunya balik bertanya dengan tegas, buat apa malu? Malu itu kalau mencuri, merendahkan orang, dan berbuat buruk lainnya. Bukan soal punya mobil, motor, atau naik angkot.

4. Kurang dihormati masih oke, tapi jangan mau jadi si paling repot

mengobrol
ilustrasi mengobrol (pexels.com/Allan González)

Persoalan lebih lanjut tinggal di lingkungan yang memuja kekayaan materi ialah sikap meremehkan. Salah satu bentuknya, kamu sebagai warga yang dipandang gak kaya kerap dijadikan seksi repot. Dirimu sering diperintah dalam segala acara warga.

Sementara orang yang dihormati karena kekayaannya datang cuma sebagai tamu. Seperti datang langsung makan dan minum lalu pulang. Sementara kamu disuruh melayani ini itu bahkan tanpa bayaran sepeser pun.

Demi kehormatanmu, tolak saja perilaku semena-mena seperti itu. Ketika rapat persiapan acara diadakan, sampaikan keberatanmu. Daripada cuma beberapa orang yang super repot lebih baik pakai jasa katering lengkap dengan pramusaji. Mereka perlu tahu bahwa waktu dan energimu berharga.

5. Hindari tersanjung dengan sikap baik orang ketika nasibmu berubah

percakapan
ilustrasi percakapan (pexels.com/Caleb Oquendo)

Lingkungan yang menjadikan materi sebagai ukuran rasa hormat pasti gak tulus. Ketika hidupmu dinilai susah, mereka tidak peduli padamu. Justru secara terang-terangan mereka meremehkanmu. Akan tetapi, lihat saja nanti saat hidupmu mulai berubah.

Orang yang dulu paling suka mengejekmu pun bisa tiba-tiba bersikap sangat baik. Kamu sampai bingung dengan perubahannya. Sebaiknya dirimu tidak gampang tersanjung oleh perubahan sikap seperti ini. Jangan berpikir mereka bakal selamanya semanis itu padamu.

Gak usah nunggu kamu bangkrut. Suatu saat ada orang yang lebih kaya darimu, sikap hormat mereka padamu pasti luntur. Ketimbang kamu kecewa lebih baik menjaga diri dari rasa senang berlebih saat mereka mendadak menghormatimu.

6. Jadikan pengabaian mereka kesempatan buat fokus membangun hidup

seorang pria
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Roxanne Minnish)

Rasa kurang hormat karena kamu gak sekaya orang lain dalam hal materi yang tampak malah bisa menguntungkan. Bukan cuma dirimu bebas dari permintaan pinjaman. Namun, kamu juga cenderung dicuekin sama mereka.

Saat ada acara dan dirimu gak datang misalnya, tidak ada orang yang cukup peduli. Kehadiranmu bahkan kurang diharapkan. Tamu spesialnya tetangga yang harta bendanya ketahuan banyak.

Justru inilah kesempatan emas buatmu fokus membangun hidup di dalam rumah. Dirimu tak perlu menanggapi basa-basi yang menguras energi. Tidak apa-apa kamu tak jadi orang terpandang di lingkungan tempat tinggalmu. Boleh jadi berkat kerja keras penuh konsentrasi malah kiprahmu di luar jauh lebih hebat dan dihargai.

Selama kamu paham bahwa kekayaan tidak terbatas pada apa yang mudah terlihat mata, jangan khawatir. Biarkan orang lain memiliki pandangan berbeda dan hanya menghormati orang-orang tertentu. Sikap mereka sesungguhnya tidak mengurangi kehormatanmu sedikit pun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More