Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Kesalahan Pakai Pel yang Bikin Lantai Tetap Kusam, Sering Terjadi!
ilustrasi pel lantai (freepik.com/freepik)
  • Banyak orang tanpa sadar melakukan kesalahan saat mengepel, seperti tidak menyapu dulu atau memakai air kotor, yang membuat lantai tetap kusam meski sudah dibersihkan.
  • Kebersihan alat pel dan takaran cairan pembersih berpengaruh besar; pel kotor atau cairan berlebih bisa meninggalkan residu dan mengurangi kilau lantai.
  • Teknik mengepel serta tahap akhir pengeringan menentukan hasil akhir; gerakan asal-asalan dan membiarkan lantai basah dapat menimbulkan noda serta tampilan kusam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lantai sudah kamu pel, tapi kok masih terlihat kusam? Pernah ngalamin hal ini? Rasanya seperti sudah capek bersih-bersih, tapi hasilnya gak sesuai harapan. Kadang kamu jadi bertanya-tanya, ini salah cairannya, alatnya, atau cara kamu membersihkannya? Tenang, kamu gak sendirian. Banyak orang melakukan kesalahan yang sama tanpa sadar, dan justru itu yang bikin lantai tetap terlihat 'kurang kinclong'.

Sekarang coba jujur ke diri sendiri, saat ngepel kamu biasanya langsung saja tanpa banyak mikir, atau benar-benar memperhatikan setiap langkahnya? Nah, dari sini kita mulai bareng-bareng cek kebiasaan kamu. Siapa tahu, ada satu atau dua hal yang ternyata jadi penyebab utamanya. Yuk, kita bahas satu per satu, dan kamu bisa langsung 'ngecek diri' di tiap poinnya.

1. Langsung ngepel tanpa nyapu dulu, kamu juga?

ilustrasi pel (pexels.com/SHVETS production)

Coba ingat lagi, kamu biasanya nyapu dulu atau langsung ngepel? Kalau kamu sering skip nyapu, ini bisa jadi penyebab utama lantai tetap kusam. Debu dan kotoran kecil yang harusnya diangkat malah tercampur air dan menyebar ke mana-mana. Bukannya bersih, lantai malah jadi seperti 'digeser-geser' kotorannya.

Mulai sekarang, coba biasakan nyapu dulu sebelum ngepel. Rasanya mungkin nambah satu langkah, tapi hasilnya beda banget. Lantai jadi lebih bersih, air pel juga gak cepat kotor. Kamu sendiri pasti lebih puas lihat hasil akhirnya. Gimana, siap ubah kebiasaan yang satu ini?

2. Air pel sudah kotor, tapi masih dipakai terus?

ilustrasi pel lantai (pexels.com/Pixabay)

Ini jujur ya, kamu tipe yang rajin ganti air atau yang 'ah, masih bisa dipakai'? Kalau kamu sering pakai air yang sudah keruh, itu sama saja kamu lagi menyebarkan kotoran ke seluruh lantai. Air kotor gak punya 'tenaga' lagi untuk membersihkan.

Coba deh mulai lebih peka, kalau air sudah berubah warna, langsung ganti. Memang sedikit lebih repot, tapi hasilnya jauh lebih bersih. Bayangkan kamu ngepel pakai air bening, pasti hasilnya lebih segar. Jadi, kamu tim ganti air atau tim tahan dulu?

3. Pelnya sendiri, kapan terakhir dicuci?

ilustrasi pel lantai (pexels.com/SHVETS production)

Sekarang cek pel kamu. Bersih atau sudah mulai kusam dan bau? Banyak orang fokus ke lantai, tapi lupa kalau alatnya juga harus bersih. Pel yang kotor justru jadi sumber kuman dan bikin lantai gak maksimal bersihnya.

Coba biasakan cuci pel setelah dipakai atau sebelum digunakan lagi. Gak perlu ribet, yang penting bersih dari sisa kotoran. Dengan pel yang bersih, kamu seperti 'reset' proses ngepel dari awal. Hasilnya pun lebih maksimal. Pel kamu sekarang layak pakai atau butuh dicuci dulu?

4. Cairan pembersihnya kebanyakan?

ilustrasi pel lantai (freepik.com/freepik)

Pernah mikir 'biar wangi dan bersih, tuang aja lebih banyak'? Nah, ini juga sering terjadi. Padahal, terlalu banyak cairan justru bisa meninggalkan residu di lantai. Hasilnya malah kusam dan kadang terasa lengket.

Coba mulai pakai sesuai takaran saja. Gak perlu berlebihan untuk dapat hasil yang bagus. Justru dengan takaran pas, lantai bisa lebih bersih tanpa bekas. Hemat juga, kan? Kamu biasanya pakai secukupnya atau 'agak dilebihin'?

5. Cara ngepel, sudah benar atau asal lewat?

ilustrasi pel lantai (freepik.com/freepik)

Sekarang jujur lagi, kamu ngepel itu benar-benar fokus atau sekadar 'yang penting sudah'? Gerakan yang asal-asalan bikin kotoran gak terangkat sempurna. Lantai jadi setengah bersih, setengah kusam.

Coba perlahan ubah tekniknya. Pel dengan gerakan yang lebih teratur dan sedikit tekanan. Rasakan bedanya saat kamu benar-benar niat ngepel. Hasilnya pasti lebih bersih dan merata. Kamu termasuk yang santai atau detail saat ngepel?

6. Habis dipel, langsung ditinggal basah?

ilustrasi pel lantai (freepik.com/freepik)

Ini juga sering banget kejadian. Setelah ngepel, lantai dibiarkan kering sendiri. Padahal, air yang mengering bisa meninggalkan bekas garis atau noda. Makanya, lantai terlihat kusam walau sudah bersih.

Coba deh perhatikan tahap akhir ini. Kamu bisa bantu keringkan atau pastikan gak ada genangan air. Dengan lantai yang kering sempurna, hasilnya jadi lebih kinclong. Kamu biasanya nunggu kering sendiri atau ada usaha buat bantu mengeringkan?

Kalau kamu perhatikan, semua kesalahan ini sebenarnya sederhana banget. Tapi karena dilakukan berulang, efeknya jadi besar. Sekarang kamu sudah tahu, tinggal pilih mau mulai dari mana. Gak harus langsung semuanya, cukup satu kebiasaan dulu.

Kamu gak harus langsung mengubah semuanya sekaligus. Cukup mulai dari satu kebiasaan yang paling sering kamu lakukan. Perlahan, kamu akan melihat perbedaannya. Lantai yang bersih bukan hanya enak dipandang, tapi juga membuat rumah terasa lebih nyaman. Jadi, dari enam kesalahan tadi, mana yang paling sering kamu lakukan? 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team