Timbangan (untuk mengukur bahan)
Wadah tahan panas seperti kaca atau stainless steel
Hand blender
Cetakan sabun
Gelas ukur yang terdapat satuan ml
Sarung tangan dan kacamata pelindung
Lap kain
5 Langkah Membuat Sabun Batangan Organik, Ramah Lingkungan

- Persiapkan alat dan bahan yang diperlukan, seperti timbangan, wadah tahan panas, hand blender, cetakan sabun, dan bahan-bahan seperti minyak nabati dan natrium hidroksida.
- Buat larutan soda api dengan langkah-langkah yang tepat untuk membuat bahan dasar sabun dari natrium hidroksida dan air melalui proses saponifikasi.
- Siapkan minyak sesuai takaran yang dibutuhkan, campur dalam wadah tahan panas, aduk hingga rata, lalu panaskan untuk mencapai suhu 35 – 45 celcius sebelum proses mixing.
Berbeda dengan produk perawatan tubuh komersial yang sering mengandung sabun sintetis, pewangi buatan, dan bahan kimia keras, sabun batangan organik dibuat dari minyak nabati, lemak alami, serta bahan tambahan alami. Proses pembuatannya pun dilakukan dengan tangan dengan bahan-bahan yang sudah kita ketahui.
Membuat sabun batangan organik sering dikira rumit, mahal, dan sulit. Padahal, jika kita mengetahui langkah-langkah, peralatan, dan bahan yang tepat, pembuatan sabun batangan organik pasti akan mudah dilalui. Berikut langkah-langkah membuat sabun batang organik dengan bahan-bahan ramah lingkungan.
1. Persiapan alat dan bahan

Berikut peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sabun batangan
Alat:
Bahan:
Minyak nabati (disarankan minyak kelapa atau minyak zaitun yang lebih ramah lingkungan) totoal 500 gram
Natrium hidroksida (NaOH/soda api) 70 gram
Air mineral 150 ml - 175 ml
Minyak esensial untuk penambahan aroma secukupnya
Pewarna alami seperti kunyit atau kakao
2. Buat larutan soda api

Larutan soda api adalah campuran antara natrium hidroksida dan air. Larutan ini berperan penting untuk membuat bahan dasar sabun. Natrium hidroksida dan air akan melalui proses saponifikasi, yaitu proses ketika minyak bereaks dengan basa kuat untuk menghasilkan sabun dan gliserin. Untuk lebih mudah dipahami, berikut langkah-langkah membuat larutan soda api:
Sebelum memulai gunakan kacamata dan sarung tangan karet karena natrium hidroksida bersifat korosif.
Siapkan wadah tahan panas dari kaca atau stainless steel, sendok pengaduk, air, dan natrium hidroksida yang sudah ditimbang.
Tuangkan air ke dalam wadah, baru tuangkan natrium hidroksida perlahan ke dalam air. Air selalu berada di urutan pertama untuk dituangkan terlebih dahulu.
Aduk larutan secara perlahan sampai kristal soda api benar-benar larut. Di tahap ini larutan akan menjadi panas dan mengeluarkan uap.
Setelah soda api larut, diamkan larutan hingga hangat, kamu bisa menggunakan termometer untuk mengeceknya sekitar 35 – 45 celcius.
3. Siapkan minyak

Menyiapkan minyak adalah proses penting yang dapat memengaruhi tekstur, kualitas, dan kestabilan sabun. Kamu gak harus menggunakan satu jenis minyak tertentu. Kamu bisa mengombinasikannya, misalnya minyak kelapa 300 gram dan minyak zaitun 200 gram. Karena minyak kelapa menghasilkan busa dan minyak zaitun memberi kelembutan.
Setelah semua minyak tersedia dalam takaran yang sesuai, langkah selanjutnya adalah mencampurkannya dalam satu wadah tahan panas. Aduk hingga tercampur rata dan gak menimbulkan gelembung udara. Samakan suhu minyak dengan cara menghangatkannya sebentar untuk mencapai suhu 35 – 45 celcius.
4. Proses mixing

Mixing adalah proses pencampuran larutan soda api dan minyak. Ini adalah proses penting dan inti dari pembuatan sabun batangan. Berikut langkah-langkah proses mixing.
Tuangkan larutan soda api secara perlahan ke dalam campuran minyak. Lakukan secara bertahap sambil diaduk perlahan untuk mencegah percikan dan memastikan larutan tercampur merata.
Untuk mempercepat pencampuran, gunakan hand blender. Campuran bisa dikatakan trace yaitu bila sudah adonan sudah mengental dan tetesan adonan mennggalkan jejak di permukaan sebelum perlahan menghilang.
Hentikan proses blending bilan adonan sudah mencapi trace. Pengadukan berlebihan dapat menyebabkan adonan terlalu kental dan sulit dicetak.
Selanjutnya, tambahkan minyak esensial dan pewarna untuk membuat sabun makin beraroma. Aduk perlahan saat menuangkan minyak esensial menggunakan spatula.
5. Mencetak dan memotong sabun

Setelah adonan menyatu dengan minyak esensial, langkah selanjutnya adalah mencetak sabun. Siapkan cetakan silikon atau cetakan kayu yang dilapisi kertas roti. Tuangkan adonan perlahan ke dalam cetakan. Lakukan dengan hati-hati untuk menghindari terbentuknya gelembung udara.
Setelah tertata sempurna, tutup cetakan dengan kain atau handuk. Diamkan selama 24-48 jam untuk membantu proses saponifikasi. Setelah sabun cukup keras, keluarkan dari cetakan secara perlahan. Lalu potong dengan ukuran yang kamu inginkan.
Setiap tahap pembuatan sabun membutuhkan ketelitian agar berhasil dan mendapatkan sabun yang berkualitas. Kegiatan membuat sabun organik secara mandiri dapat menjadi alternatif perawatan tubuh yang lebih ramah lingkungan bagi kulit.



















