Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Model dan Warna Sofa yang Bikin Ruang Tamu Terasa Ketinggalan Zaman
ilustrasi sofa chesterfield (pexels.com/georgemorina)
  • Tren interior kini bergeser ke desain hangat dan simpel, membuat sofa bulky atau berornamen berat terasa ketinggalan zaman karena memberi kesan sempit dan kurang modern.
  • Sofa dengan warna netral hangat seperti cream, off-white, atau earthy tone lebih disukai dibanding abu-abu dingin atau jewel tone yang dianggap terlalu dominan.
  • Desainer merekomendasikan bahan linen, bouclé, atau velvet lembut serta model polos minimalis agar ruang tamu tampak timeless, cozy, dan mudah menyesuaikan tren baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ruang tamu sering jadi area pertama yang langsung mencuri perhatian saat seseorang masuk ke rumah. Karena itu, pemilihan sofa gak cuma soal nyaman dipakai, tapi juga berpengaruh besar pada keseluruhan tampilan interior. Menariknya, ada beberapa model dan warna sofa yang dulu sempat populer, tetapi sekarang justru bikin ruang tamu terasa terjebak di era tertentu.

Tren interior rumah kini mulai bergeser ke arah desain yang lebih hangat, simpel, dan timeless. Sofa dengan model terlalu berat atau warna yang identik dengan tren lama perlahan mulai ditinggalkan karena membuat ruang tamu terasa kurang fresh. Yuk, simak model dan warna sofa yang bikin ruang tamu terasa ketinggalan zaman!

1. Sofa recliner berukuran besar

ilustrasi perempuan beristirahat di sofa (pexels.com/ramazphotos)

Sofa recliner dengan bantalan tebal memang terkenal nyaman untuk dipakai bersantai. Namun, model yang terlalu bulky sekarang mulai dianggap membuat ruang tamu terasa penuh dan kurang modern. Bentuknya yang besar juga sering mendominasi ruangan sehingga area lain terlihat sempit.

Saat ini, banyak orang lebih menyukai sofa dengan desain ramping yang tetap nyaman tanpa membuat ruangan terasa berat. Model modular atau sectional minimalis jadi favorit karena tampil lebih clean dan fleksibel dipadukan dengan berbagai konsep rumah. Selain itu, tampilannya juga memberi kesan ruang tamu yang lebih lega dan modern.

“Pemilik rumah modern sekarang lebih menyukai recliner dan sofa sectional dengan profil ramping yang tetap nyaman digunakan,” ujar Artem Kropovinsky, principal interior designer Arsight Studio, dikutip dari The Spruce.

2. Sofa chesterfield dengan detail berlebihan

ilustrasi sofa chesterfield (pexels.com/georgemorina)

Sofa Chesterfield identik dengan detail kancing tufted, sandaran melengkung, dan tampilan klasik yang formal. Meski sempat dianggap mewah dan elegan, model seperti ini kini mulai terasa terlalu berat untuk interior rumah masa kini. Detail dekoratif yang berlebihan juga bikin ruang tamu terlihat lebih tua dan kurang santai.

Desain interior modern sekarang lebih mengutamakan bentuk sofa yang simpel dan lembut secara visual. Sofa dengan garis clean dianggap lebih timeless karena mudah mengikuti perubahan tren dekorasi rumah. Selain terlihat lebih ringan, model seperti ini juga membuat suasana ruang tamu terasa lebih cozy.

“Lebih baik memilih sofa modern yang terasa lebih lembut dan tidak terlalu kaku desainnya. Tanpa detail kancing, bentuk sofa juga terlihat lebih sederhana,” jelas Evelina Juzėnaitė, principal interior designer Planner 5D, dikutip dari The Spruce.

3. Sofa microfiber warna cokelat dan beige

ilustrasi sofa microfiber warna beige (pexels.com/artbovich)

Warna cokelat memang sedang kembali populer dalam tren interior rumah. Namun, sofa microfiber warna cokelat atau beige justru sering diasosiasikan dengan gaya rumah era 2000-an. Materialnya juga cenderung cepat terlihat kusam karena permukaan kain bisa aus secara tidak merata.

Sebagai gantinya, banyak desainer kini lebih menyarankan bahan, seperti linen, bouclé, atau velvet yang terlihat lebih modern. Material tersebut memberi tampilan yang lebih elegan sekaligus terasa hangat untuk ruang tamu. Selain lebih estetik, tampilannya juga dianggap lebih tahan lama secara visual.

“Material microfiber mengalami kerusakan secara tidak merata. Kini bouclé, linen, dan velvet lebih dipilih karena memberi kesan mewah sekaligus lebih tahan lama,” jelas Artem Kropovinsky, principal interior designer Arsight Studio, dikutip dari The Spruce.

4. Sofa velvet warna jewel tone

ilustrasi ruangan bernuansa warna hijau (pexels.com/sonny-vermeer)

Sofa velvet warna emerald, royal blue, atau ungu amethyst sempat sangat populer beberapa tahun lalu. Warna-warna jewel tone memang memberi kesan mewah dan bold dalam ruangan. Namun sekarang, tone yang terlalu pekat justru mulai dianggap terlalu mendominasi dan cepat terasa outdated.

Tren interior saat ini lebih mengarah pada warna earthy yang lembut dan hangat. Warna seperti olive, rustic copper, atau soft plum dianggap lebih timeless dan mudah dipadukan dengan dekorasi rumah lain. Nuansa alami seperti ini juga membuat ruang tamu terasa lebih nyaman dan gak mudah membosankan.

“Warna-warna yang terlalu jenuh seperti ini terasa terlalu mendominasi di tahun 2025,” ujar Cheynne Ely, owner dan principal designer Cheyenne Paige Interiors, dikutip dari Southern Living.

5. Sofa abu-abu bernuansa dingin

ilustrasi ruang tamu (pexels.com/pixabay)

Sofa abu-abu sempat jadi pilihan aman karena dianggap netral dan cocok untuk semua konsep rumah. Sayangnya, abu-abu dengan undertone dingin kini mulai terasa flat dan kurang memberi kehangatan pada ruangan. Akibatnya, ruang tamu bisa terlihat terlalu kaku dan kurang hidup.

Sebagai alternatif, banyak desainer menyarankan warna netral yang lebih hangat, seperti cream, off-white, atau cokelat earthy. Warna-warna tersebut membuat ruang tamu terasa lebih homey sekaligus tetap elegan. Kalau masih ingin menggunakan abu-abu, shade charcoal dengan tone lebih dalam bisa jadi pilihan yang lebih modern.

6. Sofa bermotif ramai dan penuh tekstur

ilustrasi sofa bermotif (pexels.com/hasan-huseyin-turan)

Sofa dengan motif garis, floral, atau kombinasi banyak warna memang mudah mencuri perhatian. Namun, model seperti ini biasanya lebih cepat terasa membosankan dan sulit dipadukan dengan dekorasi baru. Akibatnya, ruang tamu jadi terlihat terlalu ramai dan kurang timeless.

Saat ini, sofa berwarna solid tanpa banyak motif lebih disukai karena terasa lebih fleksibel. Tampilan polos membuat sofa lebih mudah mengikuti perubahan tren interior rumah tanpa terlihat usang. Kalau ingin ruang tamu terasa lebih hidup, kamu tetap bisa bermain warna lewat cushion atau dekorasi tambahan lain yang lebih mudah diganti.

Model dan warna yang terlalu khas satu era memang lebih berisiko membuat ruang tamu cepat terasa ketinggalan zaman. Karena itu, sofa dengan desain simpel dan warna versatile biasanya jadi pilihan paling aman agar rumah tetap terasa modern selama bertahun-tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article