Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rumah Bau Tak Sedap? 9 Kebiasaan Buruk Ini Mungkin Sebabnya

Rumah Bau Tak Sedap? 9 Kebiasaan Buruk Ini Mungkin Sebabnya
ilustrasi bau tak sedap (freepik.com/krakenimagescom)
Intinya Sih
  • Sampah dan sisa makanan: Buang sampah dapur setiap hari, bersihkan tempat sampah secara berkala, gunakan kantong plastik tertutup.
  • Hewan peliharaan: Mandikan hewan peliharaan secara rutin, bersihkan area tidur atau kandangnya, gunakan sampo khusus hewan.
  • Sisa makanan dan saluran pembuangan: Bersihkan saluran pembuangan dengan baking soda dan cuka, buang sisa makanan sebelum mencuci piring.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernah masuk rumah sendiri dan tiba-tiba mencium bau tak sedap? Padahal kamu merasa sudah rajin membersihkan rumah, tapi tetap saja ada aroma yang mengganggu. Sering kali, bau tak sedap di rumah berasal dari kebiasaan yang tanpa sadar dilakukan setiap hari, lho.

Bau tak sedap di rumah bukan hanya bikin gak nyaman, tapi juga bisa memengaruhi suasana hati dan kesehatan. Bahkan, tamu yang datang bisa merasa kurang betah.

Nah, sebelum buru-buru menyalahkan lingkungan sekitar, coba cek dulu apakah kamu masih melakukan beberapa kebiasaan buruk berikut ini. Mungkin saja salah satunya jadi penyebab rumahmu berbau tak sedap!

1. Malas membuang sampah

ilustrasi sampah organik (pexels.com/SHVETS production)
ilustrasi sampah organik (pexels.com/SHVETS production)

Sampah yang dibiarkan terlalu lama, apalagi yang berisi sisa makanan, bisa menjadi sumber bau tak sedap di rumah. Sisa makanan yang membusuk akan mengundang bakteri dan menghasilkan aroma tidak sedap yang menyebar ke seluruh ruangan.

Solusi: Pastikan kamu rutin membuang sampah setiap hari, terutama yang berasal dari dapur. Bersihkan juga tempat sampah secara berkala dengan disinfektan agar gak ada bau sisa yang tertinggal. Selain itu, gunakan kantong plastik yang tertutup rapat untuk mengurangi penyebaran bau.

2. Jarang memandikan hewan peliharaan

ilustrasi kucing peliharaan (pexels.com/baby 快乐)
ilustrasi kucing peliharaan (pexels.com/baby 快乐)

Kalau kamu punya hewan peliharaan di rumah, jangan lupa untuk merawat kebersihannya, ya. Bulu yang kotor, minyak alami tubuh mereka, serta sisa kotoran yang menempel bisa menjadi penyebab bau tak sedap di rumah. Selain itu, area tempat tidur atau kandang hewan juga bisa menjadi sarang bakteri jika gak rutin dibersihkan.

Solusi: Mandikan hewan peliharaan setidaknya sekali dalam sebulan. Selain itu, bersihkan area tempat tidur atau kandangnya secara rutin agar bau gak menumpuk. Gunakan sampo khusus hewan untuk menjaga kebersihan dan kesegaran bulu mereka.

3. Mengabaikan kebersihan saluran pembuangan atau wastafel

ilustrasi cuci piring di wastafel (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi cuci piring di wastafel (pexels.com/RDNE Stock project)

Sisa makanan yang tertinggal di tempat cuci piring atau saluran pembuangan bisa menumpuk dan membusuk, menyebabkan bau tak sedap. Air yang menggenang di saluran pembuangan juga bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur yang memperburuk bau. Jika dibiarkan terlalu lama, saluran pembuangan bisa tersumbat dan semakin sulit dibersihkan.

Solusi: Bersihkan saluran pembuangan dengan campuran baking soda dan cuka setiap minggu untuk menghilangkan sisa kotoran yang menempel. Pastikan juga untuk selalu membuang sisa makanan ke tempat sampah sebelum mencuci piring. Gunakan saringan pada lubang pembuangan agar sisa makanan gak langsung masuk ke dalam saluran.

4. Jarang mencuci handuk

ilustrasi handuk (pexels.com/Dom J)
ilustrasi handuk (pexels.com/Dom J)

Handuk yang sering digunakan tapi jarang dicuci bisa menjadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri. Akibatnya, bau apek muncul dan menyebar ke seluruh ruangan. Handuk yang lembap dan dibiarkan menggantung dalam kondisi basah akan semakin mempercepat pertumbuhan jamur.

Solusi: Pastikan handuk selalu digantung di tempat yang kering dan dicuci setiap 3-4 kali pemakaian. Tambahkan cuka ke dalam mesin cuci saat mencuci handuk untuk menghilangkan bau apek.

5. Tidak mencuci karpet dan keset secara rutin

ilustrasi karpet kamar mandi (freepik.com/freepik)
ilustrasi karpet kamar mandi (freepik.com/freepik)

Karpet dan keset bisa menyerap bau dari debu, kotoran, hingga sisa makanan. Kalau gak rutin dibersihkan, karpet bisa menjadi sumber bau yang mengganggu. Selain itu, karpet yang jarang dibersihkan juga bisa menjadi tempat berkumpulnya tungau dan bakteri.

Solusi: Vakum karpet minimal seminggu sekali dan lakukan pencucian mendalam (deep cleaning) setidaknya setahun sekali. Gunakan pewangi khusus karpet untuk menjaga kesegarannya. Jika memungkinkan, jemur karpet di bawah sinar matahari secara rutin agar gak lembap dan berbau.

6. Pakaian kotor yang dibiarkan menumpuk

ilustrasi mencuci baju (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi mencuci baju (pexels.com/RDNE Stock project)

Baju kotor yang terlalu lama menumpuk di dalam keranjang bisa menyebabkan bau tak sedap di kamar. Keringat, debu, dan kotoran yang menempel pada pakaian akan menimbulkan aroma yang kurang menyenangkan. Jika kondisi ruangan lembap, baju kotor bisa menjadi sarang jamur dan bau semakin parah.

Solusi: Jangan menunda mencuci pakaian. Buat jadwal mencuci secara rutin agar pakaian kotor gak menumpuk terlalu lama. Pastikan juga untuk mengeringkan pakaian dengan baik agar tidak menimbulkan bau apek setelah dicuci.

7. Menyimpan sepatu bau di dalam rumah

ilustrasi rak sepatu (pexels.com/Dương Nhân)
ilustrasi rak sepatu (pexels.com/Dương Nhân)

Sepatu yang lembap dan sering digunakan bisa menjadi sumber bau tak sedap kalau gak dirawat dengan baik. Keringat yang menempel di dalam sepatu dapat menyebabkan bakteri berkembang biak dan menghasilkan aroma yang kurang sedap. Jika sepatu disimpan dalam lemari tertutup tanpa ventilasi, baunya bisa semakin menyengat.

Solusi: Keringkan sepatu setelah dipakai, gunakan pewangi atau deodoran khusus sepatu, dan simpan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Jika memungkinkan, jemur sepatu secara rutin di bawah sinar matahari agar kuman dan bakteri mati. Hindari menyimpan sepatu dalam keadaan basah atau lembap.

8. Tidak merawat tanaman dengan baik

ilustrasi taman indoor (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi taman indoor (pexels.com/cottonbro studio)

Tanaman yang layu atau membusuk bisa mengeluarkan aroma tak sedap. Selain itu, tanah yang terlalu lembap juga bisa menyebabkan bau apek. Kalau gak segera dibersihkan, tanaman yang mati bisa menarik serangga dan membuat bau semakin tidak sedap.

Solusi: Rutin merawat tanaman, mengganti air jika menggunakan vas, dan memastikan tanah tidak terlalu lembap. Jika ada tanaman yang mulai layu atau busuk, segera buang bagian yang rusak agar gak menyebarkan bau. Letakkan tanaman di tempat yang cukup terkena sinar matahari agar tetap sehat dan segar.

9. Jarang membersihkan kulkas

ilustrasi kulkas (pexels.com/Kevin Malik)
ilustrasi kulkas (pexels.com/Kevin Malik)

Kulkas yang jarang dibersihkan bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dari sisa makanan yang sudah kedaluwarsa. Sisa makanan yang tumpah atau basi dapat mengeluarkan aroma yang tidak sedap dan menyebar ke seluruh isi kulkas. Kalau gak segera dibersihkan, bau tersebut bisa menempel pada makanan lain, lho.

Solusi: Rutin membersihkan kulkas dengan air sabun dan cuka, serta buang makanan yang sudah gak layak konsumsi. Pastikan untuk menyimpan makanan dalam wadah tertutup agar tidak menyebarkan bau. Gunakan baking soda atau arang aktif sebagai penyerap bau alami di dalam kulkas.

Tips tambahan untuk membuat rumah tetap harum

ilustrasi diffuser aromaterapi (pexels.com/karla munoz rosas)
ilustrasi diffuser aromaterapi (pexels.com/karla munoz rosas)

  • Bersihkan rumah secara rutin: Jangan lupa membersihkan area yang sering digunakan, seperti dapur, kamar mandi, dan ruang tamu.
  • Gunakan pengharum ruangan: Lilin aromaterapi, diffuser, atau semprotan kain (fabric spray) bisa membantu menyegarkan udara di rumah.
  • Buka jendela: Ventilasi yang baik akan membantu mengusir bau tak sedap dan menggantinya dengan udara segar.
  • Gunakan dehumidifier: Jika rumahmu cenderung lembap, dehumidifier bisa membantu mengurangi bau apek.

Dengan menghindari kebiasaan buruk di atas dan menerapkan tips-tips sederhana, rumahmu pasti akan terasa lebih segar dan nyaman. Yuk, mulai perbaiki kebiasaanmu hari ini!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
L A L A .
EditorL A L A .
Follow Us