Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tanaman Herbal yang Paling Dicari Pasar dan Mudah Dibudidayakan
ilustrasi tanaman mint (freepik.com/ArthurHidden)
  • Minat masyarakat terhadap produk herbal meningkat karena kesadaran hidup sehat, membuka peluang bisnis baru bagi pelaku usaha kecil dengan modal dan lahan terbatas.
  • Lima tanaman paling diminati adalah jahe, kunyit, temulawak, serai, dan daun mint yang semuanya mudah dibudidayakan serta memiliki pasar stabil di berbagai industri.
  • Budidaya herbal dinilai fleksibel dan menguntungkan karena perawatan sederhana, masa panen cepat, serta permintaan tinggi dari sektor kuliner hingga kesehatan alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Minat terhadap produk herbal terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan gaya hidup yang lebih sadar akan kesehatan membuat banyak orang mulai melirik bahan alami sebagai pendukung kesehatan sehari-hari. Dari minuman tradisional hingga suplemen, tanaman herbal kembali banyak dicari di pasar

Peluang ini membuka ruang usaha yang cukup menjanjikan, termasuk bagi pelaku bisnis skala kecil. Budidaya tanaman herbal relatif fleksibel karena bisa dimulai dari lahan sempit bahkan pekarangan rumah. Permintaan yang stabil serta proses perawatan yang tidak terlalu rumit menjadikan sektor ini cukup menarik. Berikut lima tanaman herbal yang paling dicari dan mudah untuk dibudidayakan.

1. Jahe diminati karena kebutuhan pasar yang tinggi

ilustrasi jahe (unsplash.com/Kelly Sikkema)

Jahe menjadi salah satu tanaman herbal paling populer di Indonesia. Jahe banyak digunakan sebagai bahan minuman tradisional, campuran makanan, hingga bahan baku industri minuman instan dan suplemen. Permintaan biasanya meningkat saat musim hujan dimana banyak orang yang mengalami gangguan saluran pernapasan seperti flu dan batuk.

Dari sisi budidaya, jahe tergolong mudah ditanam dan tidak membutuhkan perawatan rumit. Tanaman ini dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi dengan media tanah yang gembur dan drainase baik. Masa panennya relatif singkat sekitar delapan hingga sepuluh bulan tergantung varietasnya sehingga perputaran modal dapat berlangsung cukup cepat.

2. Kunyit banyak digunakan untuk industri kesehatan dan kuliner

ilustrasi teh kunyit (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Kunyit dikenal luas sebagai bahan utama jamu dan bumbu dapur. Kandungan curcumin di dalamnya sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan sehingga permintaannya tidak hanya datang dari rumah tangga tetapi juga industri pangan dan farmasi. Produk olahan seperti bubuk kunyit dan ekstrak cair semakin memperluas pasarnya.

Budidaya kunyit cukup sederhana karena tanaman ini tahan terhadap berbagai kondisi cuaca tropis. Penanaman dapat dilakukan di lahan terbuka maupun polybag. Dengan perawatan dasar seperti penyiraman teratur dan pengendalian gulma, kunyit sudah bisa dipanen dalam waktu sekitar delapan bulan.

3. Temulawak stabil karena permintaan industri jamu tradisional

ilustrasi temulawak (freepik.com/wirestock)

Temulawak memiliki pasar yang cukup kuat di industri jamu dan minuman kesehatan. Rimpang ini sering diolah menjadi minuman herbal untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan pencernaan. Permintaan dari pabrik pengolah jamu tradisional membuat temulawak memiliki pasar yang relatif stabil sepanjang tahun.

Tanaman ini cocok dibudidayakan di tanah yang subur dan cukup terkena sinar matahari. Perawatannya mirip dengan jahe dan kunyit sehingga mudah dipelajari oleh pemula. Selain dijual dalam bentuk segar, temulawak juga dapat diolah menjadi irisan kering untuk meningkatkan nilai jual dan daya simpan.

4. Serai fleksibel di pasar kuliner maupun aromaterapi

ilustrasi serai (freepik.com/jcomp)

Serai tidak hanya populer sebagai bumbu dapur tetapi juga sebagai bahan minuman herbal dan minyak atsiri. Aromanya yang khas membuatnya banyak digunakan dalam produk kesehatan dan perawatan tubuh. Permintaan datang dari pasar kuliner rumah tangga hingga industri aromaterapi.

Budidaya serai termasuk salah satu yang paling mudah karena tanaman ini tahan terhadap kondisi cuaca yang cukup beragam. Serai dapat ditanam di pekarangan rumah dan tidak membutuhkan pupuk khusus dalam jumlah besar. Panen pertama biasanya bisa dilakukan dalam waktu sekitar enam bulan dan dapat berlanjut berkali kali tanpa perlu penanaman ulang dalam waktu dekat.

5. Daun mint cepat tumbuh dan cocok untuk gaya hidup sehat

ilustrasi daun mint (pexels.com/Victoria Bowers)

Daun mint semakin diminati seiring berkembangnya tren minuman segar dan gaya hidup sehat. Tanaman ini banyak digunakan dalam minuman herbal infused water hingga produk perawatan alami. Permintaannya cukup tinggi terutama dari pelaku usaha kuliner dan kafe.

Dari segi budidaya, mint termasuk tanaman yang cepat tumbuh dan mudah diperbanyak melalui stek batang. Tanaman ini cocok ditanam di pot atau sistem hidroponik sehingga tidak memerlukan lahan luas. Dengan perawatan rutin dan pencahayaan cukup, panen bisa dilakukan dalam waktu relatif singkat.

Tanaman herbal tidak hanya menjadi bagian dari tradisi tetapi juga memiliki potensi bisnis di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan alami. Beberapa herbal diatas menunjukkan bahwa peluang usaha dapat dimulai dari komoditas yang sederhana dan mudah dibudidayakan. Dengan perencanaan yang matang serta pemahaman pasar, bisnis tanaman herbal dapat berkembang secara bertahap dan berkelanjutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team