Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi tanaman pohon kelapa
ilustrasi tanaman pohon kelapa (pexels.com/Asad Photo Maldives)

Intinya sih...

  • Kaktus mampu bertahan hidup dalam kondisi minim air dan suhu tinggi, serta mudah dirawat di berbagai jenis tanah.

  • Lidah buaya memiliki daya adaptasi tinggi terhadap cuaca panas dan kering, serta memiliki banyak manfaat kesehatan dan kecantikan.

  • Pohon trembesi, sorgum, dan kelapa juga tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem, menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung ketahanan pangan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perubahan iklim menyebabkan cuaca menjadi semakin tidak menentu, mulai dari suhu panas ekstrem, hujan berlebihan, hingga kekeringan berkepanjangan. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi dunia pertanian dan penghijauan. Oleh karena itu, memilih tanaman yang tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem menjadi solusi penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan.

Tanaman yang adaptif umumnya memiliki sistem akar kuat, kemampuan menyimpan air, serta ketahanan terhadap suhu dan curah hujan yang fluktuatif. Berikut ini adalah lima tanaman yang dikenal paling tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem dan mudah dirawat di berbagai kondisi lingkungan.

1. Kaktus

ilustrasi tanaman kaktus (pexels.com/Scott Webb)

Kaktus merupakan tanaman yang sangat terkenal akan ketahanannya terhadap cuaca ekstrem, khususnya panas dan kekeringan. Tanaman ini mampu menyimpan air dalam batangnya, sehingga dapat bertahan hidup dalam kondisi minim air dan suhu tinggi.

Selain tahan panas, kaktus juga mampu beradaptasi di berbagai jenis tanah. Perawatannya yang mudah menjadikan kaktus pilihan ideal untuk daerah kering maupun sebagai tanaman hias yang ramah lingkungan.

2. Lidah Buaya (Aloe Vera)

ilustrasi tanaman lidah buaya (pexels.com/Cintia Siqueira)

Lidah buaya adalah tanaman sukulen yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap cuaca panas dan kering. Daunnya yang tebal berfungsi menyimpan air, sehingga tanaman ini tidak mudah layu meskipun jarang disiram.

Selain tahan terhadap perubahan cuaca, lidah buaya juga memiliki banyak manfaat kesehatan dan kecantikan. Hal ini menjadikannya tanaman multifungsi yang cocok ditanam di pekarangan rumah maupun lahan terbuka.

3. Pohon Trembesi

ilustrasi pohon trembesi (pexels.com/Kenrick Baksh)

Pohon trembesi dikenal sebagai tanaman peneduh yang mampu bertahan di kondisi cuaca ekstrem, baik panas maupun hujan deras. Sistem perakarannya yang kuat membuat trembesi tahan terhadap angin kencang dan erosi tanah.

Selain ketahanannya, trembesi juga berperan penting dalam menyerap karbon dioksida dan meningkatkan kualitas udara. Oleh karena itu, pohon ini sering digunakan dalam program penghijauan perkotaan.

4. Sorgum

ilustrasi tanaman sorgum (pexels.com/Amar Preciado)

Sorgum merupakan tanaman pangan yang sangat tahan terhadap kekeringan dan suhu tinggi. Tanaman ini tetap dapat tumbuh produktif meskipun curah hujan rendah, sehingga cocok ditanam di daerah dengan iklim kering.

Keunggulan sorgum tidak hanya pada ketahanannya, tetapi juga nilai gizinya yang tinggi. Sebagai sumber karbohidrat alternatif, sorgum berpotensi besar mendukung ketahanan pangan di tengah perubahan iklim.

5. Kelapa

ilustrasi pohon kelapa (pexels.com/MarcTutorials)

Pohon kelapa dikenal sebagai tanaman tropis yang mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi cuaca, termasuk panas, angin kencang, dan tanah berpasir. Akar kelapa yang kuat membuatnya tahan terhadap abrasi dan badai.

Selain daya tahannya, kelapa juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan. Inilah yang membuat kelapa menjadi tanaman unggulan di wilayah pesisir dan daerah dengan cuaca ekstrem.

Tanaman yang tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung ketahanan pangan. Dengan memilih tanaman yang adaptif seperti kaktus, lidah buaya, trembesi, sorgum, dan kelapa, kita dapat mengurangi risiko gagal tanam akibat cuaca yang tidak menentu.

Di tengah tantangan perubahan iklim, menanam tanaman yang tahan cuaca ekstrem bukan hanya solusi praktis, tetapi juga langkah nyata dalam menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team