Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tanpa AC, Metode 'Manusia Purba' Ini Bisa Bikin Rumah Adem Seharian

Tanpa AC, Metode 'Manusia Purba' Ini Bisa Bikin Rumah Adem Seharian
ilustrasi pasangan santai di dalam rumah (magnific.com/magnific)
Intinya Sih
  • Metode 'manusia purba' menekankan pencegahan panas sejak pagi dengan menutup jendela dan tirai sebelum sinar matahari langsung masuk agar udara sejuk terperangkap lebih lama.
  • Ruangan yang menghadap barat perlu perhatian ekstra karena mudah panas; tirai sebaiknya ditutup sebelum sore untuk menjaga suhu tetap stabil meski cuaca terik.
  • Saat malam, jendela dibuka untuk ventilasi silang agar sisa panas keluar, sambil mematikan perangkat elektronik tak terpakai demi rumah lebih adem dan hemat listrik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat cuaca sedang panas-panasnya, berada di dalam rumah sering kali terasa sama gerahnya dengan di luar ruangan. Akibatnya, banyak orang langsung menyalakan AC agar suhu ruangan terasa lebih nyaman. Padahal, ada cara sederhana yang bisa membantu menjaga rumah tetap adem tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pendingin ruangan.

Salah satunya adalah metode "manusia purba" atau caveman method, teknik lama yang mengandalkan pencegahan panas sebelum masuk ke dalam rumah. Menurut Joseph Holman, spesialis pintu dan jendela dari Green Door di Inggris, cara ini memang gak bisa menggantikan AC saat cuaca sangat ekstrem, tapi cukup efektif membuat rumah terasa lebih nyaman sekaligus mengurangi kerja AC.

1. Tutup jendela dan tirai sebelum pukul 9 pagi

ilustrasi jendela rumah (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
ilustrasi jendela rumah (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Kunci utama metode "manusia purba" adalah mencegah panas masuk sejak awal hari. Joseph Holman menjelaskan bahwa tirai dan jendela sebaiknya ditutup paling lambat sekitar pukul 9 pagi atau sebelum sinar matahari langsung mengenai sisi rumahmu. Waktu ini bisa sedikit berbeda tergantung arah rumah, kondisi cuaca, dan lokasi tempat tinggal.

Saat udara pagi masih terasa sejuk, suhu di dalam rumah biasanya juga masih nyaman. Dengan menutup jendela dan tirai lebih awal, udara sejuk tersebut akan terperangkap lebih lama di dalam ruangan. Sebaliknya, jika kamu membiarkan panas matahari masuk sejak pagi, suhu di dalam rumah akan naik dan jauh lebih sulit didinginkan kembali pada siang hari.

2. Beri perhatian ekstra pada ruangan yang menghadap barat

ilustrasi ibu menggendong anak melihat ke luar jendela
ilustrasi ibu menggendong anak melihat ke luar jendela (magnific.com/magnific)

Gak semua ruangan menerima paparan sinar matahari dengan intensitas yang sama. Menurut Holman, ruangan yang menghadap ke arah barat menjadi area yang paling gampang panas karena terkena sinar matahari sore yang lebih terik. Itulah sebabnya ruangan seperti kamar tidur atau ruang keluarga di sisi barat sering terasa gerah menjelang malam.

Kalau rumahmu memiliki ruangan yang menghadap ke barat, pastikan tirainya sudah tertutup sebelum sinar matahari mulai mengenainya, ya. Langkah sederhana ini membantu mengurangi panas yang menembus kaca jendela. Dengan begitu, suhu ruangan bisa tetap lebih stabil meskipun cuaca di luar sedang sangat panas.

3. Buka jendela kembali saat matahari sudah terbenam

ilustrasi jendela rumah, matahari tenggelam, sunset
ilustrasi jendela rumah, matahari tenggelam, sunset (pexels.com/Athena Sandrini)

Metode ini bukan berarti kamu harus menutup rumah sepanjang hari, ya. Setelah matahari terbenam dan suhu luar mulai turun, justru saat itulah kamu dianjurkan membuka jendela kembali. Holman menyarankan membuka jendela pada sisi rumah yang saling berhadapan agar tercipta ventilasi silang atau cross ventilation.

Aliran udara tersebut membantu mengeluarkan sisa panas yang terjebak di dalam rumah sepanjang hari. Kalau kondisi lingkungan aman, kamu juga bisa membiarkan jendela tetap terbuka semalaman agar struktur bangunan ikut mendingin. Namun, jika kamarmu berada di lantai dasar atau lokasi rumah kurang aman, sebaiknya jangan membiarkan jendela terbuka saat tidur demi menghindari risiko pencurian.

4. Halangi sinar matahari sebelum mengenai kaca jendela

ilustrasi window film untuk jendela
ilustrasi window film untuk jendela (vecteezy.com/Suwinai Sukanant)

Selain menutup tirai, ada beberapa cara lain yang bisa membantu mengurangi panas dari luar. Holman mengatakan bahwa cara paling efektif adalah menghalangi sinar matahari bahkan sebelum mengenai kaca jendela. Kamu bisa memanfaatkan kanopi, penutup jendela, atau meletakkan tanaman besar di luar rumah sebagai penghalang alami.

Kalau belum memungkinkan memasang pelindung di bagian luar, kamu masih bisa mengurangi panas dari dalam rumah. Misalnya dengan menggunakan kaca film reflektif atau bahkan menempatkan selembar kardus di belakang tirai untuk memantulkan sebagian panas. Cara sederhana ini memang terlihat sepele, tapi cukup membantu mengurangi suhu ruangan ketika matahari sedang terik.

5. Matikan sumber panas yang ada di dalam rumah

ilustrasi mesin cuci (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi mesin cuci (pexels.com/RDNE Stock project)

Sering kali penyebab rumah terasa panas bukan hanya berasal dari sinar matahari, tapi juga dari peralatan elektronik yang terus menyala. Mesin cuci, komputer, mesin pencuci piring, hingga lampu model lama dapat menghasilkan panas tambahan saat digunakan. Semakin banyak perangkat yang aktif, semakin cepat pula suhu ruangan meningkat.

Karena itu, biasakanlah mematikan perangkat elektronik yang sedang gak digunakan, termasuk mencabut stekernya jika memang gak diperlukan. Langkah kecil ini bukan hanya membantu menjaga suhu ruangan tetap nyaman, tapi juga bisa menghemat konsumsi listrik. Jika ingin solusi jangka panjang, Holman juga menyarankan mempertimbangkan penggunaan kaca jendela berteknologi pengontrol panas atau sistem pelindung matahari permanen agar panas lebih sulit masuk ke dalam rumah.

Metode "manusia purba" mungkin terdengar unik, tapi prinsipnya sebenarnya sangat sederhana, yaitu mencegah panas masuk sebelum suhu luar meningkat. Dengan menutup jendela dan tirai sejak pagi, memanfaatkan ventilasi silang pada malam hari, serta mengurangi sumber panas di dalam rumah, kamu bisa membuat ruangan terasa lebih sejuk tanpa harus terus-menerus mengandalkan AC.

Cara ini memang bukan pengganti pendingin ruangan saat cuaca ekstrem, tapi tetap efektif meningkatkan kenyamanan di dalam rumah. Selain membantu mengurangi rasa gerah, kebiasaan sederhana tersebut juga berpotensi membuat penggunaan listrik menjadi lebih hemat setiap harinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More