Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tips Jaga Kebersihan Rumah dari Hantavirus, Lakukan Hal Kecil Ini!
Edukasi Hantavirus (badankebijakan.kemkes.go.id)
  • Hantavirus dikategorikan Kemenkes sebagai zoonosis emerging yang telah ada di Indonesia sejak 1980-an dan banyak ditemukan di kota padat seperti Jakarta, Bandung, Semarang, serta Denpasar.
  • Penularan terjadi melalui kontak dengan urin, tinja, atau air liur tikus; karena itu masyarakat diminta menutup lubang rumah, melindungi makanan, dan mengurangi populasi tikus.
  • Kemenkes mengimbau menjaga kebersihan rumah dengan memakai masker saat membersihkan area berdebu, memperbaiki sanitasi lingkungan, serta mencuci tangan untuk mencegah penyebaran hantavirus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam dokumen resmi Kementerian Kesehatan, hantavirus disebut sebagai zoonosis emerging, penyakit baru yang muncul dan berpotensi berkembang menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Virus ini telah ada di Indonesia sejak 1980-an, terutama di wilayah padat penduduk. Di Indonesia sendiri penyakit ini memiliki gejala yang cukup umum seperti demam, sehingga tidak menyadari keberadaannya.

Menurut data Kemenkes, hantavirus juga banyak ditemukan di kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Denpasar. Kepadatan penduduk menunjukkan tingkat risiko yang lebih tinggi terlebih karena lingkungan perkotaan yang padat dan sanitasi buruk. Pengelolaan sampah yang belum optimal sehingga menjadi habitat tikus juga meningkatkan risiko penyebaran virus ini. Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mencegah terpapar hantavirus?

1. Tutup makan pakai tudung saji

ilustrasi bangunan kotor yang sudah lama tidak digunakan bisa menjadi tempat paparan hantavirus (pexels.com/Francesco Paggiaro)

Pencegahan terhadap hantavirus dilakukan dengan pengendalian rodensia. Adapun pengendalian rodensia merupakan upaya untuk menurunkan, mengatur, atau mencegah populasi hewan pengerat seperti tikus guna mencegah penyebaran penyakit.

Langkah yang dilakukan adalah mencegah kontak dengan urin, tinja, hingga air liur hewan pengerat. Pengendalian ini dilakukan dengan menutup lubang di dalam maupun di luar rumah sehingga mencegah hewan seperti tikus dapat masuk. Meletakkan perangkap tikus untuk mengurangi populasi hewan pengerat.

Terakhir, lindungi makanan dan minuman dari kemungkinan kontaminasi dengan menutup menggunakan tudung saji. Bisa juga menyimpan pada wadah yang tertutup.

2. Mengurangi populasi tikus di area rumah

ilustrasi Hantavirus (commons.wikimedia.org/Scientific Animations)

Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kebersihan. Perlu diketahui, bahwa menyapu rumah yang penuh debu tikus tanpa perlindungan juga bisa menjadi risiko infeksi. Oleh karenanya, perlu berhati-hati saat membersihkan area yang kotor seperti loteng, gudang, atau area lain di rumah yang berpotensi banyak tikus.

Populasi tikus, sebagai sumber utama penularan juga perlu dikurangi agar tidak melakukan kontaminasi. Sebab, berdasarkan data Kemenkes 15 spesies telah terkonfirmasi dapat menularkan virus ini.

Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui partikel urin, fases, atau saliva tikus. Selain itu, penyebarannya juga dapat terjadi jika melakukan kontak langsung dengan rodensia, terdapat luka terbuka pada kulit dan permukaan yang terkontaminasi, sehingga penyebarannya tidak selalu melalui gigitan namun dapat terjadi dengan menghirup udara yang terkontaminasi.

3. Menggunakan masker saat membersihkan area berdebu

Ilustrasi tikus pembawa hantavirus. (pexels.com/freestocks.org)

Pencegahan dapat mulai dilakukan dari rumah. Penularan utama terjadi di area padat penduduk dan lingkungan yang memiliki sanitasi buruk, sebab menjadi tempat ideal untuk tikus hidup. Langkah utama pencegahan hantavirus di rumah adalah mengendalikan populasi tikus. Selanjutnya, perbaiki sanitasi lingkungan dan gunakan masker saat membersihkan area berdebu.

Kemenkes juga mengimbau agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan pakai sabun dengan bersih. Jaga kebersihan tempat tinggal dan tempat kerja. Menyimpan makanan dengan aman, menutup lubang di area rumah

Penerapan gaya hidup sehat dan bersih menjadi penting untuk mencegah penyebaran hantavirus. Sejumlah langkah di atas semoga bisa membantu untuk lebih memahami virus tersebut. Jika mengalami gejala yang mengarah ke hantavirus seperti demam, batuk dan sesak napas, segera ke pelayanan kesehatan.

Editorial Team