Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Tren Dekorasi Rumah yang Sebaiknya Dihindari, Biar Hunian Tetap Timeless
ilustrasi ruangan dengan rak buku (pexels.com/curtis-adams)
  • Desainer menyarankan agar tidak mudah mengikuti tren dekorasi rumah yang cepat berubah, melainkan fokus pada desain berkualitas dan tahan lama untuk menciptakan hunian nyaman jangka panjang.
  • Beberapa tren yang sebaiknya dihindari termasuk penggunaan warna mencolok berlebihan, kabinet dapur terlalu berani, furnitur murah, serta ruangan bertema spesifik yang cepat terasa usang.
  • Prioritaskan kualitas dan fungsi dibanding popularitas dekorasi viral; pilih elemen fleksibel seperti warna netral, material tahan lama, dan aksen sederhana agar rumah tetap timeless.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Media sosial membuat tren dekorasi rumah berubah begitu cepat. Gaya interior yang ramai dibicarakan hari ini bisa saja terasa usang beberapa tahun kemudian. Padahal, mendekorasi rumah bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi juga membangun hunian yang nyaman untuk jangka panjang.

Karena itu, banyak desainer menyarankan untuk lebih selektif dalam memilih dekorasi rumah. Daripada mengikuti tren sesaat, pilihlah desain yang berkualitas dan tahan lama agar hunian tetap menarik seiring waktu. Berikut beberapa tren dekorasi rumah yang sebaiknya dihindari.

1. Mengecat seluruh ruangan dengan satu warna mencolok

ilustrasi ruangan cat dinding warna biru (pexels.com/kamo11235)

Belakangan ini teknik color drenching semakin populer karena mampu menciptakan tampilan dramatis. Teknik ini dilakukan dengan mengecat dinding, plafon, lis, bahkan terkadang furnitur menggunakan satu warna yang sama. Hasilnya memang menarik di media sosial, tetapi belum tentu nyaman untuk ditinggali dalam jangka panjang.

Selain membuat ruangan terasa monoton, penggunaan satu warna yang terlalu dominan juga menyulitkan ketika ingin mengganti suasana rumah. Kamu harus mengecat ulang hampir seluruh ruangan agar tampilannya berubah. Karena itu, warna netral atau lembut masih menjadi pilihan yang lebih fleksibel untuk berbagai gaya interior.

"Kalau dilakukan dengan tepat memang terlihat keren, tetapi tampilannya bisa dengan cepat terasa tidak praktis bahkan cenderung terlalu berlebihan," ujar Rebecca Bobroff, desainer interior, dikutip dari Good Housekeeping.

2. Kabinet dapur dengan warna yang terlalu berani

ilustrasi dapur dengan kabinet warna mencolok (pexels.com/fahadputhawala)

Warna hijau terang, kuning, hingga merah muda kini mulai banyak digunakan pada kabinet dapur. Kehadirannya memang memberikan kesan unik sekaligus menjadi pusat perhatian. Namun, kabinet merupakan salah satu elemen paling mahal di dapur sehingga menggantinya bukan perkara mudah ketika tren berubah.

Sebagai alternatif, kamu bisa menghadirkan nuansa berani melalui aksesori yang lebih mudah diganti. Misalnya menggunakan backsplash bermotif, lampu gantung berwarna menarik, atau kursi makan dengan aksen cerah. Cara ini membuat dapur tetap terlihat segar tanpa harus mengeluarkan biaya renovasi besar ketika ingin mengikuti perubahan tren atau selera.

"Salah satu tren desain yang saat ini berkembang sangat pesat dan menurut saya akan secepat itu pula ditinggalkan adalah penggunaan kabinet dapur dengan warna-warna yang berani dan mencolok," ujar Galey Alix, desainer interior sekaligus kreator konten, dikutip dari Good Housekeeping.

"Kabinet dapur merupakan salah satu investasi terbesar dalam desain rumah. Menggantinya beberapa tahun kemudian ketika tren tersebut sudah tidak lagi populer bukan hanya sulit, tetapi juga membutuhkan biaya yang sangat besar," tambahnya.

3. Furnitur murah yang dibuat untuk penggunaan singkat

ilustrasi dekorasi ruang tamu modern (pexels.com/shkrabaanthony)

Harga yang murah memang menggoda, tetapi furnitur produksi massal umumnya dibuat dari material yang kurang tahan lama. Akibatnya, furnitur lebih cepat rusak dan harus sering diganti. Dalam jangka panjang, pengeluaran tersebut justru bisa lebih besar dibanding berinvestasi pada furnitur berkualitas sejak awal.

"Furnitur seperti ini hanya memenuhi tempat pembuangan sampah, kualitas pembuatannya buruk, dan tidak dibuat secara khusus sesuai kebutuhan," ujar Colleen Bennett, seorang Pendiri CBB Design Firm, dikutip dari Martha Stewart.

Apabila anggaran masih terbatas, tidak ada salahnya membeli furnitur sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan. Pilih material seperti kayu solid atau logam yang memiliki daya tahan tinggi. Furnitur berkualitas biasanya juga lebih mudah dipadukan dengan berbagai perubahan gaya dekorasi di masa mendatang.

4. Ruangan yang terlalu mengikuti tema tertentu

ilustrasi ruang tamu (pexels.com/vikaglitter)

Ruangan yang mengusung satu karakter, motif, atau tren tertentu memang bisa terlihat menarik pada awalnya. Namun, konsep seperti ini umumnya tidak bertahan lama karena selera dan tren dekorasi terus berubah. Akibatnya, kamu mungkin perlu mengeluarkan biaya dan waktu lebih untuk memperbarui keseluruhan tampilan ruangan.

"Ruangan yang seluruhnya dibangun berdasarkan satu karakter, motif, atau tren yang sangat spesifik memang terasa menyenangkan pada awalnya. Namun, hal itu sangat membatasi daya tahan desain ruangan, terutama untuk kamar anak atau tren yang populer karena TikTok," ujar Cathryn Lindsey, desainer interior, dikutip dari Martha Stewart.

Agar lebih fleksibel, gunakan tema hanya sebagai aksen pelengkap. Misalnya, melalui bantal sofa, vas bunga, karya seni, atau wallpaper pada satu sisi dinding. Dengan begitu, suasana ruangan tetap menarik tanpa harus melakukan renovasi besar saat tren berubah.

"Rumah seharusnya terasa hangat, benar-benar dihuni, dan mencerminkan dirimu. Jangan hanya mendekorasi rumah agar terlihat bagus di Instagram, tetapi rancanglah sesuai kehidupanmu," ujar Cheryl Clendenon, Creative Chief di In Detail Interiors. Dikutip dari Good Housekeeping.

5. Terlalu banyak rak terbuka di dapur

ilustrasi dapur dengan rak terbuka (pexels.com/keeganjchecks)

Rak terbuka memang bisa membuat dapur terasa lebih lapang dan estetik, apalagi untuk memajang piring, gelas, atau peralatan masak favorit. Namun, tampilannya hanya akan terlihat menarik jika isinya selalu tertata rapi.

Dalam penggunaan sehari-hari, rak terbuka lebih mudah berdebu dan cepat membuat dapur tampak berantakan. Karena tidak semua orang punya waktu untuk terus menatanya, sebaiknya gunakan rak terbuka secukupnya dan tetap andalkan kabinet tertutup untuk sebagian besar penyimpanan.

6. Tanaman hias palsu yang terlihat tidak alami

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/rocketmannprod)

Tanaman menjadi salah satu elemen penting untuk menghadirkan suasana segar di dalam rumah. Akan tetapi, tanaman plastik sering kali gagal memberikan kesan alami karena warna dan bentuknya terlihat terlalu sempurna. Selain itu, tanaman palsu juga mudah menjadi tempat menumpuk debu apabila tidak rutin dibersihkan.

Jika khawatir kesulitan merawat tanaman hidup, pilihlah jenis yang perawatannya mudah, seperti sukulen, lidah mertua, atau sirih gading. Tanaman kering dan bunga yang diawetkan juga bisa menjadi alternatif menarik tanpa menghilangkan kesan alami pada ruangan. Dengan begitu, dekorasi rumah tetap hidup sekaligus lebih autentik.

7. Dekorasi yang lebih mengutamakan tren daripada kualitas

ilustrasi sofa bermotif (pexels.com/hasan-huseyin-turan)

Tidak sedikit orang membeli aksesori rumah hanya karena sedang viral di media sosial. Mulai dari selimut bermerek, dekorasi musiman, hingga aksesori yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Padahal, barang-barang seperti ini sering kali hanya bertahan sebagai tren dalam waktu singkat.

Desainer menyarankan untuk lebih memprioritaskan kualitas dibanding popularitas suatu produk. Pilih dekorasi yang benar-benar memiliki fungsi sekaligus sesuai dengan karakter rumah. Cara ini membuat setiap pembelian terasa lebih bermakna dan mengurangi kemungkinan menyesal ketika tren berganti.

Tren dekorasi memang terus berubah, tetapi rumah yang nyaman tidak pernah bergantung pada apa yang sedang viral. Dengan memilih desain yang berkualitas dan sesuai kebutuhan, hunianmu akan tetap terasa menarik meski waktu terus berjalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article