ilustrasi rumah (pexels.com/Barbora Muzikant)
Drywall datar atau tembok dengan permukaan yang benar-benar rata, mulai dianggap ketinggalan zaman dalam dunia desain interior modern. Menurut Jennifer Cataldo, desainer interior sekaligus pendiri Maison Cataldo, dilansir laman Martha Stewart, permukaan dinding yang terlalu halus dapat membuat ruangan terasa dingin, datar, dan tidak bernyawa.
Saat ini, banyak orang mencari material yang tampak dan terasa lebih “hidup”, seolah memiliki sentuhan tangan manusia, bukan hasil produksi massal yang steril. Sebagai alternatif, tekstur mulai menjadi pusat perhatian. Penggunaan kapur sirih, plester Venesia, atau finishing yang diratakan secara manual memberikan kedalaman visual berupa gerakan halus dan dimensi lembut, terutama ketika terkena cahaya alami.
Tekstur-tekstur ini mampu melembutkan garis arsitektur dan membuat ruangan sederhana sekalipun terlihat lebih berlapis, hangat, dan sarat karakter. Pergeseran ini menandai tren yang lebih besar menuju bahan-bahan yang terasa artisan, unik, autentik, dan tidak seragam, sebagai respons terhadap kejenuhan akan tampilan yang terlalu rapi dan generik.