Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Warna Cat Dinding yang Bisa Merusak Mood, Ada Warna Merah!
ilustrasi ruang keluarga berwarna merah (pixabay.com/tungnguyen0905)
  • Pemilihan warna cat dinding berpengaruh besar terhadap suasana hati dan kesejahteraan mental, sehingga penting memilih warna yang menenangkan, bukan yang memicu stres atau kecemasan.
  • Warna merah, oranye, kuning, dan hitam disebut dapat merusak mood karena efek psikologisnya seperti meningkatkan detak jantung, menimbulkan kecemasan, hingga membuat ruangan terasa suram.
  • Para ahli menyarankan penggunaan warna-warna tersebut hanya sebagai aksen pada furnitur atau dekorasi agar tetap menarik tanpa mengganggu kenyamanan emosional penghuni rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketika akan memilih warna cat dinding rumah, penting untuk mempertimbangkan apakah warna tersebut bisa membuat suasana hatimu bahagia atau terasa suram. Rumah adalah tempat berlindung, jadi sudah semestinya rumah didesain senyaman mungkin agar kamu dapat beristirahat dengan tenang.

Demi mewujudkan kebahagiaan di dalam rumah, memilih warna yang mampu membuat ruangan terasa menyenangkan sangatlah penting. Sebab, kesejahteraan mental seseorang bisa dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, termasuk rumah sendiri.

Apabila kamu menginginkan perubahan positif dalam dirimu, menciptakan lingkungan yang mendukung bisa menjadi langkah awal yang baik. Pilihlah warna cat dinding yang dapat meningkatkan suasana hati, bukan merusaknya.

Selain itu, pilihlah warna cat dinding yang mampu mendorong kesejahteraan, bukan mendatangkan kejenuhan. Di bawah ini, ada sejumlah warna cat dinding yang sebaiknya kamu hindari karena dapat merusak mood. Simak!

1. Merah

ilustrasi cat dinding merah (pexels.com/Berna)

Ada alasan kuat mengapa merah masuk dalam kategori warna cat dinding yang harus dihindari. Sebab, warna ini sering diasosiasikan sebagai simbol kemarahan dan tanda bahaya. Laman Homes and Gardens menuliskan, bahwa menerapkan cat dinding warna merah pada ruangan bisa menimbulkan stres berkepanjangan.

Warna merah dapat mengaktifkan naluri ‘fight or flight’, yaitu reaksi fisiologis yang terjadi sebagai respons terhadap ancaman. Secara fisik, warna merah bisa memicu reaksi dalam tubuh yang mirip dengan respons stres, seperti peningkatan detak jantung, peningkatan kepekaan indera, dan peningkatan suhu tubuh.

Apabila kamu tetap ingin ada rona merah di dalam rumahmu, sebaiknya hindari warna tersebut pada keseluruhan dinding. Sebagai gantinya, kamu bisa mengaplikasikan warna merah ke dalam furnitur maupun dekorasi untuk menambah daya tarik visual yang mampu membangkitkan mood dan semangat.

2. Oranye

ilustrasi kamar tidur dengan cat dinding warna oranye (pixabay.com/lovingimages)

Sama seperti warna merah, oranye juga termasuk warna yang bisa merusak suasana hati. Apalagi, jika kamu memoleskannya pada satu ruangan penuh. Sifat warna ini yang cenderung energik tidak cocok untuk orang-orang yang mendambakan keheningan dan ketenteraman. Sebab, berada di ruangan tersebut hanya akan menimbulkan kecemasan.

“Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa warna memiliki dampak yang sangat besar pada suasana hati dan kesejahteraan kita. Apabila kamu ingin memiliki rumah dengan suasana yang lebih santai, warna-warna energik seperti merah dan oranye harus dihindari,” ujar desainer interior dan bintang acara HGTV Unfinished Business, Shay Holland, dikutip dari Real Simple.

3. Kuning

ilustrasi cat dinding kuning (pexels.com/jamies.x. co)

Meskipun beberapa penghuni rumah menerapkan cat dinding kuning di ruang tamu, ruang keluarga, atau dapur mereka, penting diketahui bahwa warna kuning bisa mengundang respons emosional. Karen Haller, spesialis psikologi warna sekaligus penulis buku terlaris bertajuk The Little Book of Color, menjelaskan kepada Homes and Gardens, bahwa warna kuning bisa memberi dampak terhadap sistem saraf yang mengirimkan sinyal dari otak ke seluruh tubuh. Akibatnya, kuning menjadi salah satu warna terkuat yang dalam efek negatif bisa menyebabkan perasaaan jengkel, gugup, bahkan depresi.

“Warna ini cukup mengkhawatirkan karena bisa membuatmu terus merasa waspada, sulit rileks, bahkan mungkin terlalu terstimulasi,” imbuh Alice Arterberry dan Barrett Cooke dari Arterberry Cooke, dilansir Real Simple.

4. Hitam

ide dekorasi kamar bernuansa hitam putih (pixabay.com/Lisaphotos195)

Cat dinding berwarna gelap, khususnya warna hitam sering jadi pilihan para penghuni rumah untuk memperindah interior maupun eksterior rumah mereka. Selain netral, warna ini juga mudah dikombinasikan dengan warna lainnya. Namun, tahukah kamu kalau cat dinding gelap bisa memberikan dampak emosional yang negatif pada beberapa orang?

Warna biru yang lebih gelap dan lebih pekat juga dapat merangsang pikiran. Begitupun dengan warna cokelat yang lebih gelap bisa menimbulkan kejenuhan. Sebagai solusi, jika kamu ingin menambah aksen warna gelap ke dalam ruangan, sebaiknya poleskan sedikit saja pada dinding atau fokuskan pada furnitur, tirai jendela, dan elemen dekoratif lain guna menciptakan kesan mewah sekaligus modern.

Sekali lagi, memilih warna cat dinding rumah tidak boleh asal-asalan karena menurut psikologi warna, warna memiliki peran penting dalam mengubah suasana hati seseorang. Saat menentukan warna cat dinding pun kamu perlu memikirkan asosiasi positif maupun negatif yang ada di baliknya. Lewat cara ini, kamu bisa menggunakan proporsi yang tepat dan mengaplikasikan di tempat yang tepat juga supaya efek yang dihasilkan bisa sesuai harapan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team